KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupJOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Nov-2014, 15:09 WIB


 
 
JOKOWI BLUSUKAN ASAP: Tahun Depan Indonesia Harus Tanpa Asap
KabarIndonesia - Pekanbaru, 27 November 2014 – Kesediaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Blusukan Asap ke Riau melihat lokasi kebakaran lahan gambut dan hutan menumbuhkan harapan Indonesia bisa bebas tanpa asap pada tahun depan. Ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi menjadikan penyelesaian
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Pelaku Judi Dadu Gurak Diamankan 17 Nov 2014 14:58 WIB

 
Kepiawaian Jemari Pencari Nafkah 21 Nov 2014 11:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Pasar Seroja Nan Jaya 29 Nov 2014 12:58 WIB

Maaf dan Terimakasih untuk Ibu 28 Nov 2014 13:58 WIB

 

Lambang Daerah Pringsewu Dipersoalkan

 
DAERAH

Lambang Daerah Pringsewu Dipersoalkan
Oleh : Pringsewu | 22-Aug-2009, 22:57:47 WIB

KabarIndonesia - Lampung, Elemen masyarakat Kabupaten Pringsewu menolak Lambang Daerah Kabupaten Pringsewu yang baru hasil sayembara beberapa waktu lalu.  Pasalnya, lambang daerah yang  rencananya hendak dipakai oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu tersebut dinilai salah kaprah dan tidak mencerminkan kondisi ril masyarakat Kabupaten Pringsewu.

Antoni, dari Komunitas Seni Grafis Indonesia Pringsewu,  menilai, lambang (logo) Kabupaten Pringsewu yang baru tersebut, tidak sesuai dengan ciri khas Kabupaten Pringsewu, selain terdapat beberapa kekeliruan terkait makna yang digambarkan.

“Pemakaian simbol roda bergerigi sebagai penggambaran teknologi adalah ‘salah kaprah’  dan tidak mencerminkan ciri khas Kabupaten Pringsewu. Roda bergerigi mempunyai makna yang sempit hanya sebatas pada teknologi industri yang bersifat mekanis dan tidak dapat diperuntukkan untuk mengambarkan teknologi dalam bidang pertanian, pertambangan, pendidikan, perekonomian, informasi dan pengembangan teknologi sumber daya manusia ke arah produktifitas, sektor informasi dan jasa, sebagaimana yang dimiliki Pringsewu,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, pemakaian simbol bintang yang menempel pada bagian Payung Agung tidaklah logis dan menyimpang dari nilai etika dan estetika, karena Payung Agung sebagai simbol adat Lampung harus diadopsi sesuai aslinya tanpa penambahan gambar bintang di atasnya karena dapat merubah kaidah adat Lampung.

“Gambar bintang yang dipakai untuk menunjukkan nilai Ketuhanan dinilai mempunyai makna yang sempit dan tendensius serta tidak mencerminkan kebersamaan dan toleransi umat beragama,” ujar dia lagi.

Terkait gambar bambu yang terdapat di lambang tersebut, juga sangat jauh menyimpang dari nilai perjuangan masyarakat Pringsewu.

“Bambu sebagai simbol yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Pringsewu, seharusnya digambarkan sebagai rumpun bambu yang mengikat dan sebagai simbol kekompakan dari semangat masyarakat Pringsewu, bukan digambarkan sebagai ‘pagar bambu’  yang tercerai berai tanpa ikatan dan terkesan ‘tumpang tindih’ di belakang gambar padi dan kapas,” paparnya.
 
Komunitas Grafis Indonesia Pringsewu menyarankan pihak Pemkab Pringsewu, guna mendapatkan simbol Kabupaten Pringsewu dalam bentuk Logo yang Koprehensif, Egaliter dan memiliki nilai etika dan estetika, dibutuhkan pengkajian yang lebih mendalam dan menyeluruh dengan melibatkan sejumlah unsur seperti tokoh adat, agama, pakar hukum adat,  pakar politik, pemerintahan, yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam menilai kaidah hukum, etika dan estetika.

“Bila Pemda Pringsewu belum mempunyai dana yang memadai untuk melakukan hal tersebut, alangkah baiknya menggunakan logo yang dipakai oleh P3KP sebagai logo sementara, seperti dilakukan oleh daerah otonom baru lainnya. Apalagi logo Pringsewu yang dibuat P3KP justru selama ini lebih dikenal dan diterima masyarakat di 8 kecamatan,”  kata Antoni.

Dihubungi secara terpisah, mantan Ketua Harian Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP), Imop Sutopo, SE, mengharapkan pihak terkait, sebelum menentukan lambang daerah yang akan diperbupkan, harus betul-betul sesuai dengan fakta sejarah dan kondisi Pringsewu sebenarnya.

“Jangan asal indah dan asal bagus saja, tetapi harus pula diperhatikan fakta sejarah,” kata Imop.

Seperti halnya gambar bambu berjumlah sebelas batang berbaris-baris, yang malah hanya mengaburkan nilai perjuangan masyarakat Pringsewu di delapan kecamatan dalam membentuk Kabupaten Pringsewu.

“Delapan kecamatan yang merupakan embrio Kabupaten Pringsewu itulah yang perlu diwujudkan dalam gambar pring (bambu) berjumlah delapan batang, sebagai simbol kebersamaan masyarakat Kabupaten Pringsewu memperjuangkan berdirinya Kabupaten Pringsewu,” tandasnya.

Berbicara waktu bersejarah terbentuknya Kabupaten Pringsewu, lanjutnya,  perlu pengkajian lebih lanjut.

“Justru yang perlu mendapat perhatian utama adalah saat disahkannya Kabupaten Pringsewu oleh DPR RI pada tanggal 29 Oktober 2008.  Saat itu merupakan moment paling penting.  Pada tanggal itu merupakan lahirnya Kabupaten Pringsewu dan yang kedua saat diresmikannya Pringsewu oleh Menteri Dalam Negeri,  3 April 2009. Sekali lagi, tolong lihat fakta sejarahnya,” imbuhnya.(*)
 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Festival Payung Indonesia 2014oleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
29-Nov-2014, 00:35 WIB


 
  Festival Payung Indonesia 2014 Bertempat di Taman Balekambang-Solo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat, 28 November 2014, membuka Festival Payung yang baru pertama kali diselenggarakan. Festival akan berlangsung sampai dengan tanggal 30 November 2014. Payung dipilih karena menjadi simbul perlindungan dan secara faktual telah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ketika Nyerobot Menjadi Budaya 28 Nov 2014 13:53 WIB

Jangan Sepelekan Sampah 25 Nov 2014 19:19 WIB

 

 

 
1795 RTS Pulpis Terima Dana PSKS 26 Nov 2014 15:05 WIB


 
Thailand Permalukan Singapura 2-1 24 Nov 2014 11:17 WIB

 
Dian Ediono, Pemimpin Masa Depan 07 Nov 2014 01:42 WIB

 
Dekat Tapi Jauh 29 Nov 2014 12:52 WIB


 

 
Biasakan Tidur Siang Secukupnya 27 Nov 2014 12:46 WIB

Tawas Ampuh Hilangkan Bau Badan 26 Nov 2014 17:31 WIB

 
Rela Antri Demi Satu Tujuan 29 Nov 2014 00:20 WIB

Endemik Pulau Sumatra 26 Nov 2014 17:34 WIB

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia