KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Tak Konsisten, Pemkab Pringsewu Dinilai Mencla-mencle
Oleh : Pringsewu | 22-Jun-2009, 20:15:47 WIB

KabarIndonesia, Pringsewu - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pringsewu dinilai 'mencla-mencle'. Hal tersebut terkait  penggunaan istilah pemerintahan di tingkat desa di wilayah kabupaten tersebut.

Sebelumnya, untuk pemerintahan di tingkat desa di Kabupaten Pringsewu  sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tanggamus (selaku daerah induk), menggunakan istilah 'Pekon' yang dalam budaya atau bahasa Lampung berarti 'Desa'.

Namun, belakangan, sejak Kabupaten Pringsewu resmi memisahkan diri sebagai daerah otonom baru, Penjabat Bupati Kabupaten Pringsewu Masdulhaq, menginstruksikan agar penyebutan istilah pemerintahan di tingkat desa, dikembalikan dengan kembali memakai sebutan 'Desa'.

Namun, belakangan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu mengeluarkan instruksi baru, agar kembali menggunakan istilah 'Pekon' sesuai dengan Perda kabupaten induk, menunggu dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pringsewu tentang penyebutan istilah Desa.

Instruksi tersebut bahkan dituangkan melalui surat resmi yang ditujukan kepada para camat dan kepala desa yang ada di Kabupaten Pringsewu, yang juga ditembuskan kepada Gubernur Provinsi Lampung, Bupati Kabupaten Tanggamus (sebagai kabupaten induk), serta DPRD setempat.

Sementara, DPRD Kabupaten Pringsewu  sendiri hingga saat ini belum juga terbentuk. Akibat instruksi 'mendadak' yang dikeluarkan oleh penjabat Bupati Pringsewu tersebut, membuat para kepala desa dibuat pusing dan bingung.

"Ini bagaimana, sebelumnya menginstruksikan agar mengganti istilah Pekon dengan sebutan Desa. Sekarang, setelah semuanya sudah diganti dari Pekon menjadi Desa, eh...ujuk-ujuk disuruh ganti lagi apakai istilah Pekon.

Padahal, semua plang, kop surat, stempel, dan lain-lain sudah kami ganti dengan sebutan Desa. Masa harus kami ganti lagi dengan istilah Pekon. Ini khan perlu biaya lagi," keluh salah satu kepala desa, yang tidak mau disebutkan namanya.

Terkait  kebijakan mendadak penggantian sebutan dari Desa menjadi Pekon oleh Penjabat Bupati  Kabupaten Pringsewu, kuat dugaan, ada kaitannya dengan masalah pencairan Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Pekon (TP-APP), Anggaran Dana Pekon (ADP) oleh Kabupaten Tanggamus sebagai daerah induk bagi 104 desa di 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Dimana, selain masalah defisit, salah satu sebab tertahannya pembayaran anggaran tersebut, karena para kepala pekon di Kabupaten Pringsewu sudah tidak menggunakan istilah Pekon lagi seperti Kabupaten Tanggamus selaku daerah induk.

Untuk diketahui, sesuai Undang-undang (UU) mengenai pemerintahan daerah, istilah pemerintahan tingkat desa, daerah otonom diperkenankan memakai sebutan lain (selain Desa), sesuai dengan budaya masyarakat setempat.

Untuk di Provinsi Lampung, sejumlah kabupaten telah menggunakan istilah lokal untuk sebutan Desa, diantaranya ada yang menggunakan istilah 'Kampung' seperti yang digunakan di Kabupaten Lampung Tengah, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji, dan Way Kanan.

Sedangkan istilah Pekon, diantaranya dipakai oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat. Sementara kabupaten lainnya, seperti Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Pesawaran tetap memakai sebutan Desa.

Di Kabupaten Pringsewu sendiri yang merupakan kabupaten baru, hasil pemekaran dari Kabupaten Tanggamus, penggunaan sebutan tersebut menimbulkan polemok di tengah masyarakat. Sebagian besar kepala desa yang ada di Kabupaten Pringsewu menghendaki penggunaan istilah tersebut kembali memakai sebutan Desa seperti sebelumnya sebelum keluar Perda Kabupaten Tanggamus mengenai penggunaan sebutan Pekon untuk istilah desa di daerah tersebut.

Mereka menilai, Kabupaten Pringsewu merupakan daerah yang sangat heterogen, karena penduduknya sebagian besar merupakan warga yang berasal dari bermacam-macam suku, adat dan budaya, dengan penduduk dominannya adalah masyarakat Jawa.

Nama Pringsewu sendiri merupakan nama yang berasal dari Bahasa Jawa yang berarti Bambu Seribu, dimana kota ini dahulunya merupakan kawasan hutan bambu yang dibuka oleh masyarakat asal Pulau Jawa untuk dijadikan permukiman. Dan, sekarang hutan bambu tersebut telah menjelma menjadi sebuah kota yang bernama Pringsewu, yang saat ini merupakan salah satu kota terbesar di Provinsi Lampung, di samping Kota Bandar Lampung, Kotabumi dan Kota Metro. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia