|
|
|
| |
KabarIndonesia - Peristiwa kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia terus berlangsung dan terulang kembali. Terakhir, kekerasan menimpa jemaat Ahmadi di Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Sikap keras para penolak Ahmadiyah diwarnai dengan tindak kekerasan fisik yang cenderung melanggar hukum, hak selengkapnya....
|
|
|
DAERAH
15 KK Warga Leuwileutak Kembali ke Lokasi Longsor
Oleh : Redi Mulyadi | 19-Des-2009, 22:31:44 WIB
|
KabarIndonesia - Tasikmalaya, Sejak kejadian bencana longsor beberapa bulan lalu, pemerintah kabupaten Tasikmalaya menyatakan bahwa wilayah Kampung Leuwileutak desa Girimukti Kecamatan Bojonggambir sebagai daerah berbahaya dan tidak layak huni. Sehingga meminta 127 KK asal Leuwileutak untuk pindah ke Sumarsana dan Sukabakti karena lokasi perkampungan tersebut tidak aman.
Namun, karena masih belum bisa membangun rumah tinggal di tempat relokasi, Kampung Sumarsana dan Sukabakti, maka sebanyak 15 kepala keluarga (KK) warga Leuwileutak nekat kembali ke rumah mereka
“Hingga kini mereka belum bisa membangun rumah karena bantuan dari pemerintah tersendat. Selain itu, mereka merasa jenuh tinggal di pengungsian sehingga memilih kembali ke kampungnya, meski lokasinya tidak aman,” ungkap Oon Saonah, kepala desa Girimukti seperti dikutip H.U. Priangan, kemarin.
Kades Girimukti juga mengakui, saat ini pihaknya ditawari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) untuk pembangunan 20 rumah warga Leuwileutak. "Kami masih kebingungan karena jumlahnya tidak cukup untuk semua warga. Kami khawatir nantinya justru akan menimbulkan kecemburuan social di masyarakat," ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya belum berani memutuskan mencairkan bantuan tersebut, karena kini muncul usulan dari warga bahwa apabila memungkinkan, bantuan dari Bapenes dialokasikan untuk membangun sarana sarana keagamaan (mesjid dan madrasah) di lokasi relokasi kampung Sumarsana yang memang belum ada.(*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com//
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|