KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 
 
DAERAH

Akibat Bentrok dengan Polisi, Tiga Anggota Marinir Dilarikan ke RSUD Baa
Oleh : | 20-Nov-2009, 23:54:28 WIB

KabarIndonesia - Akibat Bentrok Dengan Polisi, 3 Anggota Marinir Dilarikan ke RSUD Ba’a

Ba'a, Rote Ndao – Bentrokan antara anggota kepolisian Polres Rote Ndao dengan anggota TNI AL Jumat (20/11) sekitar pukul 09.15 Wita di desa Holoama, sekitar 7 kilometer dari ibu kota Rote Ndao di Ba’a, menyebabkan tiga orang anggota TNI-AL dari satuan Marinir yang bertugas di Rote Ndao harus menjalani perawatan khusus di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a.

Pantauan wartawan di UGD RSUD, tiga orang anggota Marinir tersebut sementara dalam perawatan tim dokter. Dokter piket RSUD Ba’a, dr. Adhi dan dr. Febby membenarkan adanya tiga orang pasien yang dibawa ke UGD sekitar pukul 09.30 Wita, namun mengelak ketika ditanya wartawan mengenai kebenaran tiga pasien tersebut adalah anggota Marinir.

”Kami tidak tahu pasti pasien itu anggota marinir atau bukan, hanya memang ada tiga orang pasien yang dibawa kesini untuk mendapatkan pertolongan oleh tim dokter UGD,” ujar Adhi singkat, dan diamini juga dr Febby.

Menurut Boni Saudale, seorang warga Ba’a yang mengantar tiga orang anggota marinir itu ke UGD RSUD setempat menjelaskan, ketika dirinya dalam perjalanan dari arah Busalangga ke Ba’a, dia melihat kerumunan orang dipinggir jalan Desa Holoama, tepatnya disebelah timur perumahan dinas Perwira Polres Rote Ndao. 

Boni Saudale yang ditemui di UGD RSUD Ba’a menjelaskan, mobilnya disetop oleh massa yang berkerumun untuk membawa tiga orang yang akhirnya diketahui anggota Marinir tersebut ke RSUD Ba’a. Boni mengaku dua orang diantaranya mengalami luka-luka dan pendarahan yang cukup serius, sementara seorang lainnya tidak begitu banyak keluar darah.

Ketika ditanya apakah dirinya mengetahui dan melihat kejadian pemukulan atau pengeroyokan terhadap tiga anggota marinir tersebut, Boni katakan, ketika sampai di lokasi tersebut hanya ada kerumunan massa, kejadiannya seperti apa tidak diketahui. ”Sampai di Holoama, saya hanya melihat ada kerumunan masa, dan karena ada orang yang sudah mengalami luka-luka dan mengeluarkan darah....ya saya tolong antarkan ke rumah sakit. Selebihnya saya tidak tahu karena saya tidak melihat sendiri kejadian itu,” terang Boni Saudale singkat.

Salah seorang warga Ba’a yang enggan namanya dikorankan mengatakan, saat itu dirinya melewati ruas jalan Ba’a – Busalangga dari arah bawah. Sampai tanjakan di atas PLN, ada kerumunan orang. Sesampainya di situ, dia menanyakan pada orang yang berkumpul disitu, mereka menjelaskan bahwa baru saja terjadi pemukulan terhadap anggota Polantas yang sedang bertugas mengarahkan arus lalulintas pada ruas jalan yang sedang dikerjakan, oleh beberapa orang tak dikenal. Namun dari ciri-ciri postur tubuh, mereka diyakini anggota TNI-AL yang bertugas di Rote Ndao.

”Waktu itu saya masih sempat melihat mereka, rambutnya cepak-cepak seperti anggota dan tidak mengenakan helm pengaman,” ujarnya.

Ketika berita mengenai bentrok antara anggota Polres Rote Ndao dengan Marinir menyebabkan tiga anggota Marinir masuk UGD menyeruak di kota Ba’a, saat itu dirinya juga mendatangi UGD, ternyata benar orang tak dikenal yang dilihatnnya di Menggelama yang menjadi korban.

Secara terpisah Kasat Lantas Polres Rote Ndao, AKP Djemi Gae Lomi yang dikonfirmasi melalui hand phonenya membenarkan kejadian pemukulan terhadap anggotanya yang bertugas mengatur lalu lintas pada ruas jalan Menggelama yang sedang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya itu. 

Menurut Gae Lomi, setelah mendengar informasi mengenai pemukulan terhadap anak buahnya, dirinya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun sesampainya di sana sudah tidak mendapati anak buahnya maupun pelaku pemukulan.
Informasi yang diperoleh dari TKP, kata Gae Lomi, saat itu ada tiga buah sepeda motor yang melintasi ruas jalan tersebut. Ketiga sepeda motor itu, baik pengendara maupun penumpangnya tidak mengguganakan helm pengaman. Anak buahnya yang bertugas disitu menegur dan hendak memberikan pelajaran kepada salah satu dari enam orang yang menggunakan tiga unit sepeda motor tersebut. Namun yang terjadi kemudian, justeru anak buahnya yang dipukul hingga jatuh.

“Saya tidak bisa komentar banyak karena ini sudah ditangani di Polres, saya hanya bisa sampaikan kejadiannya menurut informasi yang saya dapat di bisa TKP dan apa yang dikatakan anak buah saya. Selebihnya ade wartawan tanyakan langsung kepada pimpinan,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan baik Kapolres Rote Ndao maupun para korban anggota Marinir serta pimpinan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Pulau Rote di Dolasi Rote Barat Daya belum dapat dikonfirmasi. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia