KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 
 
DAERAH

Kecamatan Sitiotio Samosir Dilanda Banjir Bandang
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 07-Mei-2019, 15:22:31 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Curah hujan yang tinggi disertai butiran es telah menimbulkan bencana alam banjir bandang menerjang dusun Rassang Bosi, desa Buntumauli I, kecamatan Sitiotio, kabupaten Samosir (wilayah pulau Sumatera), Jumat (03/5) sekira pukul 16.00 Wib.

Demikian laporan rekan greenberita.com Fernando Sitanggang di akun WAnya kepada pewarta kabarindonesia. Dikabarkan, sesuai keterangan warga setempat, banjir berasal dari lembah bukit hutan Ulu Darat, meluncur menuruni robean (lembah) Sigalagala dan mengalir ke binanga (sungai) Rassang Bosi. Ketika mendekati perkampungan, kumpulan air yang mengaliri lereng bukit mencapai empat hingga lima meter.

Banjir bandang, menerjang dan meluluhlantakan 5 rumah di desa Buntu Mauli dan Rassangbosi, menelan korban jiwa (hilang) bernama Tiarma gelar Op. Santa Situmorang (tertimbun tanah longsor), dan satu orang luka parah.

Banjir juga menyebabkan aliran listrik PLN ikut padam, dua jembatan putus di desa Buntu Mauli. Akibatnya, pasca bencana, gelap gulita menyelimuti masyarakat disekitar desa Buntu Mauli dan akses jalan kabupaten di kawasan kecamatan Sitiotio putus dan tidak bisa dilalui.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Samosir Mahler Tamba ketika dikonfirmasi media pada Sabtu, (4/5/2019). "Benar, sampai saat ini aliran listrik padam total di desa bencana diakibatkan terjangan banjir bandang pada fasilitas PLN kemarin, juga dua buah jembatan disekitar desa Buntu Mauli ini putus dan tidak dapat dilalui kendaraan karena tertimbun material bebatuan yang mengalir bersama banjir bandang tersebut," ujar Mahler Tamba.

Tamba mengatakan, kalau pihaknya sedang melakukan normalisasi jalan termasuk jembatan yang putus dengan alat berat yang diturunkan Dinas PU Samosir. "Saat ini cuaca baik sehingga kita dapat segera melakukan normalisasi jalan dengan alat berat termasuk jembatan yang putus tersebut," sebutnya.

Selanjutnya diperoleh kabar bahwa pada Sabtu siang, (4/5/2019) sekira pukul 12 Wib korban tertimbun akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh BPBD Samosir, Baasarnas (Badan SAR) Parapat, TNI dan Polri dibantu masyarakat dengan menggunakan alat berat dari Dinas PU Samosir.

"Benar korban banjir bandang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tadi siang sekira jam 12 wib di dusun 2 desa Buttu Mauli kecamatan Sitiotio. Korban yang berusia 65 tahun dan bernama Tiarma Situmorang ditemukan disekitar rumah korban dan tertimbun bebatuan. Dan oleh keluarga langsung dibawa kerumah untuk acara adat untuk kemudian dikebumikan, Sementara yang luka sudah langsung dibawa ke rumah sakit di Medan" ujar Mahler Tamba.

Disampaikan Mahler bahwa tadi malam (red. 03/05), BPBD Samosir yang dikoordinir Wakil bupati Samosir Juang Sinaga telah turun kelapangan untuk penanganan banjir bandang ini. Kemudian pagi ini, Sabtu (4/5/2019), Bupati Samosir Rapidin Simbolon juga telah turun kelokasi bencana.

"Langkah pertama kita akan lakukan pendataan dan kita telah mendirikan tenda bagi warga yang terkena dampak dan memindahkan mereka ketempat yang aman, lalu normalisasi jalan yang tertimbun bebatuan dengan alat berat yang telah kita turunkan," tambah Mahler Tamba.

Sementara itu, Freddy Simanungkalit, staf KSPPM (Kelompok Study Pengembangan Prakarsa Masyarakat) yang kebetulan berada dilokasi membenarkan kejadian banjir tersebut. "Saya dan camat Sitiotio sudah dilokasi kejadian. Ada dua titik yaitu Rancang Bosi dan Dolok Martahan. Informasi satu ibu hilang, 5 rumah dibawa banjir bandang yang disertai bebatuan, kemudian jembatan yang menghubungkan desa Sirancang Bosi dan Sabulan putus," ujarnya.

Dikatakannya, banjir bandang yang disertai bebatuan ini merupakan kejadian kedua terjadi di Sitiotio. Sebelumnya tahun 2010 juga terjadi banjir bandang yang menewaskan satu orang warga dan 4 orang dinyatakan hilang dan merusak puluhan hektar lahan warga.

Masih menurut Freddy, dari investigasi yang dilakukan tim KSPPM dan PSE Keuskupan Agung Medan (KAM), penyebab banjir bandang ini diduga karena kerusakan hutan di hulu, yakni wilayah Hutagalung dan Pollung yang merupakan bagian dari konsesi PT Toba Pulp Lestari.

Hal senada juga disampaikan pemerintah kabupaten Samosir melalui Wakil Bupati Samosir yang juga menilai bahwa kerusakan hutan didaerah atasannya atau di hulu. "Wilayah Hutagalung dan Pollung (kabupaten Humbanghas) yang merupakan kawasan Hutan Tele yang berada diatas menjadi salah satu penyebabnya selain tingginya curah hujan", sebut Juang.

Karenanya, wabup Samosir ini meminta Pemerintah RI melalui kementerian terkait mengkaji ulang ijin perusahaan-perusahaan yang melakukan penebangan hutan di daerah tersebut. 
Dikabarkan, belum berapa waktu berselang, tepatnya pada Kamis (21/3/2019) yang lalu, sekitar pukul 16.00 WIB, kejadian banjir bandang juga merusak 5 (lima) hektar lahan areal pertanian di tiga desa, yakni Sarimarrihit, Habeahan Naburahan, dan Aek Sipitudai, kecamatan Sianjur Mulamula, kabupaten Samosir. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia