KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintahan Baru Diharapkan Lebih Perhatikan Daerah oleh : Alex Gunawan
22-Okt-2014, 19:32 WIB


 
  KabarIndonesia - Kasongan, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie berharap di era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan daerah dalam hal pemerataan pembangunan. Hal itu diungkapkan Bupati di sela-sela menyaksikan pertandingan cabang Dayung Porprov X Kalteng 2014 di Sungai
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Heboh Pemukulan Wartawan oleh Oknum TNI AU Pekanbaru
Oleh : Didi Permana | 17-Okt-2012, 13:04:27 WIB

KabarIndonesia- Pekanbaru  Berita jatuhnya pesawat latih Hawk 200 Nomor registrasi TT0212, Senin (15/10/2012) pukul 09.46 WIB di areal lokasi berdekatan dengan Panti Asuhan, jalan Amal Bancah Limbat, wilayah desa Pandau Jaya. Beberapa warga menceritakan kepada wartawan ini bahwa pesawat Hawk tersebut sudah meledak di atas, mengeluarkan asap hitam. Sebelum sampai ke tanah berputar-putar hingga kepala pesawat Hawk ini meluncur ke tanah. Terdengar suara menggelegar bahkan dari radius 500 meter  suara ledakan tersebut terdengar. Pilot pesawat Hawk 200 Letda  Reza Yori Prasetio menekan kursi pelontar untuk menyelamatkan diri.

Warga sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara)  mengira ledakan tersebut berasal dari bom, berbondong-bondong   melihat kejadian pesawat jatuh tersebut. Ada yang mengambil gambar dengan kamera handphone.  Beberapa orang wartawan mengambil foto serta  mengabadikan dengan kamera video sebelum aparat TNI-AU lanud Roesmin Nurjadin datang ke lokasi.

Beberapa menit kemudian barulah datang beberapa mobil pemadam kebakaran dari bandara diiringi beberapa mobil anggota Paskhar TNI-AU yang membawa pasukan.

Maka seketika itu warga berkerumun sedang menyaksikan puing-puing pesawat Hawk 200 terbakar, secara brutal anggota Paskhas TNI-AU memukuli dan merampas HP  warga yang sedang asyik mengambil momen dengan memotret pesawat terbakar tersebut dengan  Handphone berkamera.

Sebagai jurnalis pekerjaan wartawan adalah mencari berita, menulis berita, serta ada wadah untuk memublikasikannya atau menyiarkan kembali melalui media cetak, elektronik (TV), portal berita, radio. Dari informasi yang kami kumpulkan di lapangan, wartawan Harian Riau Pos Didik saat itu sedang mengambadikan gambar dengan kamera video juga beberapa wartawan dari media cetak harian lainnya. Kamera dirampas dari tangan serta dipukuli oleh oknum Paskhas TNI-AU Pekanbaru. Beberapa orang anggota TNI-AU berpakaian sipil mengejar wartawan hingga ada ibu-ibu berteriak lari.

Begitu juga dialami oleh wartawan situs ini saat mengabadikan momen pesawat Hawk 200  Nomor Registrasi TT0212. Saat itu bertepatan beberapa orang mengambil gambar dengan handphone, serta kamera digital pocket. Demi menghindari perampasan kamera yang dilakukan oleh oknum TNI-AU   maka lensa kamera saya lari menimbulkan kerusakan pada lensa kamera foto tersebut. Oknum tersebut mengejar saya, maka terdengarlah  suara teriakan. Agar oknum tersebut berhenti mengejar saya.

Tindakan oknum Komandan paskhas beserta anak buahnya dalam pengamanan pesawat jatuh sangat brutal menyebabkan beberapa orang warga dari  dari kalangan mahasiswa, wartawan  mengalami korban, bibirnya pecah mengeluarkan darah, giginya goyang kena pukul, bahkan kepalanya sakit kena tinju oleh oknum anggota TNI-AU. Hal ini bertentangan dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers di Indonesia, dan UU No.18 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

Arogansi aparat TNI AU ini sebagai bukti bahwa masih banyak pihak-pihak yang belum memahami fungsi dan tugas-tugas wartawan. Padahal dalam menjalani tugas-tugas jurnalistik wartawan itu dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Saya sebagai jurnalis memohon kepada Panglima TNI, Mabes TNI-AU (Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara) sebagai berikut:

1). Segera Proses Hukum oknum Perwira beserta anggota TNI-AU lanud Roesmin Nurjadin pekanbaru saat bertugas di lapangan  mengamankan Pesawat Hawk jatuh bersikap brutal terhadap insan Pers, juga kepada warga masyarakat Indonesia.  Kalau perlu pecat mereka ini dari kesatuan TNI-AU supaya ada efek jera sebagai contoh pembelajaran kepada oknum TNI-AU Khususnya juga TNI umumnya.

2). Sapta Marga sumpah Prajurit selama ini dibaca saat apel tidak diejawantahkan dalam kehidupan sehari-sehari, baik sebagai warga Negara Indonesia maupun sebagai seorang serdadu/prajurit.

3). Bila kejadian ini menimpa keluarga TNI-AU Lanud Pekanbaru bagaimana sikap Anda kena cubit, sakit yang begitu juga  kami rasakan.

4). Kelemahan seorang Pemimpin menahan emosi tidak bisa, bagaimana mau menjadi seorang pemimpin, emosi saja menggebu-gebu. Ada orang yang lihai membangkitkan emosi seseorang apabila oknum tersebut tahu mengalami tekanan darah tinggi. Saya meminta kepada gubernur Lemhanas berikan juga informasi pemahaman Undang-undang Pers No. 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers, juga UU Pers tersebut tidak boleh di bawah keranah hukum,cukup diselesaikan oleh Dewan Pers sebagai penengah. Serta UU No.18  tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik kepada peserta menjalani kursus/menimba ilmu di Lemhanas.

5). Saya meminta tolong kepada komandan minta diperbaiki atau ganti kamera saya, kamera foto tersebut sangat berguna sekali buat saya untuk mata pencaharian (red.mencari makan sebagai fotografer, juga untuk meliput berita).

6). Biaya pengobatan warga, juga wartawan kena pukul ditanggung oleh  TNI-AU Pekanbaru.  Kami dari wartawan daerah Riau   akan melaporkan hal ini ke Mabes TNI-AU dipusat, Panglima TNI, juga ke Presiden Haji SBY.

7). Slogan TNI berasal dari rakyat untuk rakyat, melindungi rakyat, hanya sebagai symbol saja, seperti  contohnya di atas.

8). Selama ini oknum TNI yang berbuat kriminal, perampokan, melanggar disiplin, memukuli  warga dan lain-lain. Hanya menjalankan sidang di mahkamah militer. Masyarakat umum tidak boleh menyaksikan sidang tersebut, hanya tertutup bagi kalangan tertentu saja (red. transparan),  tidak seperti sidang pengadilan umum terbuka untuk semua. Maka dari itu kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia yang  berkantor di senayan segera merevisi, mensahkan Undang-Undang Pengadilan Militer  bila oknum TNI terlibat melanggar disiplin, tersandung kasus criminal (red. perampokan, pemakai narkoba, dan lain-lain) wajib menjalani sidang di kantor pengadilan umum juga menjalani proses hukum, hingga pemecatan.

9). Danlanud (Komandan pangkalan udara) Roesmin Noerjadin Kolonel (Pnb) Bowo Budiarto telah meminta maaf kepada warga, kawan-kawan wartawan atas kebrutalan anggotanya di lapangan.
***

 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia