KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniTeologi Inklusif Sebagai Alternatif oleh : Gunoto Saparie
18-Des-2017, 07:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mendengar istilah "teologi inklusif", saya langsung teringat kepada Nurcholish Madjid. Nurcholish adalah salah seorang cendekiawan muslim yang concern cukup mendalam terhadap persoalan hubungan agama-agama dan dialog antaragama. Ia secara teoritis mengedepankan pencarian dan konsep titik temu agama-agama secara eksplisit
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Ibas Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada Warga Pacitan

 
DAERAH

Ibas Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada Warga Pacitan
Oleh : Muh Nurcholis | 11-Aug-2017, 21:59:51 WIB

KabarIndonesia - Pacitan, Ketua Fraksi Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas mengajak masyarakat semakin selektif mencerna informasi-informasi yang berpotensi merusak persatuan bangsa termasuk yang disampaikan elit-elit politik nasional. Ibas mengingatkan hal itu saat menyampaikan materi sosialisasi penguatan pemahaman empat pilar kebangsaan.

Menurut Ibas, seorang politisi sebaiknya bisa mengedepankan etika dan politik santun sehingga tak sepatutnya memberikan pernyataan-pernyataan kontroversial atau sensasi yang justru hanya membuat gaduh keadaan.  "Politisi seharusnya bisa menyampaikan sesuatu yang baik dan membuat suasana lebih tenang,  bukan sebaliknya justru membuat kegaduhan baru, hal itu menyesatkan," ucapnya di sela sosialisasi materi empat pilar di Balai Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku Pacitan Jawa Timur, (9/8) kemarin.
 
Ibas menegaskan bahwa Partai Demokrat merupakan partai untuk semua golongan dan lapisan masyarakat sehingga pernyataan salah satu elit politik nasional yang secara gamblang menyatakan bahwa di Indonesia terdapat sejumlah partai politik yang mendukung sistem negara khilafah, tidak benar.

"Sangat tidak benar dan masuk akal karena sejak awal berdiri Partai Demokrat adalah partai semua golongan dan jelas azas kami pancasila dengan mengedepankan nasionalis religius, justru kamilah yang selalu menyuarakan dan mengaplikasikan semangat kebhinekaan dan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tukas anggota komisi X DPR RI ini.

Ibas meminta agar orang yang sudah merendahkan partainya untuk segera meminta maaf di depan publik. "Saya meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf dan mengklarifikasi ucapanya yang tendensius dan bermuatan politik tersebut," ucapnya.
"Sudah seharusnya,' lanjut Ibas, 'politisi mampu menjaga ucapannya dan menjauhkan diri dari fikiran kotor,

Ibas juga meminta semua pihak memaknai Pancasila jadi pemersatu bangsa. "Jauhilah sifat fiktor (pen: fikiran kotor), jadikan Pancasila sebagai alat pemersatu bukan alat untuk memecah belah, apalagi membuat negara kita seperti terkotak-kotak, " tukasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia