KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKSPI Tolak Kenaikan BBM oleh : Bambang
29-Aug-2014, 10:55 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Konfeserasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dengan tegas menolak keras kenaikan (penyesuaian) harga BBM (diprediksi Premium naik menjadi Rp 8.000 sampai Rp 8.500) per liter, terkait desakan pemerintahan transisi yang ada di Jalan Situbondo, Menteng Jakpusat pimpinan cawapres
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kucingku dan Gadisku 13 Aug 2014 15:52 WIB

PINTU 12 Aug 2014 14:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

 
 
DAERAH

Kemelut di RSU dr. Slamet Garut
Oleh : Ir. Mohamad Faridudin | 07-Feb-2010, 01:20:59 WIB

KabarIndonesia - Bermula dari kesulitan berlarut-larut pengadaan barang, yaitu obat-obatan dan peralatan medis bagi kebutuhan pasien, terkuaklah berbagai permasalahan manajerial di tubuh Badan Pengelola (BP) RSU dr. Slamet Garut. Para tenaga pelaksana lapangan, dokter, bidan, perawat sampai tenaga adminstratif.  Awalnya hanya menduga terjadi miskomunikasi antara bawahan dan atasan. Akan tetapi setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata persoalan tidak sesederhana itu.

Berbagai macam persoalan di tubuh manajemen mulai bermunculan ke permukaan manakala para staf dan pegawai didorong keprihatinannya terus menggali informasi dan data dari berbagai sumber, terkait persoalan komplik manajemen sampai masalah indikasi korupsi yang berujung adanya pemeriksaan dari kepolisian dan kejaksaan.

Sangat disayangkan, penanganan masalah terkesan lambat, sepertinya ada upaya-upaya menyelamatkan oknum para koruptor dengan berbagai cara. Pimpinan yang diduga bermasalah tetap dipertahankan pada posisinya.  Bahkan dengan mencuatnya bukti-bukti indikasi adanya korupsi yang dilakukan si oknum tersebut, bukannya mengamputasi atau merampingkan manajemen, akan tetapi unsur pimpinan malah semakin ditambah.

Terkesan direktur RSU dr. Slamet Garut bukannya menyelesaikan masalah, akan tetapi seperti mencari pembenaran dengan berupaya mencari dukungan, pembuktian semu serta pembelaan ke sana kemari. Rekayasa akhirnya menjadi pilihan. Contoh kasus: Demi alasan legitimasi, pelaksanaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), presentasi dengan pemerintah daerah pun menggunakan jasa konsultan, bukannya pegawai RSU sendiri yang dikedepankan.

Tentu saja dari kejadian ini dapat diduga merupakan kesalahan manajemen yang terjadi dapat ditutup rapat-rapat, sehingga persoalan yang sebenarnya menjadi tersamarkan. Perubahan manajemen yang diharapkan para pegawai seakan-akan jalan di tempat, sedangkan persoalan yang melilit semakin lama semakin bertambah rumit dan kompleks. Betapa tidak? Urusan pengadaan barang menjadi selalu tersendat dan terlambat. Hal-hal yang sebenarnya cukup mudah diselesaikan menjadi sulit untuk dilakukan. Sampai pernah kejadian pasien dipulangkan sebelum waktunya disebabkan ketiadaan obat dan peralatan medisnya.

Demikian dikatakan Sekjend LSM Gerbang (Gerakan Reformasi Anak Bangsa), Irfan, panjang lebar tatkala dimintai komentarnya tentang kemelut yang terjadi di RSU dr. Slamet Garut, dan diiyakan beberapa pegawai di sana yang dimintai kesaksiaannya.

Ditambahkan oleh  beberapa pegawai RSU dr. Slamet; "Kami tidak mempermasalahkan perubahan manajemen menjadi BLUD, hanya tolong prosesnya lebih aspiratif dan demokratis."

Kemudian masalah pengadaan barang dikatakannya agar jangan disamakan tender dan lelang di rumah sakit dengan lembaga lain.  Diupayakan ada flesibilitas karena rumah sakit mengurus orang, bukan benda.

Sementara itu Direktur RSU dr. SLAMET, dr. Widjayanti Utoyo dengan cukup terperinci menjelaskan pada Pewarta HOKI berbagai persoalan yang terjadi  di lembaganya.  Kata beliau, "Segala macam kebijakan yang ditempuhnya sudah disesuaikan  dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Pihak manajemen setiap akan mengambil keputusan sekecil apapun keputusan itu selalu dibicarakan dan dimusyawarahkan terlebih dahulu."

Ketika disinggung tentang aturan pengadaan barang, dr. Widjayanti menjawab, "Kami melaksanakannya sesuai Juklak dan Juknis yang berlaku, yakni mengacu pada Kepres No. 80 Tahun 2008 tentang Pengadaan Jasa dan Barang melalui tender dan lelang.

Selain itu ketika dimintakan komentarnya terkait pembenahan SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) RSU dr. Slamet yang ramai menjadi sorotan publik, Widjayanti Utoyo menjelaskan, "Perubahan SOTK, apalagi menyangkut penggantian pejabat eselon 3 (Direktur, Wakil Direktur dan Manajer-manajer Operasional lainnya) sepenuhnya kewenangan Pemkab, dalam hal ini Bupati Garut."

Ditegaskan dr. Widjayanti, "Semua yang terjadi di RSU dr. Slamet Garut adalah semata-mata miskomunikasi. Bahkan dari beberapa kali pemeriksaan dan auditing pihak-pihak terkait (Kepolisian, Kejaksaan, BPKP, Inspektorat, dan lain-lain) ke RSU dr. Slamet, mereka menyatakan, “Tidak ada masalah apapun di RSU, semuanya sudah beres!. Kami pihak manajemen akan melakukan berbagai upaya lebih menyosialisasikan segala keputusan manajemen lebih intens lagi."

Di akhir perbincangan, bahkan dengan sedikit canda, beliau berkata, "Kalau tidak bersalah kenapa takut? Itu semua merupakan bahan introspeksi buat kami."(*)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Bendera HUT RI-69oleh : Gholib
22-Aug-2014, 08:56 WIB


 
  Upacara Bendera HUT RI-69 Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69, 17 Agustus 2014, puluhan anggota pecinta kereta api dan pegawai PT. KAI melakukan upacara bendera di pelataran gedung Lawang Sewu Semarang, Jateng, dengan memakai baju dan atribut pejuang tempo dulu.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB

 

 

 

 
Perang Bintang Di MILO Camp 29 Aug 2014 10:57 WIB


 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Ajang Kreatif dan Inovatif 20 Aug 2014 18:54 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia