KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaKelenteng Tertua di Bandung oleh : Nio Tjoe Siang
26-Apr-2015, 03:49 WIB


 
 
Kelenteng Tertua di Bandung
KabarIndonesia - Bandung, Dari sejak Penulis lahir hingga usia 19 tahun, Penulis tinggal di Jalan Kelenteng - Bandung yang berhadapan langsung
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Sakit Hati Dipolisikan 04 Apr 2015 11:06 WIB

 
Tunggu Aku Sebentar 24 Apr 2015 08:38 WIB

Akik 24 Apr 2015 08:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
RESENSI NOVEL: Let Me Be With You 04 Apr 2015 10:55 WIB

 

 
 
DAERAH

Pegawai Pemda Pakai Seragam Khas Melayu Jambi
Oleh : Sunarto | 20-Jan-2010, 21:15:34 WIB

KabarIndonesia - Dalam upaya memasyarakatkan budaya Melayu Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi memutuskan bahwa setiap hari Rabu mulai tahun 2010 ini pegawainya diwajibkan memakai seragam pakaian  khas Melayu Jambi.   

Seperti terlihat pada Rabu (20/01) terlihat semua Pegawai negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Provinsi Jambi telah memakai seragam pakaian melayu Jambi, karyawannya memakai baju teluk belango lengkap dengan peci hitamnya, sedangkan karyawatinya memakai baju kurung dengan bawahan kain batik Jambi, lengkap dengan aksesorisnya, termasuk tengkuluk.   

Pemakaian seragam kerja baju melayu Jambi ini telah ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Jambi No.7/ Kep.Gub/ ORG/ 2010, tanggal 15 Januari 2010, tentang pakaian dinas, batik dan pakaian khas Melayu Jambi di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jambi. 

Berdasarkan SK Gubernur tersebut, ketentuan seragam PNS di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi terdiri dari, hari Senin memakai seragam Linmas lengkap dengan atribut yang telah ditetapkan, Selasa seragam Pemda lengkap dengan atribut yang telah ditetapkan, Rabu pakaian khas Melayu Jambi dengan aksesoris khas daerah Jambi, hari Kamis baju batik khas Jambi dengan bahwahan warna gelap, dan Jumat seragam olahraga.   

Sedangkan untuk Instansi atau Unit Pelayanan Teknis daerah seperti petugas lapangan Dinas Pehubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, rumah sakit dan unit pelayanan masyarakat lainnya dapat menyesuaikand engan pakaian pada instansi atau unit kerjanya masing-masing.   

Yang dimaksud dengan tekuluk sendiri adalah tutup kepala khas Melayu Jambi, yang akhir-akhi ini kembali dimasyarakatkan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Ratu Munawwaroh yang tidak lain adalah istri Gubernur Jambi, dan saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jambi, yang sangat gencar menggali kembali budaya Melayu Jambi, berbagai upaya telah dilakukannya, mulai dari mensosialisasikannya sampai  di tingkat pusat bahkan manca Negara.   

Upaya mengembalikan kejayaan budaya Melayu Jambi ini dilakukan dengan melakukan peragaan dan pameran, baik di daerah, di Jakarta bahkan di beberapa Negara bagian Amerika, termasuk di gedung PBB di New York pada bulan September 2009 yang lalu dan mendapat dukungan banyak pihak, termasuk Ketua Dekranas Herawati Hasan Wirayudha ketika itu, dan untuk itu pada peringatan hari jadi 53 Provinsi Jambi, Ketua dekranasda Provinsi Jambi telah meluncurkan buku tentang tengkuluk. 

Pada Kesempata peluncuran buku tersebut Ketua Dekranasda Provinsi Jambi menyampaikan, bahwa gagasan untuk menerbitkan buku tekuluk Jambi ini adalah, didasari pengamatan adanya sebuah budaya yang memiliki nilai luhur yang ada di Jambi yang sering terlihat di daerah-daerah dalam Provinsi Jambi ini, dan dalam hal ini tekuluk.   

Dijelaskan Ratu Munawwaroh bahwa tekuluk adalah tutup kepala, yang juga sering disebut takuluk atau kuluk, dalam buku yang diluncurkan malam ini baru ada 42 jenis, tetapi sesungguhnya masih banyak lagi, ada yang berpendapat tekuluk Jambi ini ada 60 jenis dan bahkan ada yang menyembutkan sampai 80 jenis, jadi sungguh sangat luar biasa, Jambi menyimpan sebuah budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sangat luhur. 

Berkaitan dengan adanya keharusan memakai seragam baru ini terlihat tidak ada yang mempermasalahkan, bahkan Ny. Retnowuli Astuti salah seorang karyawati Pemda Provinsi Jambi menyatakan sangat bangga, “Saya senaang dan bangga dengan pakaian Melayu Jambi ini, selain menutup aurat, juga dapat melestarikan budaya leluhur, sehingga anak cucu kita mendatang tetap mengenal budaya leluhurnya.”

Namun Ny. Retno Wuli Astuti berharap agar dapat seragam, “Kiranya pakaian khas Melayu Jambi yang dikenakan saat ke Kantor ini bisa seragam, baik motif maupun warnanya, tidak seperti saat ini beraneka ragam, sesuai dengan apa yang dimilki,” ujarnya. (*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Bandung menjelang Konferensi Asia Afrikaoleh : Joseph Bangsawan
25-Apr-2015, 03:33 WIB


 
  Bandung menjelang Konferensi Asia Afrika Payung warna warni bergantungan di sepanjang jalan Oto Iskandardinata, mulai dari Jalan Suniaraja sampai Sudirman. Sesaat setelah jalan dibuka kembali untuk umum, masyarakat menyempatkan untuk berhenti dan berfoto dengan latar payung warna warni.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ada Apa dengan Kartini? 24 Apr 2015 08:21 WIB

 

 
 

 
Sejarah Maung Bandung - PERSIB 23 Apr 2015 10:30 WIB


 

 
Asal-Muasal Nama Bandoeng 23 Apr 2015 04:54 WIB

 
Mobil, Buku, Soekarno dan Mandela 16 Apr 2015 14:11 WIB

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia