KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (8), telah kita simak bagaimana DKI Jakarta yang ditinggalkan Jokowi sejak Pilpres 2014 digantikan dengan baik oleh Ahok-Djarot sampai tiba waktunya digelar kembali
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
DAERAH

Banjir Menghantam Lebih Dari 5 Hektare Lahan Pertanian di Sianjur Mulamula Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 23-Mar-2019, 07:21:20 WIB

KabarIndonesia - Samosir, "Sore ini sungai Aek Bolon Sianjur kecamatan Mulamula banjir dan merusak persawahan di desa Sipitu Dai, desa Habeahan Naburahan, desa Sarimarrihit. Petani sudah dipastikan gagal panen, perlu kedepan pengerukan sungai segera ditangani untuk menjaga kedepan petani tidak gagal," tulis Bolusson Pasaribu di grup whatsapp "IWO Samosir for public", kemarin (20/3). Dikabarkan, akibat hujan deras, sekitar 5 hektare lahan areal pertanian di tiga desa, yakni desa Sarimarrihit, Habeahan Naburahan dan Aek Sipitudai, kecamatan Sianjur Mulamula, kabupaten Samosir dihantam banjir, Kamis (21/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Rudi Sitorus, Camat Sianjurmulamula, yang dikonfirmasi media mengakui bahwa lahan yang terkena dampak banjir rata-rata tanaman padi dengan umur tanam sekitar 2 bulan. "Banjir terjadi akibat curah hujan yang cukup deras, dan menghantam sekitar 5 hektare lahan pertanian padi dengan umur tanam 2 bulan," sebut Rudi. Ia menjelaskan, banjir yang merusak lahan pertanian warga membawa material pasir dan batu pada areal pertanian. Penyebabnya, bronjong sungai Aek Bolon, dengan lebar sekitar 4 meter dan tinggi bervariasi dari 2 hingga 2,5 meter tidak mampu menampung volume air yang datang dari hulu sungai (red: kawasan pebukitan dan hutan Tele). "Upaya yang kita lakukan bersama masyarakat dan kepala desa, dengan mengalihkan ke beberapa titik yang volume airnya kecil. Sejauh ini kita belum bisa merinci kerugian yang dialami warga petani yang lahannya terdampak banjir," ucap Rudi, kepada medanbisnisdaily.com "Untung ada bronjong sungai telah dibangun di 2018, kalau tidak, lahan yang terdampak banjir akan lebih luas dari saat ini," imbuh. Sementara itu, peristiwa banjir bandang ini menjadi bahan perbincangan ramai di media sosial khususnya grup WA. Para netizen umumnya mengaitkan banjir dengan pengelolaan lingkungan di daerah hulu sungai. Pembalakan hutan alam, penebangan kayu, pembakaran lahan ditengarai sebagai penyebab. Fernando Tanggang, ketua IWO Samosir, misalnya menyebut: "Duh., apakah ini pertanda Pembalakan Hutan di Tele sudah sedemikian parahnya?". Merespon postingan tersebut, beberapa rekan yang dikenal sebagai pemerhati dan pegiat lingkungan mengakui bahwa banjir di sungai Aekbolon kerap terjadi dan sebelumnya sudah diingatkan. "Bukan bermaksud mengungkit sesuatu persoalan, tapi beberapa kali saya informasikan di media sosial bahwa kawasan sianjur mula mula sudah masuk dalam kategori " terancam" bahaya banjir dan longsor akibat aktivitas didaerah hulu yg tidak terbendung merambah daerah daerah yg memiliki tegakan kayu. Tidak ada tata pengelolaan yg mengatur." tulis Rudimantho Limbong. Selanjutnya Limbong yang sering turun langsung meninjau mengatakan bahwa kawasan Tele, kawasan diatas huta (desa) Limbong, Sagala dan Hasinggahan sudah dihabisi kayunya tanpa pengawasan yg serius. "Kita lihat banjirnya, airnya keruh kehitam hitaman ( sedimen tanah), artinya tingkat erosi tanah sangat mengkawatirkan di daerah hulu." sebutnya. Pemerhati sosial dan lingkungan Mangaliat Simarmata juga angkat bicara. "Seminggu yg lalu banjir ini sdh saya ingatkan di group wa kita ini, prediksi saya benar adanya akan terjadi seperti yg tahun2 yg lalu. Tapi ndak ada respon kita, eeehhh tahe....naingkon jadi longsor nama sude bukit tele i terutama manutup Limbong - Sagala... ?????" sebutnya prihatin. Lain halnya dengan Maroloan Sitanggang yang menggugat pemerintah daerah dalam penanganan peristiwa banjir bandang dikaitkan dengan pengelolaaan lingkungan hutan. "Andaikan ada kemauan politik pemkab Samosir, pasti longsor dan banjir masih bisa dicegah dgn cara stop penebangan hutan Tele, reboisasi hutan yang telah rusak dgn cara Pemkab Samosir menggandeng Kementrian KLH," tulis Maroloan. Menyikapi terjadinya banjir yang merusak sekitar 5 hektar lahan pertanian padi dengan umur tanam 2 bulan terancam gagal panen, anggota DPRD Samosir Mardan Sihotang meminta bupati Samosir agar segera pulang ke Samosir dan melihat daerah dan rakyatnya yang saat ini menderita di kecamatan Sianjurmula, Samosir. Hal itu disampaikan ketua fraksi Gerindra, Mardan Sihotang kepada matalensa.co.id ketika ditemui di kediamannya, Kamis malam, (22/3/2019). Dikatakannya, bencana ini membuat ekonomi rakyat semakin menderita. "Dalam kondisi seperti ini diperlukan kehadiran Bupati untuk segera pulang ke Samosir dan melihat derita rakyat Sianjur, melihat bagaimana tindak lanjutnya kejadian ini untuk memberikan instruksi, minimal kalau tidak bisa pulang semisal hari ini dia harus memperhatikan bagaimana penanganan selanjutnya untuk langkah awal mengantisipasinya, lalu diambil kebijakan bagaimana penanganannya," pungkas Mardan Sihotang Dikabarkan, bahwa pada saat kejadian, Bupati Samosir Rapidin Simbolon bersama kadis pertanian, kabag umum dan beberapa orang staf terlihat berada disebuah stasiun televisi nasional di Jakarta. Mereka hadir untuk mendukung dan menyaksikan penampilan seorang pemuda anak Samosir di acara pencarian bakat program The Voice Indonesia 2019 babak perdelapan final. Sementara itu, diperoleh kabar bahwa pada Jumat, (22/3/2019) sore, Wakil bupati Samosir Juang Sinaga langsung turun kelokasi tertimpa bencana, selepas melakukan inspeksi mendadak (sidak) melihat ijin dan kepatutan lokasi hiburan di Pangururan. Ranto S, matalensa.co.id mengabarkan bahwa wakil bupati Juang Sinaga tanpa kenal lelah mengunjungi langsung rakyatnya yang tertimpa bencana di desa Habeahan Naburahan dan desa Aek Sipitudai. Sebelumnya Juang Sinaga terlebih dahulu meninjau dan melihat langsung kondisi lahan pertanian, juga sungai Binanga bolon yang meluap dan menggenangi areal persawahan warga. Menurut wakil bupati, banyak bebatuan yang terbawa air dan menutup aliran sungai Binanga Bolon sehingga meluap dan menggenangi area pertanian warga. "Volume air diperhitungkan dengan aliran sungai yang kecil di hilir tidak mampu menampung air yang dari hulu dan akibatnya meluap ke area lain dan membentuk sembarang saluran baru." tuturnya. "Hari ini kita sudah perintahkan Kadis PU untuk mengembalikan air ketempat semula (red: dengan cara mengeruk) karena alur sungai yang ada tertutup oleh bebatuan yang dari dari atas dan menutup aliran sungai (Binangan Bolon)," ujar Juang Sinaga kepada wartawan. Terkait kerugian para petani yang tanaman padinya rubuh dan tidak bisa tumbuh kembali sehingga akan gagal panen, Wabup Samosir yang juga ketua BNK Samosir ini berjanji akan memerintahkan camat untuk mendata luas lahan yang terdampak dan dinyatakan tidak bisa bertumbuh lagi. "Memang ada yang rubuh, dan kita telah meminta camat Sianjurmula mendata lahan petani untuk jadi bahan kebijakan pemerintah kabupaten kedepannya," pungkas Juang Sinaga. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia