KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Di Gubuk Sesal 30 Jun 2016 17:36 WIB

Ayah 30 Jun 2016 17:22 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
DAERAH

Kondisi Pendidikan di Waan Memprihatinkan
Oleh : Emanuel Eman Riberu | 21-Nov-2013, 22:10:50 WIB

KabarIndonesia - Merauke, Kondisi pendidikan di beberapa sekolah di Distrik Waan Kabupaten Merauke-Papua, saat ini sangat  memprihatinkan. Aktivitas belajar mengajar tidak berjalan karena para guru tidak berada di tempat tugas. Akibatnya anak sekolah terlantar dan lebih banyak mengikuti orang tua masuk hutan dan di laut untuk cari makan. Demikian temuan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Merauke, Soter Kami Awi yang disampaikan kepada wartawan, Kamis (21/11).

Soter mengatakan, pekan lalu dewan mengunjungi Distrik Waan. Ada 8 sekolah, baik SD dan SMP, tetapi tidak guru PNS seorang pun yang mengajar di sana hingga saat ini. Semua guru PNS meninggalkan tempat tugas mereka karena ke kota. Yang tersisa hanya guru honor.

Lanjut Soter, ironisnya lagi, dinas terkait memberi alasan bahwa guru meninggalkan tempat tugas, datang dari pedalaman ke kota untuk mengikuti pendidikan guna mendapat sertifikasi guru. Sementara murid dikorbankan tanpa solusi yang tepat.

"Ini kan alasan yang tidak tepat dan tidak masuk diakal. Seharusnya dinas terkait mengambil kebijakan yaitu menugaskan guru di kota yang telah tersertifikasi ke pedalaman. Tetapi ini tidak. Guru dari pedalaman mengikuti pendidikan atau sertifikasi guru di kota tanpa ada solusinya. Tidak heran kalau pendidikan di pedalaman tidak berjalan baik karena terjadi kekosongan guru. Guru yang sudah tersertifikasi di kota ada 533 guru, kenapa tidak bisa ke pedalaman?" tegas Soter.

Dipaparkan, berdasarkan hasil reses beberapa anggota dewan, kekosongan guru tidak saja terjadi di Distrik Waan saja. Hampir semua daerah pedalaman Merauke, seperti di Kimaam dan sekitarnya mengalami hal yang sama.

"Ini merupakan satu kegagalan dalam dunia pendidikan di Merauke. Dinas harusnya bertanggungjawab tentang ini. Bagaimana kita mau mewujudkan visi dan misi pemerintah, Merauke yang cerdas, sementara kondisi pendidikan di pedalaman Merauke tidak berjalan sebagaimana mestinya," tuturnya.

Ada keresahan anggota dewan, tambah Soter, ketika 10 sampai 15 tahun kedepan akan jarang ada orang asli Merauke yang berprofesi sebagai PNS, politikus, dan sebagainya. Karena pendidikan yang harusnya menjadi dasar pengetahuan seseorang, tidak berjalan baik di kampung-kampung. Umumnya penduduk daerah pedalaman adalah penduduk asli Papua.

"Bagaimana kita mau memajukan orang asli Papua di Merauke, sementara di kampung-kampung  daerah pedalaman yang merupakan tempat tinggal masyarakat asli Papua itu, pendidikannya tidak berjalan baik. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Pendidikan untuk menyiapkan sumberdaya manusia orang asli Papua di masa yang akan datang. Jika pendidikan di pedalaman Merauke hancur seperti ini, bagaimana nasib orang asli Papua di masa yang akan datang," pungkas Soter prihatin.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB

 

 
 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia