|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|

POLITIK
Kwik Kian Gie for President
Oleh : Dede Wijaya | 18-Jun-2008, 01:55:31 WIB
|
KabarIndonesia - Siapa yg tidak kenal sosok beliau? Tokoh yang sangat Nasionalis ini layak untuk diperhitungkan menjadi kandidat Calon Presiden Indonesia 2009. Wacana ini telah lama berkembang bahkan ketika Pemilu 2004 lalu. Waktu itu ada kelompok-kelompok masyarakat yang ingin mencalonkan Kwik Kian Gie sebagai Calon Presiden Independen, namun UU belum memperbolehkan hal ini. Kwik lahir di Juwana, Jawa Tengah, 11 Januari 1935. Tidak lama di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian putra seorang pengusaha hasil bumi bernama The Kwie Kie ini berangkat kuliah ke Nederlandsche Economische Hogeschool, Rotterdam, Belanda. Di sana pula ia bertemu dengan Dirkje Johanna de Widt, gadis Rotterdam yang kemudian menjadi isterinya. Dua dari tiga anaknya juga lahir di kota itu. Lulus dari Nederlandsche Economische Hogeschool pada 1963, ia tidak langsung pulang ke Indonesia, tetapi bekerja dulu sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan pada Kedutaan Besar RI di Den Haag. Namun pekerjaan itu hanya dilakoninya setahun. Selanjutnya, ia menjadi direktur NV Handelsonderneming IPILO, Amsterdam. Tahun 1970 ia kembali ke tanah air, dan sempat menganggur pula selama setahun sebelum akhirnya terjun ke dunia bisnis dan mendirikan PT Indonesian Financing & Investment Company. Ia sempat pula menjadi pimpinan beberapa perusahaan lainnya. Dunia bisnis kemudian ditinggalkannya pada 1987, meskipun sampai tahun 1990 namanya masih tercatat sebagai direktur utama PT Altron Niagatama Nusa. "Saya sudah punya cukup uang untuk membiayai semua yang saya inginkan," katanya suatu kali kepada Matra. Ia pun terjun total ke dunia politik dan pendidikan.
Untuk dunia pendidikan, bersama dua kawannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef, ia mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia (STIE IBII). Di lembaga itu ia duduk dalam jajaran dewan direktur. Untuk politik, ia bergabung dengan PDI pro Megawati. Di sana ia duduk di Badan Penelitian dan Pengambangan (Balitbang), sekaligus menjadi salah satu Ketua DPP. Meskipun kemudian Mega disingkirkan oleh pemerintah dari PDI, ia tetap konsisten membela dan mendukung Mega. Menurut Kwik, kemanusiaan Mega sangat tinggi. "Kemanusiaannya besar sekali, sehingga Mega tidak bisa melihat darah mengalir, kerusuhan atau kematian. Dia terus menerus berpesan agar anggota PDI menjaga diri dan menghindari kerusuhan," katanya. Ia menambahkan, bahwa Mega itu manusia yang mirip Bung Karno, "dan logisnya luar biasa".
Ia hidup untuk melayani orang lain. Itu tak lain karena Mega dilahirkan dalam keadaan untuk melayani orang lain. "Jadi kalau dia peduli terhadap kehidupan bangsa ini, itu bukan dibuat-buat, bukan agar dia menjadi orang berpangkat atau orang penting," tambah Kwik kepada majalah di atas. Keadaan memang berubah, reformasi datang, dan PDI Megawati - kemudian bernama PDI Perjuangan - diperbolehkan menjadi salah satu partai politik. Selanjutnya, penulis masalah-masalah ekonomi yang sangat produktif ini pun naik ke Senayan sebagai anggota DPR. Di sana, ia pun dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR, sebelum kemudian diangkat Gus Dur sebagai Menko Ekuin. Simak kesan seorang warga masyarakat tentang sosok Pak Kwik: Pak Kwik, tokoh yang tidak malu menggunakan nama kebesaran Tiong Hoa-nya adalah sosok yang vokal, keras, bersih, jujur tetapi hidup dalam lingkaran orang-orang yang dia sendiri menganggapnya busuk. Bagaikan seorang Nabi, ia berusaha “menyadarkan” orang-orang busuk bahwa jalan mereka itu salah. Kita semua tidak tahu apa yang ada di benak Kwik. Apakah ia benar-benar ber-amar ma'ruf nahi munkar atau hanya sok idealis? Yang jelas apa yang kita lihat sekarang secara kasat mata, ia melakukan perbuatan yang benar dengan mengingatkan orang yang salah. Kita memang butuh orang-orang seperti Pak Kwik untuk membangun bangsa ini. Sebagian masyarakat Indonesia yg tahu betul sepak terjang Kwik Kian Gie sejak zaman Presiden Soeharto, pasti tahu apa saja yg sudah dilakukan Kwik Kian Gie yg selalu getol bersuara meski harus berhadapan dengan kondisi Pemerintahan saat itu yg penuh dengan budaya KKN. Pengalamannya di bidang Ekonomi yang Pro Rakyat dan bidang Politik tidak perlu diragukan lagi. Tidak ada yang meragukan akan kecintaan dan Nasionalisme-nya.
Di antara para nasionalis seperti Amien Rais, Megawati, Akbar Tandjung, dan sebagainya, nama Kwik Kian Gie termasuk harum dan disegani baik oleh teman-teman Politik antar partai maupun oleh musuh-musuh politik PDI Perjuangan, di mana Kwik duduk sebagai Balibtbang PDIP. Tampaknya sosok beliau yang berdarah Tionghoa-Indonesia yang mengecap Pendidikan di Belanda ini memang layak disandingkan dan disamakan dengan tokoh-tokoh nasional seperti Akbar Tandjung, Amien Rais, SBY, Megawati, ataupun Jusuf Kalla.
Dalam beberapa buku yang ditulis dari kalangan Muslim, memunculkan wacana mengenai Presiden Indonesia yang bukan dari Islam. Tampak wacana ini diusung untuk memberi kesempatan yang sama bagi semua orang Indonesia tidak memusingkan Suku Bangsa (Jawa-Non Jawa), Agama (Islam-Kristen-Budha, dll), dan lain sebagainya. Menurut hemat penulis, memang sudah seharusnya kita sebagai Warga Negara Indonesia melihat sosok seseorang bukan dari latar belakang yang bersifat SARA, namun lebih pada melihat tokoh atau sosok itu dari track record dan kapabilitas beliau sebagai seorang Pemimpin dan Negarawan Sejati. Sosok Nasionalis selalu lebih disukai daripada yang bersifat Agamis dalam negara yang Ber-bhinneka Tunggal Ika dalam wadah NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Bahkan Kwik ketika harus berhadapan dengan para "konglomerat hitam" yang beberapa di antaranya adalah keturunan Tionghoa, beliau tetap lebih mementingkan kepentingan Rakyat Indonesia dan bahkan cenderung membenci semua konglomerat hitam yang jelas tidak perlu dikasihani oleh negara. Tampaknya sosok beliau yang berani mati demi sebuah ideologi dan misi membela kepentingan Rakyat Indonesia, patutlah mendapat acungan jempol dan penghargaan. Menjelang PEMILU 2004, nama Beliau sempat diusung menjadi calon Presiden, dan bahkan beberapa Capres saat itu memperhitungkan beliau untuk disandingkan menjadi Calon Wakil Presiden. Pengalaman Beliau dalam berorganisasi tidak perlu diragukan lagi, sejak bergabung di PDI Perjuangan dalam masa-masa yang berat saat Orde Baru, beliau siap mati demi membela kepentingan Nasional dan PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
Tampaknya kesetiaan beliau kepada Megawati dan PDI Perjuangan juga tidak lepas dari kekaguman beliau akan sosok Ir. Soekarno, sang Penyambung Lidah Rakyat. Masih ingat dengan Kaukus November yg beliau Prakarsai sejak 1998? Beliau bukan hanya berhasil mengggagas namun juga mewujudkan dan mengajak para nasionalis yang cinta bangsa dan negara untuk perhatian kepada masalah-masalah utama bangsa ini. Kwik, Tokoh Tionghoa yang "paling nasionalis" ini juga aktif dalam membela BUMN-BUMN dari kekuasaan pihak asing yang ingin menggerogoti kekayaan negara Indonesia yang tiada tara sebagai berkat Yang Maha Kuasa. Apalagi yang mau saya katakan tentang Beliau? Salah satu tokoh nasionalis yang mempengaruhi hidup saya adalah Kwik Kian Gie, selain tentunya Soekarno. Track record beliau di PDIP dan Pemerintahan semasa menjabat Menteri patut mendapat perhitungan dan penilaian yang serius dari masyarakat Indonesia. Jadi, apakah anda dan saya mau mendukung Kwik Kian Gie for President 2009? Mari wujudkan calon independen, mari wujudkan mimpi jadi kenyataan.
Bagi penulis, sosok Kwik Kian Gie bagaikan sosok yang memberi warna berbeda dan menyegarkan di tengah situasi bangsa dan negara yang sering disebut "carut-marut". Tampaknya, beliau layak diperbincangkan dan terus diwacanakan sebagai salah satu calon Presiden Independen selain tokoh-tokoh seperti Akbar Tandjung, SBY, Jusuf Kalla, Megawati, Amien Rais, Bang Yos, Prabowo Subianto, Wiranto, dan sederet tokoh nasional lainnya.
[www.dedewijaya.co.cc]
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|