KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniNegeri Penipu oleh : Mohammad Asaddin Nur
27-Mei-2015, 08:46 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Modus penipuan kembali menghebohkan khalayak. Masih hangat di benak kita penipuan melalui kartu ATM, penipuan biro perjalanan umroh dan air zam-zam palsu, kini modus terbaru dengan menggunakan akun palsu media sosial.

Kasus-kasus penipuan ini agaknya
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Mereka Terusir 27 Mei 2015 04:20 WIB

Jasad Tanah Bangsa 19 Mei 2015 06:01 WIB

 
Makanan Jadul Khas Bandung 29 Apr 2015 22:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
Reuni Tanpa Panitia 27 Mei 2015 08:39 WIB


 
 
DAERAH

Memberdayakan Petani Porang
Oleh : Hendri Wahyu Wijaya | 14-Aug-2009, 01:26:30 WIB

KabarIndonesia - Madiun, Budidaya tanaman Porang yang hidup subur di areal lahan kawasan hutan KPH Madiun seluas 5.918 hektare, memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan bagi daerah dan masyarakat pinggiran hutan. Sayangnya, Pemkab Madiun terkesan masih setengah hati memberdayakan petani Porang yang saat ini 'terseok-seok'.

Hal itu dirasakan petani Porang yang terhimpun dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Klumutan Saradan. Sani Riyanto, Ketua LMDH Sumber Rejeki setempat mengaku, sejak kerja sama antara Perhutani dan LMDH berkait budidaya Porang dijalin, dua tahun terakhir ini belum pernah merasakan bantuan dari Pemkab Madiun.

"Sejak pemerintahan Bupati Muhtarom ini, belum pernah kami dapat bantuan. Baik itu, bibit, obat-obatan, pupuk, terlebih bantuan dana. Padahal, petani Porang sudah terseok-seok. Karena untuk budidaya Porang, petani kesulitan dari sisi modal dana awal," kata Sani Riyanto, Kamis (13/8).

Sesuai SK Bupati Madiun Nomor 256 tahun 2006, di Kecamatan Saradan sedikitnya ada tujuh kelompok tani hutan. Di antaranya, di Klumutan luas lahan 317 hektare, dua kelompok di Sugihwaras (612 h dan 318 h), Tulung (512 h), Sumberbendo (566 h), Bandungan (227 h) dan Klangon (675 h).

"Selama ini, semua kelompok hanya dapat bantuan dari Perhutani saja," ujar Sani.

Menurutnya, tanaman dengan nama latin Amorphophallus Onchophyllus tersebut, juga sudah go international. Hasil produksi, satu hektarnya minimal 4 ton per hektare dan bila dibudidaya lebih intensif dapat mencapai 8-9 ton per hektare.

Penghasilan petani pada satu kali panen yang bersih bisa mencapai Rp 5,5 juta, dari hasil tanam seluas 2.043 hektare. Sedangkan, rantai distribusi pemasaran dan pendapatan petani menjual ke tengkulak. Porang basah Rp 1000/kg, kering Rp 1.500/kg), pengepul Induk-kering Rp 2.500,/kg, pabrik-tepung Porang Rp 10.000/kg), industri makanan Rp 15.000/kg.

"Apabila pemberdayaan masyarakat pinggiran hutan ditingkatkan, maka sosial ekonomi warga setempat akan terangkat.  Oleh karena itu, Pemda harus memberi bantuan modal. Apalagi, harga saat ini mencapai Rp 2.500 per kilogram dan kering Rp 12 ribu per kilogram," jelasnya.  

Diketahui, hasil olahan Porang ini digunakan untuk pencampur atau sebagai katalis makanan seperti jelly, ice cream, sosis, dan mie. Digunakan juga untuk bahan kosmetik. Pemasarannya selain untuk kebutuhan dalam negeri, juga diekspor ke Jepang, China, Eropa dan Kanada. Jepang adalah negara utama pengimpor Porang dari Indonesia.  Porang tersebut diolah menjadi makanan Konyaku (tahu) dan Shirataki (mie). **


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Calon Penumpang Tunggu Commuter Line!oleh : Dicky Ari Wibowo
22-Mei-2015, 22:59 WIB


 
  Calon Penumpang Tunggu Commuter Line! Sejumlah calon penumpang kereta "commuter line" Jabodetabek menunggu untuk memasuki gerbong kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Minggu (15/2/2015). Kereta "commuter line" merupakan salah satu transportasi massal yang diminati oleh warga Jabodetabek.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Lagi-lagi Kekerasan Terhadap Anak 27 Mei 2015 09:09 WIB

 

 
 

 

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

Badan Kecil, Semangat Tinggi 30 Apr 2015 07:41 WIB

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia