KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupWALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua oleh : Wahyu Ari Wicaksono
25-Okt-2014, 09:55 WIB


 
 
WALHI: Kabinet Jokowi, Tempatkan Lingkungan Hidup di Bidang Kelas Kedua
KabarIndonesia - Sejak pelantikan 20 Oktober 2014, rakyat Indonesia menunggu dengan bersemangat pengumuman kabinet presiden Jokowi. Pengumuman ini tentunya membawa pesan harapan akan adanya    Pemerintahan yang
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tak Datang 23 Okt 2014 17:37 WIB

Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Eksistensi Angkutan Pelajar Karawang
Oleh : Neng Asmah Ahmad | 13-Mar-2013, 18:55:55 WIB

KabarIndonesia - Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) setempat harus mengumumkan sistem penggunaan mobil angkutan pelajar yang telah dimanfaatkan penerima pinjam pakai selama beberapa tahun ke belakang, Maret bulan ini juga.

Menurut ketentuan lama, operasional angkutan pelajar digunakan untuk mobilitas siswa mengikuti kalender pendidikan, dalam rangka menutup kehadiran belajar, menaikan indeks mutu didik, perubahan absensi siswa, mencegah penggunaan kendaraan di bawah usia, dan kebutuhan pencapaian pendidikan wajib belajar 9 tahun untuk warga Karawang yang wilayahnya sulit terjangkau oleh sarana transportasi umum menuju sekolah.

Demikian diutarakan Riva Arifin, aktifis pendidikan lokal di Karawang, menjawab pertanyaan Kabar Indonesia usai menghadiri kegiatan program Saba Desa di Kecamatan Tempuran, Jumat (/3) akhir pekan lalu yang di dalamnya melibatkan pula keterwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Disdikpora setempat di bawah kendali Agus Supriatman dan Wawan Setiawan.

Kedua pejabat yang selaku kepala dinas (Agus Supriatman) dan sekdisnya (Wawan Setiawan), menurut Arifin, perlu menjelaskan tentang luwesnya penerima manfaat angkutan pelajar menggunakan operasional tersebut kini sesuai sasarannya yang sudah diprogram para pendahulu mereka di Disdikpora Karawang.

Sebab, kata pemuda yang menyelesaikan wisudanya 4 tahun lalu di Kampus Cabang Sudirman Universitas Negeri Jakarta ini menyatakan, pengaruh kebutuhan sarana pendidikan di daerahnya saat ini relatif berbanding terbalik, sehingga dianggap tidak berdampak penuh atas keberadaannya, terutama bagi mendorong sistem pendidikan di wilayah pelosok pelosok daerah setempat.

Kepada sejumlah wartawan, Arifin dalam wawancara menyebutkan, bahwa hasil laporan kerja kegunaan operasional angkutan pelajar sudah tak lagi sesuai koridor saat ini. "Kegunaan mobil itu (angkutan pelajar) setiap tahunnya praktis tak pernah diumumkan pengaruhnya terhadap pendidikan Karawang, terlebih ketersediaannya bagi siswa di pelosok daerah, bagi siswa yang tinggal di pesisir pesisir kabupaten. Apalagi, pengadaan mobil itu kan lebih dari satu unit, tapi pengaruhnya masih kecil. Bahkan, bisa dikatakan tidak berbanding lurus dengan tujuan utamanya. Tentu ini sebuah masalah," katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Arifin dibantu tim evaluasi kecil organisasi Karawang Monitoring Grup yang menyusuri daerah pelosok di Kecamatan Pedes dan Kecamatan Cibuaya misalnya, telah menyaksikan keberadaan angkutan pelajar di Karawang manfaatnya tak lagi tepat guna. Para pelajar asal dua kecamatan yang dominan jenjang menengah pertama dan atas di daerah itu ternyata harus berusaha sampai ke sekolah dengan bergelantungan di atas kabin-kabin atau buntut kendaraan moda angkutan umum trayek kecamatan setempat. Ada tiga sampai empat anak tampak cuma mengandalkan tangan kecilnya menggelayut di belakang atau samping kendaraan. Kaki mereka juga cuma bertumpu berdiri mengandalkan bagian bemper kendaraan yang sudah berkarat.

Tidak jarang pula para pelajar tersebut hanya mengepalkan pegangan pada celah-celah atas kabin kendaraan diantara laju roda yang membawa mereka ke tempat tujuan. Sementara pada ruangan kabin dalam, pelajar dipaksa harus rela berdesak-desakan berbagi tempat dan peluh keringat teman-temannya.

Berhari-hari, berbulan-bulan, serta menahun pemandangan di wilayah ini terus saja terlihat sedangkan angkutan pelajar yang diperuntukan untuk pelajar di dua kecamatan tersebut entah di mana wujudnya. Mungkin atau barangkali, sedang mengangkut warga kondangan atau mengantarkan warga di kecamatan untuk sampai ke lokasi wisata sehingga membiarkan para generasi daerah pangkal perjuangan ini harus berjibaku dengan maut setiap harinya.

Kecuali itu, sambung Arifin, atas perbandingan manfaat ketersediaan angkutan pelajar di Karawang, pemandangan unik dan tidak kalah berbanding tidak lurus tersebut bisa dijumpai pula oleh tim kecilnya di Kampung Poris, Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes. Ada belasan siswa jenjang sekolah dasar (SD) yang seharusnya memanfaatkan angkutan pelajar milik Pemda, justru malah harus tumplek berdiri dan berjejer pada satu unit sepeda motor yang memilki bak terbuka seukuran 1x1,5 meter pada atas dua roda belakangnya. Pelajar kecil ini un setiap hari berjibaku dengan keselamatan jiwa mereka cuma untuk sampai dan pulang dari sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Baru-baru ini, seusai jam pulang sekolah, di daerah Kecamatan Kutawaluya ada peristiwa kecelakaan dimana pengendaranya menabrak papan plang sebuah pemakaman. Ada seorang lelaki muda tergeletak dan sebuah sepeda motor rusak di dekat plang yang tertabrak itu.

Mnurut Arifin, mengutip dari keterangan Agus Hidayat, seorang saksi mata, plang itu tumbang sebelum pukul 15.00 WIB. Waktu itu pukul dua siang, melaju amat kencang dari arah Kutawaluya menuju Kecamatan Rawamerta. Kendaraan roda dua ini oleng, lalu terhempas ke bahu jalan. Tumbanglah plang itu menyisakan pemandangan sesosok pemuda berseragam pelajar yang tak tergolek tak bergerak dan bersimbah darah.

"Usai menabrak warga langsung berdatangan dan menolong pelajar itu karena memang mash siang hari," katanya meniru kesaksian penjual kupat tahu yang sewaktu plang tersebut ditabrak, ia msh menunggui gerobaknya yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.

Pelajar yang kecelakaan itu segera dilarikan karena kondisinya memprihatinkan. Tahu-tahu pagi harinya ketika penduduk setempat memperbaiki plang tersebut, mereka mendapati kabar anak pelajar yang yang berdarah-darah di bawah plang makam itu tidak tertolong nyawanya.

"Itu sekelumit contoh kasus dia ntara dampak keberadaan angkutan pelajar yang tidak sesuai sasaran. Kalau saja, ia naik angkutan pelajar dan tidak menggunakan motor, kemungkinan ceritanya lain," ulasnya. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia