KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’  Popularitas Incumbent (3)

 
DAERAH

Pilkada Tulungagung ‘Tersihir’ Popularitas Incumbent (3)
Oleh : Muhibuddin | 31-Des-2007, 05:54:15 WIB

KabarIndonesia - Tulungagung, Sekalipun lima Parpol besar sudah ‘tersihir' mengusung incumbent, mestinya warga Tulungagung tak perlu risau. Pasalnya, gabungan 17 parpol kecil yang berkoalisi lewat aliansi pro demokrasi (APD) sudah lebih dulu mendaftar ke KPUD dengan mengusung pasangan di luar incumbent, Muljani-Soebroto. Cuma, logika akal sehat memang sulit untuk tidak bertanya-tanya ketika menyaksikan pasangan ini yang diusung gabungan 17 Parpol yang dimotori Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Sekedar diketahui, Muljani S tak lain birokrat tulen yang menjabat Camat Kota Tulungagung. Sementara, pasangannya seorang pensiunan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Tulungagung.

Orang awam politik pun akan bilang pasangan Muljani-Soebroto ini jelas tidak sebabak jika harus berkompetisi dengan pasangan incumbent yang nota bene juga pernah jadi ‘ndoro kanjengnya'. Apalagi, (maaf, bukan bermaksud mengecilkan duet Muljani-Soebroto), popularitas pasangan ini dalam pentas politik lokal Tulungagung juga nyaris tak pernah terdengar gaungnya. Tapi, apa boleh buat. Duet inilah yang kenyataanya diusung lewat gerbong APD. Mungkin, di luar pasangan Mulyani-Soebroto, 17 parpol pengusungnya memang sudah tak menemukan figur lain yang dianggap layak memimpin Tulungagung untuk periode lima tahun ke depan. Atau, bisa jadi, APD juga sudah ‘terhipnotis' mengikuti irama gending ‘Guyub Rukun' dalam mengkondisikan Pilkada Tulungagung. Tak tahulah!

Sebenarnya, dari 24 Parpol peserta pemilu 2004, tinggal dua parpol--PNBK dan PSI--yang hingga kini belum tergabung dalam urusan usung-mengusung bacabup-bacawabup. Cuma sayangnya, dua Parpol ini tidak cukup kuota untuk memberangkatkan bakal calon dalam Pilkada. Sehingga, hanya dua pasangan itulah nantinya yang dipastikan bertarung memperebutkan hak pilih rakyat Tulungagung yang menurut daftar pemilih sementara berjumlah sekitar 864.000 orang.

Adalah masyarakat peduli demokrasi (Malimo) yang tak bisa menerima realitas ini. Aktivis Malimo yang jumlahnya hanya segelintir orang ini, menilai, Pilkada Tulungagung sarat dengan nuansa ‘dagelan politik'. Malimo juga menuding, pasangan Muljani-Soebroto hanyalah calon ‘boneka' yang sengaja dimunculkan untuk memenuhi persyatan peraturan pemerintah (PP) nomer 6 tahun 2005 tentang Pilkada yang menyatakan peserta Pilkada minimal dua pasangan calon. ‘'Ini hasil rekayasa. Indikasinya, sebelum ini mencalonkan Muljani-Soebroto, Parpol-Parpol itu telah dikumpulkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Kami punya bukti-buktinya berupa rekaman,'' tegas koordinator lapangan Malimo, Heri Widodo.Itu sebabnya, Malimo menuntut agar pelaksanaan Pilkada Tulungagung ditunda. Untuk menyuarakan aspirasinya, Malimo sudah berkali-kali mengadakan aksi turun jalan dengan menggelar orasi. Selain itu, Malimo juga sudah menyampaikan tuntutannya ke KPUD dan juga mengadukan indikasi pelanggaran Pilkada ke Panitia Pengawas (Panwas).
 
‘'Kami menuntut Pilkada Tulungagung diundur. Jangan bodohi rakyat. Kalau tak mau menunda Pilkada, lebih baik Heru-Athiyah langsung dilantik menjadi Bupati Tulungagung 2008-2013. Dengan demikian, biaya Pilkada sebesar Rp 22 miliar bisa dibagikan untuk kesejahteraan rakyat'' begitu Heri Widodo berteriak lantang dalam beberapa kali menggelar aksi jalanan menyikapi Pilkada Tulungagung.

Sayang, dalam ‘menggoyang' Pilkada Tulungagung, Malimo hanya berjuang ‘single fighter'. Pasalnya, sejauh ini banyak elemen masyarakat yang juga sudah ‘tersihir' popularitas incumbent. Faktanya, melalui spanduk dan baliho-baliho, mereka secara tersirat juga ikut ‘mengkampanyekan' dipertahankannya duet incumbent memimpin Tulungagung untuk periode lima tahun ke depan. Toh demikian, Malimo tak patah arang.

Mereka mengancam akan terus melakukan aksi hingga tuntutannya menunda Pilkada direspon. Malimo juga mengancam akan mendirikan kemah dan bermalam di kantor KPUD jika tuntutannya tetap tak digubris. ‘'Kami akan terus beraksi jika tuntutan kami belum dikanulkan,'' terang Heri Widodo saat menggelar demo di depan kantor bupati Jl. A. Yani Timur,

Tulungagung, Jumat (28/12/2007).

Keterangan foto : Aktivis Malimo saat menggelar aksi ‘menggoyang' Pilkada Tulungagung

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia