KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintahan Baru Diharapkan Lebih Perhatikan Daerah oleh : Alex Gunawan
22-Okt-2014, 19:32 WIB


 
  KabarIndonesia - Kasongan, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie berharap di era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan daerah dalam hal pemerataan pembangunan. Hal itu diungkapkan Bupati di sela-sela menyaksikan pertandingan cabang Dayung Porprov X Kalteng 2014 di Sungai
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Polda Jatim Usut Ijasah Bupati Madiun
Oleh : Hendri Wahyu Wijaya | 21-Mar-2011, 05:37:18 WIB

KabartIndonesia - Kasus ijasah milik Muhtarom Bupati Madiun yang dilaporkan tim Forum Komunikasi Antar Lembaga Swadaya (ForKAS) Jawa Timur, mulai diusut. Beberapa petugas Sat Intelkam dan Sat Reskrim Polda Jawa Timur secara bergantian telah diterjukan ke Kabupaten Madiun guna melakukan penyelidikan kasus tersebut.
 
Selain melakukan pul data di lapangan dengan menemui sejumlah saksi-saksi yang mengetahui seputar ijasah Muhtarom, tim Polda juga mendatangi kantor KPUD Kabupaten Madiun di Jl. Suhud Nosingo Kota Madiun, untuk meminta keterangan ketua dan anggota KPUD setempat. Pantauan dilapangan, dua personil Sat Intelkam Polda Jatim datang ke KPUD pada Jumat (18/3) sebelum sholat Jumat.

Sesuai buku tamu KPUD, dua personil tersebut diketahui bernama Asmoro dan Arief dan langsung ditemui oleh Ketua KPUD Kab Madiun Anwar Sholeh Azarkoni dan 4 anggota KPUD lainnya, yakni, Wahyudi, Mahfud Daroini, Heru Kuncahyono dan  Harjono.  Selanjutnya, pada Sabtu (19/3) giliran dua personil dari Unit IV Reskrim Polda Jawa Timur yang turun ke KPUD setempat, diketahui bernama Yulianto (brewok) dan Budi. Keduanya mengendarai mobil Inova warna silver nopol  L 444 DF.

Pada sekitar pukul 10.30 WIB, keduanya terlihat memasuki kantor KPUD dan selanjutnya ditemui Ketua dan 3 orang anggota KPUD Madiun, yaitu, Anwar Sholeh Azarkoni, Wahyudi, Mahfud Daroini dan Heru Kuncahyono. Sayangnya, wartawan tidak bisa mengikuti secara langsung apa yang dibicarakan di ruangan KPUD setempat. Namun dari luar ruangan, mereka tampak terlibat pembicaraan serius menyangkut seputar masalah ijasah dikeluarkan SDN Katawang, Kadeni, Slamet Daroini bin Imam Mukti dan Slamet Daroini bin Imam Madjid.

Setelah mendapatkan sejumlah keterangan, sekitar pukul 13.12 WIB, dua personil Reskrim Polda Jatim keluar dari ruangan KPUD. Namun ketika dikonfirmasi, keduanya enggan memberikan keterangan yang kongkrit. Mereka hanya mengakui, jika dirinya dari Polda Jatim.

“Ya, kami dari anggota Polda Jatim. Tadi habis dari lapangan langsung ke kantor KPUD, ya cuma mampir saja nggak ada apa-apa,” terang Budi sebelum memasuki mobil yang terparkir dihalaman kantor KPUD. 

Secara terpisah, Ketua KPUD Kabupaten Madiun Anwar Sholeh Azarkoni dikonfirmasi membenarkan, jika selama dua hari ada empat personil tim Polda Jatim yang datang menemuinya secara bergiliran.

“Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi tentang mekanisme dan tahapan Pemilukada. Kalau dugaan soal ijazah palsu, mereka (tim polda, red), sudah mengkalirifikasinya sendiri ke pihak berkompeten. Setelah itu terus ngobrol biasa,” ujarnya.
 
Diketahui sebelumnya, kasus ijasah SD/MTsN/MA milik Muhtarom diduga palsu terkuak, setelah tim ForKAS Jatim dikomandani H. Jusuf Notorahardjo menyerahkan berkas laporan nomor ForKAS/K/1/2011 ke Kementerian Dalam Negeri, Departemen Pendidikan, Departeman Agama,  Mabes Polri dan Polda Jatim.

Laporan ke Mabes tanggal 27 Januari dan tanggal 30 Januari diterima oleh Kasub Bag Ops Bareskrim Mabes Polri AKBP Beny dengan nomor Register: 721.83.43.

Tim ForKAS mengungkap ada 19 titik kejanggalan ijazah Muhtarom. Mulai dari tanggal dan tahun pengeluaran ijazah, tanggal/bulan kelahiran yang dicoret, stempel ijazah SD oval, nomor ijazah SD cetakan tidak jelas, pengesahan ijazah SD dikeluarkan 31 Desember, cap tiga jari tidak menyentuh foto, jumlah nilai ijazah, sampai foto, tulisan dan ejaan ijazah MTsN, dan perbedaan nama antara ijazah SD dengan MTs, dan MA, perbedaan tahun kelahiran SD dan MTsN.

Daftar nilai ijazah MTsN dalam hal nilai, jumlahnya salah seharusnya 152, namun tertulis 158. Foto MA, serta foto bukan terbaru tanpa cap tiga jari. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com






 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia