KabarIndonesia - Nama Lita Tamzil semakin banyak dibicarakan setelah buku pertamanya "Belajar Gaul,Jadi Manusia Unggul" terbit. Buku setebal 218 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini, merupakan bukti kesuksesan Lita Tamzil, yang atas prakarsa suaminya, Paulus Tamzil,
Keluhan Warga Sekitar Pabrik Coca-cola | HOKI | Harian Online KabarIndonesia
DAERAH
Keluhan Warga Sekitar Pabrik Coca-cola Oleh : Redi Mulyadi | 22-Nov-2009, 01:21:47 WIB
KabarIndonesia - Sumedang,PT. Coca Cola Bottling Indonesia kembali menambah mesin produksi terbaru (Hot-Filled Line 2). Dengan bertambahnya produksi minuman, maka akan semakin bertambah pula untuk kebutuhan air dalam produksinya. Dengan demikian, sudah barang tentu pihak pabrik sendiri bisa memikirkan kebutuhan air bagi warga sekitar.
Namun kenyataannya, ketika acara peresmian mesin produksi terbaru Hot-Filled Line 2 di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang dan penyerahan donasi sebesar Rp 80 juta melalui Rumah Zakat Indonesia (RZI) untuk memberdayakan masyarakat Jawa Barat melalui tiga program, yakni Super Qurban, pembibitan kambing, serta penghijauan Gunung Wayang, seorang tamu undangan yang hadir dari warga sekitar mengeluhkan kekurangan air.
“Pada saat ini, kebutuhan air semakin bertambah, tetapi warga di sekitar pabrik PT Coca-cola Bootling Indonesia justru kekurangan air. Apalagi sekarang menambah produksi minumannya,” ujar seorang warga kepada Engkos Koswara rekan wartawan Buser Trans yang melaporkan untuk KabarIndonesia.
Warga menuding, berkurangnya debit air yang ada akibat tersedot pabrik minuman PT Coca Cola Bottling Indonesia.
“Pabrik ini enak saja menambah mesin produksi, sementara kebutuhan air warga tidak diperhatikan karena air sekarang debitnya semakin berkurang,” tudingnya.
Kepala Desa Cihanjuang Iday Hudaya mengakui, kalau warga desanya mengeluhkan semakin berkurangnya debit air, yang kemungkinan akibat tersedot pabrik minuman berskala internasional itu.
“Kami sudah menyampaikan keluahan warga, baik kepada pihak pabrik maupun pemerintah,” ujarnya.
Sebenarnya pihak Pemdes Cihanjuang sendiri cukup bangga dengan adanya PT. Coca-cola Bottling Indonesia begitu peduli dengan program sosialnya yang mencapai Rp. 80 juta, tetapi sangat disayangkan warga sekitar pabrik malah kurang diperhatikan.
“Program sosial diberikan kepada warga yang jauh-jauh saja. Padahal, pabrik itu masuk wilayah desa kami, pengelola pabrik memang kurang perhatian kepada warga sekitar,”ungkap Ikhsan Hakim, Sekdes Cihanjuang.(*) Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
Sejumlah turis asing dan lokal tidak menghiraukan tumpukan sampah yang ada di sepanjang Pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mengatasi permasalahan sampah kiriman tersebut agar tidak merusak citra pariwisata Pulau Bali. Peran serta semua elemen