KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikRENUNGAN: Krisis Moneter Indonesia 1998 oleh : Wahyu Barata
30-Jul-2014, 02:41 WIB


 
  KabarIndonesia - Setelah beberapa dekade terbuai oleh pertumbuhan yang sangat mengagumkan, di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sangat hebat hingga menjadi tragedi. Keadaannya berlangsung sangat tragis dan tercatat sebagai periode paling suram dalam sejarah perekonomian Indonesia. Mungkin kita akan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Terima Kasih dari Pengguna Jasa 28 Jul 2014 11:56 WIB

Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB

 

Sinabung Meletus Lagi, Kejutkan Pakar Vulkanologi

 
DAERAH

Sinabung Meletus Lagi, Kejutkan Pakar Vulkanologi
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 01-Sep-2010, 02:13:27 WIB

Setelah letusan pertama Minggu dini hari. Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara kembali menyemburkan lava dan abu vulkanik pada hari Senin.

KabarIndonesia - Pemerintah menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian  baru untuk memecah kepadatan jumlah pengungsi  yang terus meningkat setelah letusan kedua Gunung Sinabung Senin pagi.  Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan jumlah pengungsi  sudah  mencapai lebih dari 21 ribu orang dan diperkirakan akan terus bertambah.
 

Pengungsi Butuh Bantuan

Menurut Juru Bicara BNPB Prijadi Kardono tercatat delapan wilayah kantong pengungsi. Sebagian besar pengungsi ditampung di tempat terbuka, seperti lapangan dan jambur atau pendopo yang ada di desa-desa dan kecamatan sekitar Gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara. 

"Jadi dari gedung-gedung yang digunakan ini masih terlalu padat juga. Kami sekarang mulai mengirimkan tenda-tenda. Nanti kemungkinan akan ada pemecahan pengungsi.  Sebagian nanti ada di lapangan.  Kita dirikan tenda-tenda di sana, sebagian ada di gedung-gedung itu.  Ini supaya agak sedikit nyaman, sejak kemarin tenda-tenda juga sudah kita kirimkan.  Ada tenda, selimut, HT untuk komunikasi itu juga sudah kita kirimkan ke sana," jelas beliau. 

Prijadi Kardono mengungkapkan hari Senin tersebut  sejumlah bantuan seperti makanan, masker dan obat-obatan sudah mulai sampai ke lokasi.  Tim SAR juga hampir menyelesaikan  evakuasi bagi warga yang tinggal dalam radius bahaya  sekitar enam kilometer dari gunung Sinabung dan memindahkannya ke tempat pengungsian yang aman.

"Meski demikian, sejumlah pengungsi harus menghuni  tempat pengungsian yang tidak layak. Selain lokasinya  terbuka dan  rawan debu vulkanik, sebagian besar lokasi pengungsian  tak memiliki sanitasi yang layak," ungkap  Koordinator Penggulangan Pengungsi, Sabar Perangin-angin.  Lanjutnya pula, "Sebagai contoh, jambur toiletnya hanya ada 2 buah karena selama ini tak dipakai terus-menerus.  Ini penghuninya 3 ribu, tidak memungkinkan toiletnya sejumlah itu.  Tapi saat ini sudah dibangun dari pihak Polri dan Angkatan Darat. Kalau selimut sudah diterima tapi tempat tidurnya, karpet segala.  Tikar-tikarnya itu masih dibutuhkan."


Penglasifikasian Baru Gunung Berapi

Gunung Sinabung yang terletak 90 kilometer dari Kota Medan, terakhir meletus pada tahun 1600 lalu.  Pemerintah kemudian memasukan gunung ini ke dalam tipe B dan mengurangi aktivitas pemantauannya seperti pada gunung berapi aktif lain. Karena itu, letusan pada Minggu dan Senin ini sangat mengejutkan para ahli dan menyulitkan perkiraaan kapan gunung ini akan  normal kembali.

Kepala Bidang Evaluasi Potensi Bencana Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gatot Mochamad Soedrajat mengakui, pihaknya masih memerlukan data lanjutan untuk memperkirakan, kapan gunung ini kembali normal. Betapapun ia mengungkapkan, pemerintah mengubah kebijakannya menyangkut klasifikasi gunung berapi  setelah letusan gunung Sinabung  ini.

"Tadi malam juga kita rapat. Sekarang akan kita ambil satu kebijakan lagi bahwa Gunung Api Type B akan kita pantau menjadi prioritas.  Jadi nanti semua gunung api  Type B itu akan kita tingkatkan untuk dimonitor juga. Sekarang Type B itu ada sekitar 30-35-an, tak  bisa disebutkan tiap provinsi tapi tersebar di seluruh Indonesia," jelasnya.

Gunung berapi tipe B adalah gunung berapi yang sudah beratus-ratus tahun tidak terdeteksi aktivitas vulkanisnya, namun masih memiliki potensi meletus setiap saat. Indonesia, adalah negera dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia, dengan jumlah sekitar 130 gunung berapi aktif. (*)


Dilaporkan oleh Zaki Amrullah dari Deutsche Welle.
http://www.dw-world.de/dw/article/0,,5955630,00.html



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Miniatur Masjid Bahan Bekasoleh : Johanes Krisnomo
25-Jul-2014, 00:40 WIB


 
  Miniatur Masjid Bahan Bekas Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, mengundang kreatifitas untuk membuat karya unik berupa minatur sebuah masjid dari barang-barang bekas seperti kardus, kaleng dan bola plastik. Contohnya, Rudi Iskandar (38 thn), karyawan PT. Ultrajaya di Padalarang, Bandung, menyumbangkan hasil karyanya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB


 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia