KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilDian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia oleh : Robert - Hoki
15-Sep-2014, 11:02 WIB


 
 
Dian Ediono, GM Garuda Indonesia dan Gaya Kepemimpinan Indonesia
KabarIndonesia - Belanda, Kompetisi bisnis antar maskapai penerbangan di Indonesia tergolong tinggi. Pasalnya banyak perusahaan swasta, asing dan milik negara yang memperebutkan pelanggan.
Kesuksesan Garuda Indonesia, sebagai salah satu perusahaan berpelat merah (milik negara) yang bergerak dalam dunia penerbangan dalam negeri
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Polisi Gadungan Ditembak Polisi 11 Sep 2014 04:52 WIB


 
Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

Pergi 12 Sep 2014 12:44 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 
 
DAERAH

Empat Lawang Rawan Perampokan
Oleh : Syamsul Fikri | 24-Feb-2011, 21:15:43 WIB

KabarIndonesia - Dalam kurun waktu lima bulan terakhir, wilayah hukum Kabupaten Empat Lawang, tergolong salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang mulai rawan terhadap kasus tindak kriminalitas. Aksi perampokan dan penodongan hampir setiap hari terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat setempat.

Maraknya aksi perampokan tidak dapat diketahui secara pasti bila hanya mengandalkan laporan masyarakat terhadap aparat kepolisian. Akan tetapi, maraknya kasus perampokan ini dapat diketahui bila berkunjung langsung ke Kabupaten Empat Lawang. Sebagian besar para korban tidak melaporkan kasus yang telah menimpanya, lantaran masih mengikuti budaya main tebus terhadap para tersangka pelaku.

Kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus yang menimpanya ke aparat kepolisian bukan tidak beralasan. Mereka (para korban, red) enggan melapor dikarenakan lambannya aparat kepolisian dalam mengungkap kasus laporan masyarakat.

Ragam pendapat dilontarkan masyarakat tatkala ditanya alas an kenapa mereka tidak melapor ke aparat kepolisian. Ada yang berpendapat kalau mereka percuma melaporkan kejadian yang menimpanya, karena polisi dianggap tidak akan serius menangani kasus mereka. Ada pula yang beranggapan kalau polisi tidak pernah menindaklanjuti kasus yang mereka laporkan.

‘'Untuk apa melapor ke polisi kalau kasus perampokan yang menimpa kita tidak juga terungkap. Karena kami menganggap polisi khususnya yang ada di Kabupaten Empat Lawang kewalahan menangani banyaknya kasus tindak kriminalitas seperti perampokan, penodongan dan pencurian. Sedangkan personil polisinya sangat minim,'' ungkap Manto, warga Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumsel.

Menurut Manto, keengganan masyarakat melapor ke polisi juga dikarenakan masih membudayanya aksi main tebus antara jaringan pelaku dengan korban. Dengan cara main tebus, masyarakat lebih memilih mengeluarkan sejumlah uang untuk menebus barang miliknya yang dirampok pelaku ketimbang melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi.

‘'Karena masyarakat menilai dengan cara main tebus, maka barang ataupun kendaraan yang dirampok bisa kembali di temukan. Kalau melapor ke polisi terkadang masyarakat telah mengeluarkan uang, tetapi jangankan harta yang hilang  bisa kembali ditemukan, tapi justru kasusnya pun tidak terungkap sama sekali,'' ujarnya.

Melihat maraknya berbagai kasus tindak kriminalitas yang terjadi akhir-akhir ini, hendaknya menjadi perhatian jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Karena dengan belum terbentuknya kepolisian resort (Polres) sebagaimana terbentuk di kabupaten lain di Sumsel, maka personil polisi tentu sangat minim. ‘'Sudah sewajarnya pembentukan Polres segera dilakukan, mengingat pertumbuhan penduduk di kabupaten termuda di Sumsel ini sangat pesat dan kasus tindak kriminalitas juga telah menjadi momok menakutkan ditengah-tengah masyarakat,'' tegasnya.

Dari hasil pendataan dilapangan, para korban perampokan umumnya adalah para pengendara kendaraan roda dua yang melintasi wilayah kecamatan. Daerah yang dikenal cukup rawan terjadi perampokan, yakni wilayah Kecamatan Ulu Musi, Pendopo, Muara Pinang, Lintang Kanan dan Pasemah Air Keruh (Paiker). Di lima wilayah Kecamatan ini, kasus perampokan hampir setiap hari terjadi.

Menanggapi maraknya kasus perampokan ini, anggota Komisi I DPRD Empat Lawang M Holil mengatakan lambannya pembentukan Polres Empat Lawang sangat berdampak pada perekonomian masyarakat dan perkembangan pembangunan kabupaten dengan semboyan Saling Keruani Sangi Kerawati. ‘'Kurang amannya suatu wilayah tentu akan berdampak kurang baiknya perekonomian masyarakat. Disamping itu pembangunan tidak dapat berkembang dengan cepat, karena ada rasa enggan terhadap para investor untuk menanamkan modalnya di Empat Lawang. Investor sudah jelas takut,'' tegas Holil.

Dikatakannya, pembentukan Polres Empat Lawang seharusnya sudah dilakukan sejak kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Lahat ini diresmikan  menjadi kabupaten defenitif 20 April 2008 silam. ‘'Kami juga heran kenapa Polres belum terbentuk, apa mungkin kurangnya lobby para pimpinan di pemerintahan Kabupaten Empat Lawang sehingga pucuk pimpinan Polri sebaliknya kurang memperhatikan perlunya pembentukan Polres,'' sindirnya.

Selaku wakil rakyat, Holil meminta kepada jajaran Polri hendaknya dapat memikirkan situasi keamanan wilayah Kabupaten Empat Lawang yang akhir-akhir ini semakin rawan tindak kriminalitas. ‘'Sekali lagi kami berharap Polres Empat Lawang segera dibentuk, karena bila tetap dengan kondisi seperti sekarang ini kamtibmas akan terus mengganggu ketenangan warga,'' ujarnya.

Bila memperhatikan kondisi wilayah Kabupaten Empat Lawang yang memiliki luas wilayah 2.256,44 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 216.422 jiwa yang tersebar pada 154 desa/kelurahan, suatu hal yang sudah tidak memungkinkan hanya mengandalkan pengamanan dari aparat kepolisian sektor (Polsek) yang jumlah personilnya jauh lebih minim.

Sebagaimana diketahui, untuk mewujudkan terbentuknya Polres, jajaran pemerintahan kabupaten (Pemkab) Empat Lawang telah menyiapkan lokasi strategis dan akan mendukung penuh pembangunan markas kepolisian resort (Mapolres) tersebut. ‘'Kita dukung sepenuhnya pembangunan Mapolres Empat Lawang. Saat ini kita telah menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan Mapolres itu nanti,'' demikian pernah diungkapkan Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA), ketika menerima kunjungan kerja Kapolda Sumsel ke Kabupaten Empat Lawang.

Malahan untuk lahan yang disiapkan bukan hanya di satu lokasi saja. ‘'Bila lokasi Mapolres cocok di kawasan Talang Gunung atau kawasan Jalan Poros, kita sudah menyiapkan lokasi lahan yang dipastikan cukup untuk dibangun Mapolres berikut asrama,'' ujarnya.

Menyikapi rawannya gangguan kamtibmas, Bupati Budi Antoni menghimbau masyarakat untuk lebih menggiatkan sistem pos pengamanan lingkungan (Poskamling) di desanya masing-masing. ‘'Untuk menjaga keamanan lingkungan tentu bukan hanya tugas polisi saja, masyarakat dihimbau untuk menggiatkan Poskamling agar dapat terhindar dari gangguan kamtibmas,'' himbaunya.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Bisnis Fotocopy Semakin Kreatifoleh : Jumari Haryadi
11-Sep-2014, 11:53 WIB


 
  Bisnis Fotocopy Semakin Kreatif Jika ingin sukses berbisnis, diperlukan ide-ide kreatif dan inovatif agar bisa memenangkan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Tampak sebuah usaha jasa fotocopy di Jalan Cihanjuang, Cimahi (10/09) yang memiliki cara kreatif dalam menarik calon konsumennya yaitu dengan berjualan Alat Tulis
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Desakralisasi Merah 11 Sep 2014 14:51 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Desa di Sumut Butuh Dokter 15 Sep 2014 10:43 WIB


 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia