KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
Kementerian Pertanian RI Luncurkan Buku Silabus Budidaya Kopi Berkelanjutan Gratis Untuk Masyarakat
KabarIndonesia – Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan SCOPI (Sustainable Coffee Paltform of Indonesia), IDH-The Sustainable Trade Initiative resmi mempublikasikan Buku Silabus Budidaya Kopi Berkelanjutan yang bisa diunduh secara cuma-cuma (gratis) oleh masyarakat petani, masyarakat umum dan kalangan-kalangan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cinta Indonesia 18 Mei 2016 10:49 WIB

Bawa Aku 02 Mei 2016 09:24 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Harga Cengkeh di Natuna

 
DAERAH

Harga Cengkeh di Natuna
Oleh : Alamat Berbeda - Riky Rinovsky | 28-Mar-2009, 01:14:42 WIB

KabarIndonesia — Harga cengkeh di sejumlah sentra produksi di kabupaten Natuna berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Belum ada tanda-tanda harga emas hitam tersebut bakal naik. Petani mengeluh, karena ongkos produksi relatif tinggi sehingga margin pendapatan sangat rendah.

Keterangan yang berhasil di kumpulkan di lapangan mencatat bahwa harga cengkeh masih terpaku pada Rp 42.000 hingga Rp 45.000 perkilogramnya. Menurut salah seorang pedagang pengumpul di Sedanau, Nato harga cengkeh masih rendah karena pedagang di Kalimantan Barat belum berani menimbun stok.

Para pedagang di Pontianak, ujar Nato yang juga pengusaha perikanan tersebut menambahkan, bahwa pedagang masih melihat dulu situasi ekonomi pasca Pemilu Legislatif yang akan digelar 9 April 2009. "Menimbun cengkeh dalam jumlah yang banyak, tentunya memiliki resiko. Harga cengkeh anak naik setelah Pemilu 2009," ujarnya optimis.

Sementara itu, salah seorang petani cengkeh asal Seluan, Amiruddin mengatakan, dengan harga Rp 42.000 perkilogram petani belum dapat dikatakan menikmati hasil panen. Hal ini disebabkan, karena petani masih harus mengeluarkan upah petik yang harus dibayar tunai.

Sebagai catatan, tahun lalu harga cengkeh sempat menembus angka Rp 60.000 perkilogram. Para petani berharap, usai Pemilu 2009 akan menjadi hari yang menguntungkan bagi mereka, pasalnya harga cengkeh diprediksi akan naik. Mudah
mudahan dan kita tunggu menjelang usainya Pemilu.


Jelang Panen Raya

Menjelang musim panen cengkeh tahun ini, petani di Kabupaten Natuna, meminta pemerintah untuk menjaga kestabilan harga terutama pada saat berlangsung panen raya.

"Sekarang sudah memasuki musim panen, dan produksi cengkeh pada musim panen tahun ini juga bakal melimpah," ujar Junaidi, seorang petani di Kecamatan Midai kab Natuna kepulauan Riau, (28/3) Kecamatan Midai merupakan salah satu sentra tanaman cengkeh di Kabupaten Natuna, dan diperkirakan bulan Juli mulai panen. "Hasil panen cengkeh sangat diandalkan. Terlebih musim panen kali ini bersamaan dengan musim menyekolahkan anak," katanya.

Persiapan memasuki musim panen juga terlihat di sentra-sentra produksi lainnya di Purwakarta, seperti Kecamatan serasan dan subi. Akan tetapi para petani merasa khawatir harga cengkeh merosot, ditengah melimpahnya produksi pada musim panen tahun ini. Oleh sebab itu mereka berharap pemerintah menjaga kestabilan harga cengkeh, terutama saat panen raya berlangsung.

"Kita khawatir harga anjlok, saat ramainya musim panen," ujar petani lain H. Abas. Para petani di Natuna selama ini berhubungan dengan tengkulak untuk menjual cengkeh miliknya. Menjelang musim panen, para tengkulak pun mulai berkeliaran di pelosok-pelosok untuk membeli cengkeh petani. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/
   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUBoleh : Muhammad Zakaria
25-Apr-2016, 23:45 WIB


 
  Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUB Puluhan Wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah di bawah Koordinasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah mengelar Aksi Damai di Bundaran Simpang 5 Takengon (25/04/2016) terkait larangan liputan yang dilakukan oleh oknum Kabid Kominfo, Dinas Perhungan Aceh Tengah terhadap
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 

 

 

 
The Executive Meriahkan IFW 2016 14 Apr 2016 12:20 WIB

 

 

 
Pasar Tanpa Musolah 18 Mei 2016 10:47 WIB


 

 
Sekali Yesus Tetap Yesus 22 Apr 2016 15:02 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia