KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’  Popularitas Incumbent (2)

 
DAERAH

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’ Popularitas Incumbent (2)
Oleh : Muhibuddin | 31-Des-2007, 05:54:08 WIB

KabarIndonesia - Tulungagung, Ketika PDIP sudah tidak menjual ‘tiket' Pilkada untuk bacabup selain incumbent, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedikit memberikan harapan. Partai berlambang bintang sembilan ini, secara terbuka membuka pendaftaran untuk menjaring pasangan bacabup-bacawabup yang akan diusungnya dalam Pilkada Tulungagung 2008. Tak ayal, dari pintu PKB mulai bermunculan figur-figur yang ingin bertarung merebut posisi bacabup-bacawabup.

Hingga deadline pendaftaran, ada tiga pasangan bacabup-bacawabup yang mendaftarkan diri lewat pintu PKB. Yaitu, pasangan Kepala Desa (Kades) Plosokandang, Kedungwaru, Albar Bandanuji - Subani, pasangan incumbent Heru Tjahjono-Moh. Athiyah dan pasangan Budi Setijahadi-Sakundoko.
Yang mengejutkan, Wakil Bendahara Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU), Ir Bambang Adyaksa Utama yang semula dikabarkan akan ikut berebut tiket lewat PKB, ternyata justru tak ikut mandaftarkan diri. Tak jelas mengapa putra daerah Tulungagung yang sejak awal sudah mensosialisasikan diri akan maju dalam Pilkada ini justru tak ‘melamar' partai yang dibidani Gus Dur itu.

Dengan tiga pendaftar itu, akhirnya PKB menggelar musyawarah kebangkitan (Muskit). Dalam forum ini, kader-kader PKB dari semua jajaran diminta memberikan penilaian setelah ketiga pasangan bacabup-bacawabup diberi kesempatan menyampaikan visi misi. Hasil penilaian itu kemudian diserahkan DPP PKB untuk bahan pertimbangan menetapkan bacabup-bacawabup. ‘'Hasil Muskit ini sepenuhnya kita serahkan ke DPP PKB. Keputusan selanjutnya menjadi wewenang penuh DPP PKB,'' tegas Ketua DPC PKB Tulungagung, Ir Alfa Isnaini.

Hingga disini, harapan munculnya bacabup di luar incumbent masih terbuka lebar. Namun, tiba-tiba, Jumat (14/12/2007), DPC PKB mengambil langkah mengejutkan. Bersama PDIP, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD), PKB justru bergandeng tangan mendaftarkan pasangan incumbent Heru-Athiyah ke KPUD Tulungagung. Padahal, saat itu, DPC PKB jelas-jelas belum mengantongi SK DPP PKB yang merekom pasangan tersebut. ‘'Soal rekom, itu urusan internal partai. Yang jelas, buktinya kami sudah ikut bergabung mendaftarkan pasangan Heru-Athiyah. Secara kelembagaan, kami juga ikut tanda tangan saat mendaftarkan Heru-Athiyah. ,'' tegas Alfa Isnaini saat ikut mendaftarkan pasangan Heru-Athiyah ke KPUD.

Gayung pun bersambut. Pasca pendaftaran itu, salah seorang bacabup yang mendaftarkan diri lewat pintu PKB mengklaim mengantongi surat pribadi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menetapkan dirinya sebagai bacabup PKB. Di sisi lain, DPC PKB yang dimasinisi Alfa Isnaini juga mengklaim punya surat pribadi Gus Dur yang intinya merekom Heru-Athiyah sebagai bacabup-bacawabup.

Tak pelak, polemik seputar surat pribadi Gus Dur pun menggelinding. Untung, sebelum polemik itu berkepanjangan, SK DPP PKB tentang bacabup Tulungagung, akhirnya turun. Melalui SK nomer 2734/DPP-02/IV/A.1/XII/2007 tertanggal 14 Desember 2007, DPP PKB mengesahkan Heru-Athiyah sebagai bacabup-bacawabup Tulungagung 2008-2013. SK itu ditandatangani Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid dan Sekretaris Dewan Syuro, H. Muhyidin Arubusman. Selain itu, SK tersebut juga ditandatangani Wakil Ketua Dewan Tanfidz, Ali Masykur Musa MSi dan Sekretaris Dewan Tanfidz, Zannuba A.C. Wahid.
‘' Kami tidak mengatakan surat pribadi Gus Dur yang keluar sebelumnya itu gugur atau tidak setelah terbitnya SK DPP PKB ini. Yang jelas, turunnya SK DPP PKB yang merekom Heru-Athiyah, ini sekaligus juga menjadi ending dari polemik yang telah terjadi selama ini,'' tandas Alfa Isnaini.

Tamat sudah peluang bacabup lain di luar incumbent untuk maju dalam bursa Pilkada Tulungagung setelah PDIP yang berkoalisi dengan Partai Golkar, PAN, dan PD ditambah PKB mendaftarkan Heru-Athiyah sebagai bacabup-bacawabup ke KPUD. Dengan munculnya koalisi lima Parpol besar itu, Pilkada Tulungagung benar-benar semakin ‘tersihir' oleh popularitas sang incumbent.
Keterangan foto : Incumbent Ir Heru Tjahjono, MM - Moh Athiyah, SH bergandeng tangan dengan fungsionaris Parpol pengusungnya.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia