KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pedagang Menolak Pungutan 10 Persen Pajak Rumah Makan

 
DAERAH

Pedagang Menolak Pungutan 10 Persen Pajak Rumah Makan
Oleh : Bambang Hermanto | 10-Okt-2017, 02:40:54 WIB

KabarIndonesia - Seruyan, Sejumlah pedagang di Kuala Pembuang menolak penerapan pungutan pajak rumah makan yang dikenakan sebesar 10 persen dari total penjualan/pendapatan, yang dilaksanakan merata di Kabupaten Seruyan Kalimatan Tengah (Kalteng). Hal ini dikemukakan sejumlah pedagang di acara sosialisasi penerapan pajak rumah makan di aula Badan Pengelola Perpajakan dan Retribusi Daerah (BPPRD) Seruyan, Senin (9/10).

Suprapto salah seorang pedagang mengatakan, sebagai warga negara yang baik dirinya mau mendukung upaya pembangunan di Kabupaten Seruyan dengan membayar pajak, tapi seharusnya penerapan itu dilaksanakan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat. "Kita keberatan, selama ini berjualan hasil kerja keras sendiri, membuat usaha sendiri, tidak ada sama sekali sentuhan dari pemerintah daerah, selama ini pemerintah tidak mau tau," katanya di acara sosialisasi itu.

Suprapto menginginkan, pemungutan pajak sebaiknya dihitung setiap bulan. Sehingga tidak terlalu memberatkan pedagang. “Tentukan berapa perbulannya. kalau maksa istilah persenan kami keberatan, karena banyak kewajiban yang harus kami bayar, contohnya bayar kontrakan, makanan, dan modal kami, jika 10 persen, sehari mendapat Rp 100 ribu, 10 ribu perhari di kali satu bulan Rp 300 ribu, ini sangat memberatkan kami,” ungkapnya.

Sementara, Kepala BPPRD Seruyan Markus menjelaskan, sosialisasi tersebut dalam rangka mendiskusikan agar tata kelola pajak lebih mudah. “Kalau dipungut perbulan saat ini kami akan terjerat Pungutan Liar (Pungli), karena kita sudah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) untuk beban pajak 10 persen dari penghasilan untuk rumah makan,” terangnya.

Markus menjelaskan, saran-saran dan masukan dari para pedagang tersebut akan ditampung dan diskusikan untuk mencari solusi yang baik. “Karena di Perda itu dua tahun baru bisa di evaluasi, dan kita pertimbangkan supaya tidak memberatkan pedagang," tegasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia