KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (10), telah saya sampaikan alasan-alasan kenapa KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang paling tepat mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
DAERAH

Kabupaten Toba Samosir Diusulkan Ganti Nama Menjadi "Kabupaten Toba"
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 25-Apr-2019, 15:17:23 WIB

KabarIndonesia - Pada hari Selasa (23/4), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Toba Samosir menyelenggarakan rapat paripurna dengan agenda utama pembahasan perubahan nama (sebutan) Kabupaten Toba Samosir (disingkat Tobasa) menjadi kabupaten Toba.

Rapat paripurna DPRD Tobasa dipimpin oleh ketua DPRD Toba Samosir Boike Pasaribu, dihadiri bupati Darwin Siagian, wabup Hulman Sitorus, Forkopimda Tobasa, Plt sekdakab Tobasa Harapan Napitupulu, para pimpinan OPD di jajaran pemkab Tobasa dan para camat.

Pada pembahasan usul perubahan nama tersebut, seluruh fraksi yang ada di DPRD Tobasa menyetujui perubahan nama menjadi Kabupaten Toba.
Ada 7 fraksi yang menyetujui perubahan nama itu yakni fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi Nasdem, Fraksi Golkar, Fraksi Hanura, Fraksi PKPI dan Fraksi Perjuangan Kebangkitan.

Bupati Toba Samosir Darwin Siagian menyampaikan rasa terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, masyarakat dan berbagai elemen masyarakat lainnya, atas dukungan dan persetujuannya sehingga perubahaan nama kabupaten Toba Samosir menjadi kabupaten Toba bisa terwujud nantinya.

"Persetujuan DPRD ini, penting sebagai syarat untuk diajukan kepada pemerintah atasan, segera akan disampaikan ke pemerintah provinsi, selanjutnya untuk diproses di Kementerian Dalam Negeri. Harapan kita, perubahan nama kabupaten Toba Samosir ini menjadi kabupaten Toba, akan selesai di tahun 2019 ini.

Sebelumnya, Ketua DPRD Tobasa Boike Pasaribu menyebutkan bahwa kabupaten Toba Samosir, telah berusia 20 tahun sejak dimekarkan dari kabupaten induk yakni kabupaten Tapanuli Utara yang mencakup wilayah Toba dan pulau Samosir sekitarnya.

Kemudian, seiring dengan berjalannya waktu, wilayah pulau Samosir dan sekitarnya dibentuk menjadi satu daerah kabupaten tersendiri yakni kabupaten Samosir, sehingga wilayahnya menjadi berkurang. Namun demikian, sejak pembentukan kabupaten Samosir (red: tahun 2003) hingga sekarang, kabupaten ini dengan ibukotanya Balige masih tetap menggunakan nama Kabupaten Toba Samosir.

Sejarah singkat kabupaten Toba Samosir dan kabupaten Samosir

Untuk diketahui bersama, kabupaten Toba Samosir dimekarkan dari kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Utara. Melalui proses yang panjang akhirnya ditetapkan menjadi kabupaten/daerah otonomi baru dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Dati II Toba Samosir dan kabupaten Dati II Mandailing Natal di daerah tingkat I Sumatera Utara.

Wilayah administrasi kabupaten Toba Samosir sejak diresmikan pada tanggal 9 Maret 1999 terdiri atas 13 (tiga belas) kecamatan, 5 (lima) kecamatan pembantu, 281 desa dan 19 kelurahan. Kemudian awal tahun 2002 dibentuk 5 kecamatan baru yakni pendefinitifan 4 (empat) kecamatan pembantu menjadi 4 (empat) kecamatan defenitif dan pembentukan 1 (satu) kecamatan baru. Kelima kecamatan tersebut adalah kecamatan Ajibata, Pintu Pohan Meranti, Uluan, Borbor (baru), dan kecamatan Ronggurnihuta di pulau Samosir.

Uusulan dan aspirasi masyarakat untuk melakukan pemekaran kecamatan terus berlanjut hingga pada akhir tahun 2002, sehingga dilakukan pemekaran kecamatan Harian menjadi dua kecamatan yakni: kecamatan Harian (induk) dan kecamatan Sitiotio sebagai kecamatan pemekaran baru.

Terbitnya UU tentang Daerah Otonom, ternyata mendorong masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pergembangan dan pembentukan wilayah baru kepada Pemerintah pusat. Timbul keinginan masyarakat untuk melakukan perubahan dengan menyampaikan isu pemekaran kembali kabupaten Toba Samosir menjadi 2 (dua) kabupaten.

Akhirnya isu ini berkembang seiring dengan situasi dan kondisi sosial, ekonomi dan politik yang berkembang pada saat itu. Masyarakat Toba Samosit, khususnya warga di wilayah pulau Samosir dan sekitarnya (dulu disebut wilayah pembangunan V), menginginkan Kabupaten Toba Samosir dimekarkan kembali menjadi kabupaten Toba Samosir dan kabupaten Samosir (meliputi seluruh kecamatan yang ada di pulau Samosir dan sebagian pinggiran Danau Toba di daratan pulau Sumatra).

Masyarakat memberi alasan pemekaran dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan guna mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Aspirasi yang berkembang di masyarakat ini tidak menunggu waktu yang begitu lama, hingga pada tahun 2003 kabupaten Toba Samosir dimekarkan menjadi kabupaten Toba Samosir (induk) dan kabupaten Samosir (pemekaran).

Kabupaten Samosir ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatra Utara dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.

Sejak diresmikannya kabupaten Samosir sebagai daerah otonomi baru, maka wilayah administrasi pemerintahan kabupaten Toba Samosir berkurang. Sesuai undang-undang, seluruh wilayah kecamatan yang ada di pulau Samosir dan sekitarnya ditetapkan menjadi wilayah kabupaten Samosir.

Dengan demikian, sejak tanggal 7 Januari 2004, kabupaten Toba Samosir yang dulunya terdiri dari 20 kecamatan, 281 desa dan 19 kelurahan mengalami perubahan menjadi 11 Kecamatan 179 Desa dan 13 Kelurahan. Sedangkan kabupaten Samosir, waktu itu (2003) terdiri dari 9 Kecamatan, 102 Desa dan 6 Kelurahan.

Dimekarkannya kabupaten Toba Samosir dengan pembentukan kabupaten Samosir ternyata tidak serta merta merubah namanya. Kendatipun telah dilakukan upaya pembedaan sebutan dengan memperpendek sebutan Toba Samosir menjadi Tobasa, namun lembaga pemerintahan dan masyarakat sering mengalami kesalahan. Adakalanya tujuannya ke kabupaten Samosir (ibukota Pangururan) tetapi kesasar ke kabupaten Samosir (ibukota Balige). (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia