KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Februari 2017 oleh : Redaksi HOKI
23-Feb-2017, 15:23 WIB


 
 
Top Reporter HOKI Februari 2017
KabarIndonesia - Emanuel Bamulki atau sering dipanggil Mapianus Manu, berasal dari Tabakapa, Desa Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, Indonesia. Ia lahir pada 1Oktober 1996 di Yegokoutu yang berada di Distrik dan Kabuten yang sama tempat dia berasal. Usai
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Ayah 11 Feb 2017 17:13 WIB

Kisah Februari 11 Feb 2017 17:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Babi Hutan Serang Puluhan Hektar Lahan Pesawahan di Tasik Selatan

 
DAERAH

Babi Hutan Serang Puluhan Hektar Lahan Pesawahan di Tasik Selatan
Oleh : Redi Mulyadi | 18-Nov-2009, 20:27:10 WIB

KabarIndonesia - Sejak sebulan terakhir ini, para petani di Desa Bojongkapol, kecamatan Bojonggambir, kabupaten Tasikmalaya mengaku kesal karena  lahan pesawahan milik mereka diserang kawanan babi hutan. Bahkan, sekitar 100 warga desa setempat enggan menggarap lahan sawah dan meninggalkan desa untuk bekerja, mengingat ulah babi hutan yang merajalela.    

“Puluhan hektar lahan sawah milik warga desa kami dirambah kawanan babi hutan, sehingga para petani malas untuk menggarap lahan pertaniannya dan mereka memilih bekerja ke kota,” ujar Sukaedin, Kepala Desa Bojongkapol.    

Pada mulanya, jumlah babi hutan tersebut hanya satu atau dua ekor, dan hanya terlihat di pematang sawah saja.  

”Namun sekarang, jumlah babi hutan makin banyak dan merasahkan warga karena memakan tanaman palawija maupun tanaman padi. Bahkan, babi hutan itu makin berani menghampiri rumah warga,” jelasnya.    

Sukaedin mengatakan, upaya menangani serangan babi hutan itu pernah dilakukan masyarakat dengan cara memburu bersama anggota Perbakin Kabupaten Tasikmalaya.  Namun, upaya itu dinilai tidak efektif karena biayanya terlalu besar, sementara hasil pemburuan tidak sebanding perkembangbiakan babi hutan.
 
“Upaya itu kurang efektif, karena pemburuan hanya dilakukan seminggu atau dua minggu sekali, sementara babi hutan berkembang biak cukup tinggi,” ujar Kades Bojongkapol.  
    
Selain melakukan pemburuan babi hutan, menurut Sukaedin,  ada cara lain yaitu dengan menggunakan racun. ”Namun, cara meracuni babi hutan menimbulkan pro dan kontra, terutama adanya keberatan dari Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.(*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016oleh : Eliyah A M S
08-Jan-2017, 13:46 WIB


 
  Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016 Seekor Kerbau yang badannya dilukis pada Toraja National Art Festival 2016. Kegiatan Toraja National Art Festival ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 
 
 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia