|
|
|
| |
KabarIndonesia - Di sela-sela pencanangan Gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir di Mataram kemarin, Presiden SBY kembali curhat. Beliau mengeluh dengan menyebut ada gerakan politik yang saat ini berkampanye keliling Indonesia menjelek-jelekkan pemerintahan. Gerakan itu, kata SBY, mengatakan seolah-olah Indonesia selengkapnya....
|
|
|
POLITIK
Tasyakuran 10 Tahun PAN
Oleh : Ahmad Ta | 24-Aug-2008, 01:23:26 WIB
|
KabarIndonesia, Jakarta - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, yang jatuh pada tanggal 23 Agustus 2008, Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar tasyakuran sederhana di Rumah PAN, Jl. Warung Buncit Raya 17, Jakarta Selatan, Sabtu malam (23/8).
Tasyakuran berjalan hikmat meski tidak dihadiri Ketua Umum DPP PAN, Soetrisno Bachir dan Ketua MPP PAN, HM Amien Rais.
Hadir beberapa Ketua DPP, seperti A. Hakam Naja dan Murdiati Akma, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Icu Zukafril, serta sejumlah Fungsionaris Barisan Muda (BM) PAN.
Hadir juga Ketua Umum Wanita Islam, Hj Sri Harti, yang akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari PAN, serta beberapa artis PAN seperti Adrian Maulana, Derry Drajat, Mara Karma, Mandra dan Henidal Amroe.
Pada kesempatan tersebut, Ketua DPP PAN, Murdiati Akma, menegaskan kembali sejarah awal terbentuknya Partai Amanat Nasional yang lahir dari reformasi. Amien Rais sebagai lokomotif reformasi yang menggagas berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) pada waktu itu memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan Presiden. Karena Golkar sebagai fraksi terbesar waktu itu meminta Amien menjadi presiden.
"Tapi jiwa besar Pak Amien waktu itu sungguh ditunjukkan dengan menolak jabatan tersebut. Bahkan memberikan kesempatan kepada Gus Dur", tegas Nurdiati Akma.
Sebagai partai baru yang lahir dari rahim reformasi, PAN juga telah menunjukkan penghargaan kepada kaum perempuan. "Pada pemilu pertama setelah reformasi, PAN memiliki 38 anggota legislatif, satu di antaranya perempuan. Pada Pemilu 2004, PAN memperolah 53 kursi di DPR dan 8 diantaranya adalah kaum perempuan. Ini juga menunjukkan komitmen PAN kepada kaum perempuan," tegas Murdiati yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta pada tahun 70-an tersebut.
Saat ini, bersamaan dengan ulang tahun ke-10, PAN akan lebih berkonsentrasi pada aksi nyata untuk masyarakat. "Kita menyaksikan kader-kader PAN di berbagai daerah saat ini sedang berjuang membantu masyarakat miskin yang membutuhkan uluran tangan. Kader PAN harus beroientasi pada perbuatan nyata", katanya.
Dalam kesempatan peringatan HUT tersebut, DPP PAN memberikan hadiah kepada 20 bayi dari berbagai Rumah Sakit di Jakarta yang lahir bertepatan dengan tanggal kelahiran PAN. Bantuan dan bingkisan diberikan simbolis kepada lima orang ayah yang mewakili anaknya yang lahir pada tanggal 23 Agustus 2008.
Di antaranya kepada pasangan Ramasyaputra dan Lia Karmila. Saking terharunya dengan penghargaan dari PAN, Ramasya memberikan anak perempuan yang baru lahir dengan nama RAISA AMANATI. Demikian juga dengan pasangan Marjuki dan Aningsih.
Tadinya dia akan memberi nama anaknya Raihan Gilang Ramadhan. Tetapi karena penghargaan dari PAN, dia mengganti nama anaknya menjadi Raipan Gilang Ramadhan. Sementara itu, Nurdiati Akma juga menghadiahkan nama kepada pasangan Andriansyah dan Karlina dengan nama Nur Matahari yang berarti cahaya matahari, sesuai dengan lambang PAN.
Setelah acara tasyakuran ini, akan ada perhelatan akbar HUT PAN yang rencananya diselenggarakan Riau, bersamaan dengan kegiatan Temu Legislatif PAN se-Indonesia, 27 Agustus mendatang.
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
DAMPAK BANJIR - Lahan jagung seluas 7 hektar menjadi rusak akibat terkena dampak banjir di Kecamatan Kota Barat Gorontalo, Rabu (28/7). (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|