KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Aroma Money Politik Merabak, Pembodohan Demokrasi Paling Primitif

 
DAERAH

Aroma Money Politik Merabak, Pembodohan Demokrasi Paling Primitif
Oleh : Adi Putra | 11-Feb-2019, 08:12:33 WIB

KabarIndonesia - Kota Baru Kalsel, Memasuki masa kampanye Pemilu 2019, aroma money politik ditengarai sedang berlangsung dan tercium kuat. Beredar di masyarakat tentang massifnya pembelian suara yang dilakukan oleh oknum-oknum Politisi. Desas-desus di kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, harga per suara di banderol antara 200 hingga 500 ribu. Lebih parahnya lagi, ditengarai hampir semua elemen masyarakat seolah menganggap money politik sebagai hal yang lumrah dengan berbagai dalih.

Kondisi itu mengundang keprihatinan salah satu Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kotabaru, Syahrani, S.Ag. Menurutnya, memang sangat memprihatinkan, karena ditengah upaya memperbaiki pengelolaan pemerintahan yang bersih, money politik justru semakin menjadi-jadi. "Ini paradoks demokrasi kita, publik berharap pejabat yang bersih dan tidak korup tapi permisif dengan money politik", terangnya saat diwawancarai (Senin, 11 februari 2019).

Mahasiswa Magister di STFI ShadraJakarta ini mengaku sedih melihat situasi perpolitikan di daerahnya. "Di dapil saya ( Dapil Kotabaru 2, red), saat anda akan bersosialisasi atau kampanye, pertama kali ditanyakan ada amplopnya apa tidak", terangnya lagi. "Padahal money politik itu kan bentuk paling primitif dari pembodohan politik", tegasnya dengan senyum kecut. "Kedaulatan dan hak-hak demokratis rakyat yang nilainya tak terhingga itu ditukar dengan nominal uang yang tidak seberapa. 200 ribu ditukar dengan ratusan milyar hingga triliunan uang yang ada di APBN dan APBD, itu pembodohan paling memalukan", tegasnya lagi.

Oleh karena itu, pria yang aktif di lembaga kajian demokrasi ini berharap agar situasi itu segera dihentikan.  "Komitmen anti korupsi dilihat dari seberapa besar penolakan seorang caleg terhadap money politik", tambahnya lagi. "Keteladanan  itu kuncinya. Caleg harus memberikan contoh bahwa ia tidak akan money politik untuk alasan apapun. Dari situlah kita berharap ke depan demokrasi kita akan lebihh baik lagi", pungkasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia