KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalOJK Umumkan Pemenang Annual Report Award (ARA) 2016: ANTAM Kembali Sabet Predikat Juara Umum oleh : Wahyu Ari Wicaksono
19-Sep-2017, 18:18 WIB


 
 
KabarIndonesia – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bekerja sama dengan Kementerian BUMN, Direktorat Jenderal Pajak, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), dan Ikatan Akuntan Indonesia kembali menggelar Annual Report Award (ARA) 2016.   Mengusung
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Cinta Kepada-Nya 18 Sep 2017 14:09 WIB

Komputer 17 Sep 2017 09:59 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

GOWA dan DPP KERAS Sumut Minta KPK Tangkap Bupati Asahan
Oleh : Ardi Surya | 18-Apr-2017, 12:20:36 WIB

KabarIndonesia - Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP baru-baru ini dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Goverment Watch Sumatera Utara (Gowa Sumut). Hal ini terkait dugaan korupsi proyek pembangunan kantor Satpol PP Asahan dan kantor Dinas Peternakan Asahan. Proyek pembangunan di dua instansi pemerintahan itu, terindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp. 1.797.482.000. Laporan itu dilakukan oleh Goverment Watch (GOWA) Sumut.

Selain itu, Taufan disebut-sebut sengaja memaksakan kehendak dengan mengeluarkan kebijakan terkait pembangunan dua sarana pemerintahan itu tanpa menghiraukan landasan hukumnya."Kita telah melaporkan Bupati Asahan ke KPK terkait dugaan korupsi proyek pembangunan kantor Satpol PP dan kantor Peternakan Asahan. Kita menilai proyek pembangunan dua kantor pemerintahan itu sarat KKN dan terkesan tidak jelas tanpa landasan hukum", ungkap Ketua GOWA Sumut, Satriawan Guntur Zass SH kepada sejumlah wartawan, Senin(17/4).

Menurutnya, kebijakan Bupati Asahan terhadap kedua proyek itu telah menyimpang. Pasalnya, dalam penggunaan anggaran Tugas Pembantuan Kementerian Dalam Negeri APBN TA 2011 untuk proyek pembangunan kantor itu tidak sah secara hukum dan memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

Proyek pembangunan di atas lahan eks HGU PT. BSP Tbk. yang terletak di Jalinsum Jalan Ahmad Yani Kisaran itu sampai saat ini belum memiliki alas hak yakni sertifikat. Oleh karena belum memiliki sertifikat sebagai alas hak, maka areal/lahan tersebut belum bisa dikatagorikan sebagai asset Pemkab Asahan.

Selain itu, proyek pembangunan dua gedung kantor tersebut yang dikerjakan CV. IRA & Co dan UD. Bintangur memiliki pelaksanan lapangan dijabat satu orang. Proyek Pembangunan kantor Satpol PP Asahan dengan nilai Rp 901.521.000, dikerjakan oleh CV.IRA & Co dan pembangunan kantor peternakan dengan nilai Rp. 895.961.000 dikerjakan CV.BISMA KASADA dengan pelaksanan lapangan Ruswandi.

Kasus kedua, terkait dugaan korupsi pada pengadaan Ruang VIP RSUD Haji Abdul Manan Simatupang(HAMS) Kisaran yang disinyalir pengadaan proyek tersebut memiliki mata rantai dengan operasi tangkap tangan oleh KPK terhadap Bupati Madina Hidayat Batubara dan Sekertaris Gapensi Sumut yang juga sebagai kontraktor ‘specialis' rumah sakit Surung Panjaitan.

Hal ini terkait dengan banyaknya berita burung sekitar kasus tersebut di kalangan pegawai di lingkungan pemkab asahan dan masyarakat luas. Salah satunya beredar berita, jika Surung Panjaitan juga merupakan pemenang proyek Pengadaan Ruang VIP RSUD HAMS di Kisaran, senilai 29 Milyar lebih. "Dalam kasus ini, saya mencium aroma tidak sedap dari pengumuman tersebut. Mungkin ini merupakan cuci tangan dari pihak Pemkab Asahan, untuk melindungi orang nomor satu tersebut." tandasnya.

Kemudian lagi, Bupati Asahan juga digoyang dugaan korupsi dana sisa lebih penghitungan anggaran (silpa). Kemudian, kasus gratifikasi untuk memuluskan RAPBD Asahan yang didalamnya juga disebut-sebut terlibat Sekdakab Asahan, Sofyan MM terhadap anggota DPRD Asahan untuk pengesahan APBD tahun 2013 sebesar Rp2 miliar. Bupati juga diduga menguasai tanah tanpa izin milik Yayasan Pesantren Modern Daar Al Ulum, di Jalan Mahoni No 17A, Kel. Mekar Baru, Kec. Kisaran Barat.

Istri Taufan Minta Diperiksa
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Koalisi Masyarakat Asahan (DPP KERAS) M.Tatan Thabib didampingi Pemerhati Sosial Ardi Surya Simangunsong juga meminta kepada pihak berkompeten untuk memeriksa Ketua Tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) Asahan, Hj Winda Fitrika. Istri  Taufan Gama Simatupang, Bupati Asahan itu diduga menyelewangkan anggaran di PKK Asahan.
 
Bupati Asahan juga diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung Ahmad Bakrie, Kisaran senilai Rp 45 miliar yang naik menjadi Rp 63 miliar secara multiyears pada tahun 2011, 2012 dan 2013. Dalam kasus ini pihak Kejatisu sudah melakukan pemeriksaan terhadap Sekdakab Asahan Drs Sofyan MM, Taufik Z selaku Asisten I, Asrul selaku Kepala Keuangan dan Suratno selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Taswir ST selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) dan H Benteng Panjaitan selaku mantan Ketua DPRD Asahan.

"KPK didesak agar segera menangkap Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP yang diduga terlibat banyak dalam sejumlah tindak pidana korupsi di Kabupaten Asahan agar dapat meminimalisir kejahatan koruptor kelas kakap didaerah ini," papar Tatan Thabib menutup pembicaraan.*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Inspirasi 60 Tahun Astra Untuk Aman Berlalu Lintas di Medanoleh : Rohmah Sugiarti
18-Sep-2017, 21:14 WIB


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Untuk Aman Berlalu Lintas di Medan Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman didampingi Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Medan Sutadi (kanan) dan Ketua Panitia HUT ke-60 Astra di Medan Badrun Radhi (kiri) berdialog dengan rekan-rekan wartawan pada acara media gathering HUT ke-60
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia