KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Jaringan Irigasi Embung Manubulu dan Bapalama Rusak Berat

 
DAERAH

Jaringan Irigasi Embung Manubulu dan Bapalama Rusak Berat
Oleh : | 23-Jan-2010, 02:17:09 WIB

KabarIndonesia – Hasil pantauan tim kunjungan kerja (Kunker) DPRD Provinsi NTT terhadap proyek irigasi yang dibiayai APBN dan APBD Provinsi NTT di kabupaten Rote Ndao, mendapatkan jaringan irigasi embung Manubulu dan Bapalama di Kecamatan Rote Tengah diduga dikerjakan asal jadi. Buktinya, jaringan irigasi di dua lokasi proyek tersebut saat ini rusak. Pihak pemilik proyek yakni Dinas PU provinsi NTT diminta mengunjungi proyek tersebut dan mendesak kontraktor memperbaiki bagian yang rusak.

Demikian keterangan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD NTT, Nixon PYA Messakh, S.H dan Ketua Fraksi Gabungan NTT Sejahtera DPRD NTT, Sommy Pandie kepada wartawan ketika ditemui Ba’a, Jumat (22/1) siang.

Menurut Messakh dan Pandie, rusaknya jaringan irigasi proyek yang dikerjakan dengan dana miliaran rupiah tersebut diketahui saat mereka melakukan kunjungan kerja dan peninjauan pelaksanaan proyek-proyek yang didanai oleh APBN dan APBD provinsi NTTdi wilayah Rote Ndao, Kamis (21/1) siang.

“Kegiatan kunjungan kami di Rote Ndao ini adalah melakukan sosialisasi Perda Provinsi NTT di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Selain itu, kami juga melakukan peninjauan proyek-proyek propinsi yang ada di wilayah ini. Hasil peninjauan kami ke lapangan, adanya temuan dua proyek irigasi tersebut yang rusak tersebut,” kata Messakh.

Menurut Messakh, proyek irigasi Manubulu dikerjakan dengan dana sekitar Rp 700-an juta oleh kontraktor CV Liberti. Tapi saat ini sekitar 20 meter saluran irigasinya patah sehingga saluran irigasi menjadi tidak bisa berfungsi, dan tidak dinikmati oleh pesawah di daerah aliran embung Manubulu. Sementara proyek irigasi di Bapalama dikerjakan dengan dana sekitar Rp 9  miliar lebih, juga saluran irigasinya rusak sekitar 20 meter sehingga mengganggu fungsi saluran irigasi secara keseluruhan.

“Yang membuat saluran irigasi tersebut rusak karena dibangun diatas tumpukan tanah atau urugan yang tidak dipadatkan secara baik. Sehingga, begitu terkena aliran air hujan sedikit saja langsung rusak. Dan hal itu sama terjadi di dua lokasi proyek. Mengapa pekerjaan bisa seperti ini, kami minta pihak pemilik proyek yakni Dinas PU Provinsi NTT turun ke lokasi,” tambah Ketua Fraksi Gabungan NTT Sejahtera DPRD NTT, Somi Pandie.

Pandie mengatakan, adanya pekerjaan proyek irigasi yang terkesan tidak kuat dan diduga tidak sesuai bestek terjadi karena tidak ketatnya pengawasan dari konsultan. Sehingga proyek irigasi ini harus segera diperbaiki apalagi  saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Karena jika proyek irigasi ini mubasir maka masyarakat petani sekitar akan mengalami kerugian yang besar.

“Pada waktu kunjungan kami November 2009, kami mendapatkan informasi dari para pekerja bahwa konsultan pengawasnya jarang ada di tempat. Ini khan jelas tidak bisa mengawasi apakah proyek ini dikerjakan sesuai bestek apa tidak. Kenyataannya sekarang baru dibangun tapi sudah rusak. Untuk itu kami minta Dinas PU Provinsi NTT untuk bertanggungjawab menyuruh kontraktor memperbaiki kembali karena masih dalam masa pemeliharaan,”  kata Pandia singkat.

Untuk diketahui, tim DPRD Provinsi NTT yang berkunjung ke Rote Ndao terdiri dari Nixon PYA Messakh dan Sommy Pandie itu didampingi oleh dua orang staf Setwan Provinsi NTT, masing-masing Carlos Amos Pah dan Thomas Ngaji. Sementara dinas teknis tidak ikut mendampingi tim tersebut. (frangky johannis)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi.kabarindonesia@gmail.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia