KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
EkonomiPemerintah Percepat Penyusunan RUU Pengelolaan Kekayaan Negara oleh : Hotma D.l. Tobing
22-Aug-2014, 11:26 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini, pemerintah tengah mempercepat penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Kekayaan Negara (RUU PKN). Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan harmonisasi dan finalisasi RUU PKN sebelum disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat, demikian diinformasikan Fiscal News (21/08).

RUU
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kucingku dan Gadisku 13 Aug 2014 15:52 WIB

PINTU 12 Aug 2014 14:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Lambang Daerah Pringsewu Dipersoalkan

 
DAERAH

Lambang Daerah Pringsewu Dipersoalkan
Oleh : Pringsewu | 22-Aug-2009, 22:57:47 WIB

KabarIndonesia - Lampung, Elemen masyarakat Kabupaten Pringsewu menolak Lambang Daerah Kabupaten Pringsewu yang baru hasil sayembara beberapa waktu lalu.  Pasalnya, lambang daerah yang  rencananya hendak dipakai oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu tersebut dinilai salah kaprah dan tidak mencerminkan kondisi ril masyarakat Kabupaten Pringsewu.

Antoni, dari Komunitas Seni Grafis Indonesia Pringsewu,  menilai, lambang (logo) Kabupaten Pringsewu yang baru tersebut, tidak sesuai dengan ciri khas Kabupaten Pringsewu, selain terdapat beberapa kekeliruan terkait makna yang digambarkan.

“Pemakaian simbol roda bergerigi sebagai penggambaran teknologi adalah ‘salah kaprah’  dan tidak mencerminkan ciri khas Kabupaten Pringsewu. Roda bergerigi mempunyai makna yang sempit hanya sebatas pada teknologi industri yang bersifat mekanis dan tidak dapat diperuntukkan untuk mengambarkan teknologi dalam bidang pertanian, pertambangan, pendidikan, perekonomian, informasi dan pengembangan teknologi sumber daya manusia ke arah produktifitas, sektor informasi dan jasa, sebagaimana yang dimiliki Pringsewu,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, pemakaian simbol bintang yang menempel pada bagian Payung Agung tidaklah logis dan menyimpang dari nilai etika dan estetika, karena Payung Agung sebagai simbol adat Lampung harus diadopsi sesuai aslinya tanpa penambahan gambar bintang di atasnya karena dapat merubah kaidah adat Lampung.

“Gambar bintang yang dipakai untuk menunjukkan nilai Ketuhanan dinilai mempunyai makna yang sempit dan tendensius serta tidak mencerminkan kebersamaan dan toleransi umat beragama,” ujar dia lagi.

Terkait gambar bambu yang terdapat di lambang tersebut, juga sangat jauh menyimpang dari nilai perjuangan masyarakat Pringsewu.

“Bambu sebagai simbol yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Pringsewu, seharusnya digambarkan sebagai rumpun bambu yang mengikat dan sebagai simbol kekompakan dari semangat masyarakat Pringsewu, bukan digambarkan sebagai ‘pagar bambu’  yang tercerai berai tanpa ikatan dan terkesan ‘tumpang tindih’ di belakang gambar padi dan kapas,” paparnya.
 
Komunitas Grafis Indonesia Pringsewu menyarankan pihak Pemkab Pringsewu, guna mendapatkan simbol Kabupaten Pringsewu dalam bentuk Logo yang Koprehensif, Egaliter dan memiliki nilai etika dan estetika, dibutuhkan pengkajian yang lebih mendalam dan menyeluruh dengan melibatkan sejumlah unsur seperti tokoh adat, agama, pakar hukum adat,  pakar politik, pemerintahan, yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam menilai kaidah hukum, etika dan estetika.

“Bila Pemda Pringsewu belum mempunyai dana yang memadai untuk melakukan hal tersebut, alangkah baiknya menggunakan logo yang dipakai oleh P3KP sebagai logo sementara, seperti dilakukan oleh daerah otonom baru lainnya. Apalagi logo Pringsewu yang dibuat P3KP justru selama ini lebih dikenal dan diterima masyarakat di 8 kecamatan,”  kata Antoni.

Dihubungi secara terpisah, mantan Ketua Harian Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP), Imop Sutopo, SE, mengharapkan pihak terkait, sebelum menentukan lambang daerah yang akan diperbupkan, harus betul-betul sesuai dengan fakta sejarah dan kondisi Pringsewu sebenarnya.

“Jangan asal indah dan asal bagus saja, tetapi harus pula diperhatikan fakta sejarah,” kata Imop.

Seperti halnya gambar bambu berjumlah sebelas batang berbaris-baris, yang malah hanya mengaburkan nilai perjuangan masyarakat Pringsewu di delapan kecamatan dalam membentuk Kabupaten Pringsewu.

“Delapan kecamatan yang merupakan embrio Kabupaten Pringsewu itulah yang perlu diwujudkan dalam gambar pring (bambu) berjumlah delapan batang, sebagai simbol kebersamaan masyarakat Kabupaten Pringsewu memperjuangkan berdirinya Kabupaten Pringsewu,” tandasnya.

Berbicara waktu bersejarah terbentuknya Kabupaten Pringsewu, lanjutnya,  perlu pengkajian lebih lanjut.

“Justru yang perlu mendapat perhatian utama adalah saat disahkannya Kabupaten Pringsewu oleh DPR RI pada tanggal 29 Oktober 2008.  Saat itu merupakan moment paling penting.  Pada tanggal itu merupakan lahirnya Kabupaten Pringsewu dan yang kedua saat diresmikannya Pringsewu oleh Menteri Dalam Negeri,  3 April 2009. Sekali lagi, tolong lihat fakta sejarahnya,” imbuhnya.(*)
 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Bendera HUT RI-69oleh : Gholib
22-Aug-2014, 08:56 WIB


 
  Upacara Bendera HUT RI-69 Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69, 17 Agustus 2014, puluhan anggota pecinta kereta api dan pegawai PT. KAI melakukan upacara bendera di pelataran gedung Lawang Sewu Semarang, Jateng, dengan memakai baju dan atribut pejuang tempo dulu.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB

 

 

 

 
Satukan Dukungan Bagi Timnas 15 Aug 2014 05:15 WIB

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Ajang Kreatif dan Inovatif 20 Aug 2014 18:54 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia