|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|

DAERAH
Kematian Azis Angkat, Murni Pembunuhan Berencana
Oleh : Mayjen Simanungkalit | 05-Feb-2009, 01:11:36 WIB
|
KabarIndonesia - Pimpinan Majelis Wilayah Korps Alumni HMI Sumatera Utara (PMW KAHMI Sumut), Rabu (4/2), mengeluarkan pernyataan sikap atas peristiwa demonstrasi anarkis yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut, Drs. H. Abdul Aziz Angkat MSP.
“Meninggalnya ketua DPRD Sumut tidak sekadar disebabkan oleh penyakit jantung, tetapi lebih merupakan pembunuhan berencana oleh Panitia Pembentukan Provisi Tapanuli (Protap) lewat demo anarkis di gedung DPRD,” tegas Ketua Umum dan Sekretaris Umum KAHMI Sumut, HR Muhammad Syafi’i SH. M. Hum.
Pembunuhan berencanata tersebut, menurutnya, dengan indikasi teror dan ancaman terhadap Ketua DPRD Sumut dan provokasi ke arah isu SARA terkait dengan rencana pembentukan Protap yang secara terus menerus diberitakan oleh Harian SIB (Sinar Indonesia Baru). Termasuk pada penyiapan spanduk yang berbunyi Provinsi Tapanuli: Sidang Paripurna atau Mati, serta pengerahan massa brutal dengan membawa peti mati.
“Indikasi lainnya, yakni pengrusakan gedung DPRD dan penggembokan semua akses jalan keluar dari gedung DPRD. Pengeroyokan, pemukulan dan penyekapan Ketua DPRD, serta menghalangi dan melempari mobil yang membawa Ketua DPRD Sumut ke rumah sakit. Padahal yang bersangkutan sudah dalam keadaan sekarat,” ungkap Sekretaris Umum KAHMI Sumut, Muhammad Zahrin Piliang.
Oleh karena itu PMW KAHMI Sumut menuntut agar aparat kepolisian memproses secara hukum peristiwa demonstrasi yang dilakukan pendukung Protap secara komprehensif serta menangkap aktor intelektual demonstrasi tersebut. Terlebih demonstrasi yang anarkhis ini sudah terjadi berulang kali tanpa ada antisipasi yang maksimal dari pihak kepolisian, serta yang paling penting adalah menjerat aktor intelektual dan pelaku dengan pasal pembunuhan berencana, bukan pasal kriminal biasa, atau pasal karet lainnya.
Foto: media86.blogspot.com
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com/
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|