KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’  Popularitas Incumbent (2)

 
DAERAH

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’ Popularitas Incumbent (2)
Oleh : Muhibuddin | 31-Des-2007, 05:54:08 WIB

KabarIndonesia - Tulungagung, Ketika PDIP sudah tidak menjual ‘tiket' Pilkada untuk bacabup selain incumbent, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedikit memberikan harapan. Partai berlambang bintang sembilan ini, secara terbuka membuka pendaftaran untuk menjaring pasangan bacabup-bacawabup yang akan diusungnya dalam Pilkada Tulungagung 2008. Tak ayal, dari pintu PKB mulai bermunculan figur-figur yang ingin bertarung merebut posisi bacabup-bacawabup.

Hingga deadline pendaftaran, ada tiga pasangan bacabup-bacawabup yang mendaftarkan diri lewat pintu PKB. Yaitu, pasangan Kepala Desa (Kades) Plosokandang, Kedungwaru, Albar Bandanuji - Subani, pasangan incumbent Heru Tjahjono-Moh. Athiyah dan pasangan Budi Setijahadi-Sakundoko.
Yang mengejutkan, Wakil Bendahara Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU), Ir Bambang Adyaksa Utama yang semula dikabarkan akan ikut berebut tiket lewat PKB, ternyata justru tak ikut mandaftarkan diri. Tak jelas mengapa putra daerah Tulungagung yang sejak awal sudah mensosialisasikan diri akan maju dalam Pilkada ini justru tak ‘melamar' partai yang dibidani Gus Dur itu.

Dengan tiga pendaftar itu, akhirnya PKB menggelar musyawarah kebangkitan (Muskit). Dalam forum ini, kader-kader PKB dari semua jajaran diminta memberikan penilaian setelah ketiga pasangan bacabup-bacawabup diberi kesempatan menyampaikan visi misi. Hasil penilaian itu kemudian diserahkan DPP PKB untuk bahan pertimbangan menetapkan bacabup-bacawabup. ‘'Hasil Muskit ini sepenuhnya kita serahkan ke DPP PKB. Keputusan selanjutnya menjadi wewenang penuh DPP PKB,'' tegas Ketua DPC PKB Tulungagung, Ir Alfa Isnaini.

Hingga disini, harapan munculnya bacabup di luar incumbent masih terbuka lebar. Namun, tiba-tiba, Jumat (14/12/2007), DPC PKB mengambil langkah mengejutkan. Bersama PDIP, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD), PKB justru bergandeng tangan mendaftarkan pasangan incumbent Heru-Athiyah ke KPUD Tulungagung. Padahal, saat itu, DPC PKB jelas-jelas belum mengantongi SK DPP PKB yang merekom pasangan tersebut. ‘'Soal rekom, itu urusan internal partai. Yang jelas, buktinya kami sudah ikut bergabung mendaftarkan pasangan Heru-Athiyah. Secara kelembagaan, kami juga ikut tanda tangan saat mendaftarkan Heru-Athiyah. ,'' tegas Alfa Isnaini saat ikut mendaftarkan pasangan Heru-Athiyah ke KPUD.

Gayung pun bersambut. Pasca pendaftaran itu, salah seorang bacabup yang mendaftarkan diri lewat pintu PKB mengklaim mengantongi surat pribadi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menetapkan dirinya sebagai bacabup PKB. Di sisi lain, DPC PKB yang dimasinisi Alfa Isnaini juga mengklaim punya surat pribadi Gus Dur yang intinya merekom Heru-Athiyah sebagai bacabup-bacawabup.

Tak pelak, polemik seputar surat pribadi Gus Dur pun menggelinding. Untung, sebelum polemik itu berkepanjangan, SK DPP PKB tentang bacabup Tulungagung, akhirnya turun. Melalui SK nomer 2734/DPP-02/IV/A.1/XII/2007 tertanggal 14 Desember 2007, DPP PKB mengesahkan Heru-Athiyah sebagai bacabup-bacawabup Tulungagung 2008-2013. SK itu ditandatangani Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid dan Sekretaris Dewan Syuro, H. Muhyidin Arubusman. Selain itu, SK tersebut juga ditandatangani Wakil Ketua Dewan Tanfidz, Ali Masykur Musa MSi dan Sekretaris Dewan Tanfidz, Zannuba A.C. Wahid.
‘' Kami tidak mengatakan surat pribadi Gus Dur yang keluar sebelumnya itu gugur atau tidak setelah terbitnya SK DPP PKB ini. Yang jelas, turunnya SK DPP PKB yang merekom Heru-Athiyah, ini sekaligus juga menjadi ending dari polemik yang telah terjadi selama ini,'' tandas Alfa Isnaini.

Tamat sudah peluang bacabup lain di luar incumbent untuk maju dalam bursa Pilkada Tulungagung setelah PDIP yang berkoalisi dengan Partai Golkar, PAN, dan PD ditambah PKB mendaftarkan Heru-Athiyah sebagai bacabup-bacawabup ke KPUD. Dengan munculnya koalisi lima Parpol besar itu, Pilkada Tulungagung benar-benar semakin ‘tersihir' oleh popularitas sang incumbent.
Keterangan foto : Incumbent Ir Heru Tjahjono, MM - Moh Athiyah, SH bergandeng tangan dengan fungsionaris Parpol pengusungnya.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia