KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Daftar ke Disnaker bila Berminat menjadi TKI
Oleh : Ki Agus N. Fattah | 31-Des-2011, 08:25:52 WIB

KabarIndonesia - Yang dimaksud dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, kata Toto Suwarto, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja di Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten Bandung, ketika ditemui Media Online kabarindonesia.com dikantornya, pada hari kamis, 30/12/2011,  yaitu:

1. TKI yang keberangkatannya tanpa melalui prosedur yang benar, hanya berbekal pppaspor atau bahkan tanpa paspor sama sekali.
2. TKI ke luar negeri dengan tujuan bekerja tetapi tidak menggunakan visa kerja.
3. TKI melalui prosedur resmi, tetapi di luar negeri kemudian berpindah tempat kerja atau melarikan diri tanpa mengurus dokumen kerja baru.
4. Dokumen kerja dan ijin tinggal di Negara itu telah habis masa berlakunya tetapi yang bersangkutan terus bekerja atau tinggal di Negara itu tanpa memperpanjang dokumennya.

Risiko TKI ilegal, lanjut Toto Suwarto, di antaranya:
1. Gagal berangkat karena biaya yang di bayar dilarikan sponsor.
2. Dipenampungan dan sepanjang perjalanan ke luar negeri, TKI diperlakukan tidak manusiawi.
3. Di beri pekerjaan tidak sesuai dengan yang dijanjikan, bisa saja menjadi korban perdagangan manusia.
4. Di tempat bekerja, majikan membayar upah lebih rendah dari yang seharusnya, bahkan sering tidak membayar.
5. Majikan memperlakukan TKI seenaknya dan hak-hak TKI dibatasi.
6. Selama bekerja, TKI selalu was was khawatir di tangkap polisi.
7. Jika tertangkap polisi di negara tempat kerja TKi ilegal langsung di penjara, di denda, dan di deportasi (dipulangkan secara paksa).
    
Dari instrumen-instrumen di atas sangat jelas apa dampak yang akan terjadi bila memaksakan diri jadi TKI tanpa memlalui prosedur resmi. Mereka para TKI ilegal selalu beranggapan bahwa proses pemberangkatan TKI melalui jalir res,i terlalu rumit dan banyak persyaratan yang tidak masuk di akal. Padahal sebaliknya, proses pendaftaran TKI di Disnaker, selain terjamin dengan aman. Juga ada pelatihan khusus yang diberikan instruktur kepada para TKI agar di mana mereka bekerja, bisa memahami adat istiadatnya.
    
Berpuluh kali kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak terbujuk rayu calo TKI atau jasa peruasahaan yang tidak jelas keabsahannya. Tapi mereka tetap saja mereka mau terjerat walaupun resiko yang akan dihadapinya akan terasa begitu berat. Bahkan bisa mengancam keselamatannya di luar negeri.
    
Seperti yang ditanyakan pewarta HOKI, mengapa banyak TKI warga masyarakat Kabupaten Bandung yang beralamat di Bekasi, Subang, Purwakarta, Cianjur, atau tempat lainnya lagi. Mengapa tidak alamat didaerahnya sendiri? Kenyataan ini sungguh sangat memprihatinkan sekali. Semestinya hal ini tidak boleh terjadi. Karena dampak daripada itu, pertama-tama yang kena imbasnya adalah pemerintah setempat.
    
Salah satunya keluarga korban dari Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Majalaya, mereka mempertanyakan nasib anggota keluarganya kepada kami, tapi proses pendaftarannya tidak melalui kami. Inilah yang tidak benar! Dan sangat perlu diluruskan. Sebab setiap pemberangkan calon TKI yang melalui Disnaker senantiasa tertera pada dokumen kami. Baik itu namanya, alamatnya atau yang lainnya, sebagai salah satu perlengkapan data bagi kami. Terus terang kami bukan mengelak dari tanggung jawab. Taoi kami ingin tahu asal muasalnya, sehingga mereka bisa berangkat jadi TKI dengan tanpa melalui prosedur.
    
"Kami tidak akan mengelak dari permasalahan itu. apa lagi mereka merupakan warga masyarakat Kabupaten Bandung. Kami akan upayan melakukan koordinasi dengan instansi daerah lainnya mengenai TKI-TKI yang mencatut alamat di wilayahnya. Biarlah ini menjadi pembelajaran bagi kami semuanya.Agar di kemudian hari kejadian ini tidak terulang kembali," tegas toto Suwarto.
    
Sebelum menutup pembicaraanya dengan Media Online kabarindonesia.com, Toto Suwarto menambahkan, untuk syarat-syarat menjadi calon TKI adalah:

1. Berusia sekurang-kurangnya 18 tahun kecuali bagi calon TKI yang dipekerjakan pada pengguna perorangan/rumah tangga sekurang-kurangya berusia 21 tahun.
2. Sehat jasmani dan rohani.
3. Memiliki keterampilan.
4. Tidak dalam keadaan hamil (TKI Perempuan).
5. Berpendidikan minimal SD.
6. Calaon TKI terdaftar di Dinas Tenaga kerja di daerah tempat tinggalnya.
7. Memiliki dokumen lengkap.

Dan dokumen yang harus dimiliki TKI, berupa:
1. KTP. Ijazah, Akte Lahir?Surat Kenal Lahir.
2. Surat Keterangan Status Pernikahan (Menikah/Belum Menikah).
3. Surat Keterangan Ijin Suami/Isteri, Ijin Orang Tua atau Wali diketahui oleh Desa/Kelurahan.
4. Sertifikat Kompetensi.
5. Surat Keterangan Sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.
6. Paspor.
7. Visa Kerja.
8. Perjanjian Penempatan TKI.
9. Perjanjian Kerja.
10. Kartu Peserta Asuransi.
11. Buku Tabungan/Rekening Bank.
12. KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri)/Rekomendasi Bebas Fiskal.
    
Bila calon TKI menempuh prosedur seperti di atas tadi. Maka setiap permasalahan akan bisa secepatnya bisa diselesaikan dengan baik. Sementara yang tidak mematuhi prosedur, meski pun menjadi kewajiban kami sebagai warga masyarakat Kabupaten Bandung, proses yang akan ditempuh akan bisa berjalan lama karena perbedaan jarak dan wilayah. Tapi mudah-mudahan saja permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik dan cepat. Selain itu kami berharap kepada warga masyarakat Kabupaten Bandung, jika memang berminat menjadi Calon TKI, lebih baik mendaftarkan diri ke adisnaker. Jangan ke perusahaan lain. Ini untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi bila diberangkatkan secara ilegal.
    
Memang keluarga TKI mengakui kepada pewarta HOKI beberapa minggu yang lalu, di wilayah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, dengan meminta untuk dirahasiakan namanya, bahwa anggota keluarga mereka terbujuk rayi dengan perusahaan tersebut. Perusahaan itu menjanjikan proses yang cepat, gaji besar, ditempatkan di keluarga orang kaya dan baik.

Hal inilah yang membuat kami tergiur untuk menerima ajakannya. Tapi setelah sekian lama, kami tidak tahu keberadaan anggota keluarga kami itu. Jangankan telepon, melalui surat pun sampai detik ini belum menerima satu pun juga. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//



    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia