KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSelalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam oleh : Iin Suwandi
25-Aug-2015, 14:17 WIB


 
 
Selalu Siap Hadapi Kemungkinan Terjadinya Bencana Alam
KabarIndonesia - Akhir akhir ini bencana alam selalu mewarnai kabar di media massa di tanah air kita, terutama berita mengenai bencana alam meletusnya Gunung Raung, Gunung Gamalama, serta Gunung Sinabung. Letusan Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, sempat menimbulkan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sop Merah 19 Aug 2015 12:53 WIB

Renung Rembulan Tertutup Awan 10 Aug 2015 13:52 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Wow "Bigbang" Spektakuler 10 Aug 2015 13:51 WIB

 
Gaun Terbuat dari Roti? 21 Aug 2015 19:08 WIB


 

Sinabung Meletus Lagi, Kejutkan Pakar Vulkanologi

 
DAERAH

Sinabung Meletus Lagi, Kejutkan Pakar Vulkanologi
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 01-Sep-2010, 02:13:27 WIB

Setelah letusan pertama Minggu dini hari. Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara kembali menyemburkan lava dan abu vulkanik pada hari Senin.

KabarIndonesia - Pemerintah menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian  baru untuk memecah kepadatan jumlah pengungsi  yang terus meningkat setelah letusan kedua Gunung Sinabung Senin pagi.  Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan jumlah pengungsi  sudah  mencapai lebih dari 21 ribu orang dan diperkirakan akan terus bertambah.
 

Pengungsi Butuh Bantuan

Menurut Juru Bicara BNPB Prijadi Kardono tercatat delapan wilayah kantong pengungsi. Sebagian besar pengungsi ditampung di tempat terbuka, seperti lapangan dan jambur atau pendopo yang ada di desa-desa dan kecamatan sekitar Gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara. 

"Jadi dari gedung-gedung yang digunakan ini masih terlalu padat juga. Kami sekarang mulai mengirimkan tenda-tenda. Nanti kemungkinan akan ada pemecahan pengungsi.  Sebagian nanti ada di lapangan.  Kita dirikan tenda-tenda di sana, sebagian ada di gedung-gedung itu.  Ini supaya agak sedikit nyaman, sejak kemarin tenda-tenda juga sudah kita kirimkan.  Ada tenda, selimut, HT untuk komunikasi itu juga sudah kita kirimkan ke sana," jelas beliau. 

Prijadi Kardono mengungkapkan hari Senin tersebut  sejumlah bantuan seperti makanan, masker dan obat-obatan sudah mulai sampai ke lokasi.  Tim SAR juga hampir menyelesaikan  evakuasi bagi warga yang tinggal dalam radius bahaya  sekitar enam kilometer dari gunung Sinabung dan memindahkannya ke tempat pengungsian yang aman.

"Meski demikian, sejumlah pengungsi harus menghuni  tempat pengungsian yang tidak layak. Selain lokasinya  terbuka dan  rawan debu vulkanik, sebagian besar lokasi pengungsian  tak memiliki sanitasi yang layak," ungkap  Koordinator Penggulangan Pengungsi, Sabar Perangin-angin.  Lanjutnya pula, "Sebagai contoh, jambur toiletnya hanya ada 2 buah karena selama ini tak dipakai terus-menerus.  Ini penghuninya 3 ribu, tidak memungkinkan toiletnya sejumlah itu.  Tapi saat ini sudah dibangun dari pihak Polri dan Angkatan Darat. Kalau selimut sudah diterima tapi tempat tidurnya, karpet segala.  Tikar-tikarnya itu masih dibutuhkan."


Penglasifikasian Baru Gunung Berapi

Gunung Sinabung yang terletak 90 kilometer dari Kota Medan, terakhir meletus pada tahun 1600 lalu.  Pemerintah kemudian memasukan gunung ini ke dalam tipe B dan mengurangi aktivitas pemantauannya seperti pada gunung berapi aktif lain. Karena itu, letusan pada Minggu dan Senin ini sangat mengejutkan para ahli dan menyulitkan perkiraaan kapan gunung ini akan  normal kembali.

Kepala Bidang Evaluasi Potensi Bencana Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gatot Mochamad Soedrajat mengakui, pihaknya masih memerlukan data lanjutan untuk memperkirakan, kapan gunung ini kembali normal. Betapapun ia mengungkapkan, pemerintah mengubah kebijakannya menyangkut klasifikasi gunung berapi  setelah letusan gunung Sinabung  ini.

"Tadi malam juga kita rapat. Sekarang akan kita ambil satu kebijakan lagi bahwa Gunung Api Type B akan kita pantau menjadi prioritas.  Jadi nanti semua gunung api  Type B itu akan kita tingkatkan untuk dimonitor juga. Sekarang Type B itu ada sekitar 30-35-an, tak  bisa disebutkan tiap provinsi tapi tersebar di seluruh Indonesia," jelasnya.

Gunung berapi tipe B adalah gunung berapi yang sudah beratus-ratus tahun tidak terdeteksi aktivitas vulkanisnya, namun masih memiliki potensi meletus setiap saat. Indonesia, adalah negera dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia, dengan jumlah sekitar 130 gunung berapi aktif. (*)


Dilaporkan oleh Zaki Amrullah dari Deutsche Welle.
http://www.dw-world.de/dw/article/0,,5955630,00.html



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabaioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
24-Aug-2015, 21:26 WIB


 
  Menguras Keringat, Menuai Hoki Bertanam Cabai Bertanam cabai merah itu ibarat berjudi. Kadang kalah ketika harga cabai lagi menukik, tapi tak jarang ketika lagi hoki, menang telak saat harga meroket, seperti terhadi akhir-akhir ini. Filosofi itu dianut keluarga Lomo Hutabarat yang sudah sering mengalami naik turunnya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pergeseran Peta Konflik Dunia 25 Aug 2015 14:35 WIB

 
Pisah Sambut DANREM 044/GAPO 25 Aug 2015 14:40 WIB


 

 
Pertamina Dukung GIIAS 2015 13 Aug 2015 13:27 WIB

 

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

 

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 
Ford "SYNC The Day" 24 Aug 2015 04:38 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia