KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalSusi Pudjiastuti, Sosok Kontraversi Namun Sarat Prestasi oleh : Badiyo
31-Okt-2014, 14:31 WIB


 
 
Susi Pudjiastuti, Sosok Kontraversi Namun Sarat Prestasi
KabarIndonesia - Usai pengumuman Kabinet Kerja Jokowi-JK, ada satu sosok menteri yang menjadi sorotan dan perhatian publik dan ramai diperbincangkan masyarakat. Sosok itu tak lain adalah Susi Pudjiastuti yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Kajati Kalteng Kunjungi Katingan 30 Okt 2014 19:41 WIB


 
Dia yang di Tepian Kali 30 Okt 2014 09:32 WIB

Tak Habis Pikir Dia 30 Okt 2014 09:29 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Kadisdik Lamteng Dilaporkan ke Kajaksaan
Oleh : Supriyanto | 23-Sep-2011, 08:54:18 WIB

KabarIndonesia - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lampung Tengah (Lamteng) Yuliansyah, di laporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsugih Lampung. Yuliansyah, dituding telah menerima gratifikasi berupa upah pungut (UP) dari PT BPR Eka Bumi Artha terkait dengan pinjaman guru dari bank tersebut.

Yuliansyah diduga menerima UP dari Bank Eka, terkait dengan pinjaman guru mencapai Rp120-130 juta per bulan. Upah pungut pinjamanan yang diterima Yuliansyah pada bulan Mei 2011 dari Kator  Pusat Bank Eka dan Kantor Cabang Bank Eka Bandarjaya mencapai Rp 127.618.630. Dengan perincian, UP dari Kantor Pusat pinjaman guru SD sebesar Rp 53.798.584, pinjaman guru SMP Rp 5.979.549, dan pinjaman guru SMA Rp 6.593.943. Sedang Up dari Kantor Cabang Bank Eka Bandarjaya, pinjamanan guru SD Rp 48.370.770, pinjaman guru SMP Rp 6.272.301, serta pinjaman guru SMA Rp 6.603.483.

Ketua Forum Warga Lampung Tengah (FWLT) Sumarsono, mengatakan, laporan tersebut merupakan upaya penegakan hukum terhadap tindakan semena-mena terhada guru. Pada laporan itu kami minta Kajari menandatangani surat penerimaan laporan (SPL) dan menandatangani surat berkomitmen dalam perkara  tersebut.

"Kami resmi melaporkan perkara gratifikasi ini, kami minta Kajari menandatangani SPL dan berkomitmen segala laporan korupsi, sebab beberapa laporan kami tentang korupsi di kajaksaan ini sampai saat ini belum ada perkembagannya. kami tidak mau perkari gratifikasi ini juga terbengkelai," katanya.

Sementara itu Kejari Gunungsugih, kan mendalami laporan tersebut
terutama terkait dengan UP yang diberikan oleh Bank Eka kepada Kadisdik Yuliansyah.

"Kami akan memaggil pihak Bank Eka terkait pemberian UP kepada Kadis Yuliansyah. pemanggilan tersebut merupakan langkah awal kejaksaan dalam mengumpulakan bahan keterangan (Pulbaket)," kata Kasi Pidsus Amriyansyah mendampingi Kajari Gunungsugih Darmo, Rabu (21/9).

Pemberian UP tersebut, menurut praktisi hukum Sri Mulyono Herlambang, tidak memiliki dasar hukum. Dalam peraturan Bank Indonesia (BI) tidak ada klausul tentang UP, fee atau insentif kepada pihak ketiga terutama kepada pejabat publik.

Pemberian fee itu memang dikenal di dunia perbankan, tapi sifatnya itu internal perbankan dan pihak ketiga seperti bendahara gaji, bukan kepada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) atau kepala dinas. UP kata dia, salah satu faktor penambahan suku bunga pinjaman dari bank, karena UP sendiri tidak dikenal dalam bank. 

Pegawai atau guru harus menunggu bunga yang tinggi, bunga itu sendiri akan dibagi dalam beberapa item termasuk di dalamnya keuntungan bank.

"Guru yang meminjam uang di bank tersebut makin terpuruk, karena secara tidak langsung menanggung UP yang diberikan kepada Kepala Dinas," katanya. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Penjual Pisang Bertelanjang Kakioleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:21 WIB


 
  Penjual Pisang Bertelanjang Kaki Mencari nafkah adalah kewajiban seorang pria terhadap keluarganya. Selain bekerja di sektor formal seperti menjadi PNS dan pegawai swasta, bisa juga dilakukan dengan cara berdagang. Tampak seorang pria tengah membawa pisang yang baru diambil dari kebunnya (16/10/14). Dengan bertelanjang kaki, pria
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 
We Do What We Can Do 30 Okt 2014 09:35 WIB

 
Liga Mahasiswa Kian Bergengsi 29 Okt 2014 23:13 WIB

 

 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia