KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’  Popularitas Incumbent (1)

 
DAERAH

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’ Popularitas Incumbent (1)
Oleh : Muhibuddin | 31-Des-2007, 05:53:51 WIB

KabarIndonesia - Tulungagung, Teka-teki siapa bakal calon pasangan bupati-wakil bupati yang bakal bertarung dalam bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupetan Tulungagung, Jawa Timur, terkuak sudah. Saat ini, tercatat ada dua pasangan bacabup-bacawabup yang telah didaftarkan sejumlah parpol ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Yakni, pasangan incumbent Ir Heru Tjahjono,MM- Moh. Athiyah, SH dan pasangan Drs Muljani S, MSi dan Soebroto, SH MHum.

Munculnya dua pasangan cabup-cawabup yang didaftarkan ke KPUD itu, jelas sangat mengejutkan. Persoalannya, Heru-Athiyah yang kepemimpinannya populer dengan jargon ‘Guyub Rukun' itu, ternyata hanya mendapatkan rival seorang camat Kota Tulungagung yang notabene ‘anak buah' sang incumbent. Sementara, figur-figur populer lain yang sejak awal berusaha menembus tiket Pilkada, justru tersungkur sebelum bertanding.

Hingga memasuki tahapan pendaftaran calon, pasangan incumbent Heru-Athiyah tampaknya benar-benar telah ‘menyihir' Pilkada Tulungagung. Faktanya, parpol-parpol besar yang sebenarnya punya kans untuk memunculkan calon di luar incumbent, akhirnya juga bertekuk lutut, kepencut (tergiur) mengusung duet Heru-Athiyah.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sebenarnya digadang-gadang memunculkan calon di luar incumbent, kenyataannya justru menjadi Parpol pertama yang mencuatkan incumbent Heru Tjahjono sebagai bacabup. Melalui forum rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) awal Nopember 2007 lalu, kader-kader partai moncong putih ini secara aklamasi memutuskan Heru Tjahjono menjadi satu-satunya bacabup PDIP.

Karena Rakercabsus PDIP yang diikuti 674 dari 766 jumlah pengurus partai mulai tingkat ranting hingga DPC sudah memutuskan demikian, praktis figur lain di luar incumbent tertutup peluangnya untuk mencari tiket Pilkada lewat gerbong partai ini. Apalagi, melalui rekomendasi DPP PDIP nomer 1717/IN/DPP/XI/2007 tertanggal 26 Nopember 2007, sang incumbent itu akhirnya juga ditetapkan menjadi satu-satunya bacabup PDIP.

‘'Kami bersama jajaran pengurus dan kader PDIP, siap untuk mengamankan rekom DPP PDIP itu. Bagi kader yang tak mendukung rekom, jelas akan diberikan sangsi organisasi,'' tegas Ketua DPC PDIP Tulungagung, Drs Isman, MSi saat memberikan keterangan pers setelah turun rekom dari DPP PDIP.
Dengan keluarnya keputusan politik PDIP itu, berarti salah satu gerbang untuk mendapatkan tiket bacabup Tulungagung 2008-2013 sudah jelas-jelas tergembok rapat. Itu maknanya, tak ada peluang lagi bagi bakal calon di luar incumbent untuk menggunakan partai ini sebagai kendaraan politik untuk menuju AG 1 (sebutan lain untuk jabatan bupati Tulungagung). Dengan demikian, dari gerbang PDIP ini, Heru Tjahjono sudah menang satu point dalam menyingkirkan calon rival politiknya dalam Pilkada Tulungagung.
Mengapa PDIP sebagai partai yang memiliki kursi terbesar di DPRD Tulungagung begitu ‘terhipnotis' mengusung Heru Tjahjono? Apakah di luar incumbent memang sudah tak ada lagi putra daerah yang layak diusung menjadi bacabup PDIP? Ataukah memang secara politis partai ini sudah "terbeli" oleh sang incumbent? Ataukah-- kalaupun ada figur lain-- iming-iming ‘gizi' yang mereka janjikan sebagai modal bargaining position kurang begitu menggiurkan?

Entahlah! Yang jelas, sederet pertanyaan itu menjadi menarik diajukan, mengingat pada Pilkada sebelumnya, incumbent Heru Tjahjono terpilih menjadi Bupati Tulungagung 2003-2008 setelah diberangkatkan lewat gerbong Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Itu artinya, secara politis, incumbent Heru Tjahjono sebenarnya telah menjadi ‘milik' PKB. Meski posisi politis incumbent sudah jelas seperti itu, namun realitasnya, PDIP tetap saja melenggang kencang mencalonkan sang incumbent dalam Pilkada Tulungagung 2008 lewat gerbang partainya. Langkah politik semacam ini mencerminkan sebuah kepintaran politis PDIP ataukah sebaliknya justru PDIP yang tak berdaya menghadapi ‘sihir' maut sang incumbent?
Keterangan foto : Pasangan incumbent Ir Heru Tjahjono, MM -Moh. Athiyah, SH

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia