KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter Bulan September 2014 Kategori Berita Artikel oleh : Redaksi-kabarindonesia
20-Sep-2014, 05:40 WIB


 
 
Top Reporter Bulan September 2014 Kategori Berita Artikel
KabarIndonesia - Pada bulan September 2014, Redaksi KabarIndonesia telah memilih Sdr. Agus Suriadi sebagai Top Reporter untuk kategori berita artikel.

Segenap Dewan Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) mengucapkan selamat atas prestasinya dan terima kasih atas kontribusinya selama ini. Semoga terus bersemangat berkarya
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Tagihan itu 20 Sep 2014 05:47 WIB

Mengaduk Rasa 15 Sep 2014 10:45 WIB

 
Sumut Gelar Festival Budaya 03 Sep 2014 12:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

Mari Kita Belajar dari 15 Pemimpin Besar Dunia!

 
POLITIK

Mari Kita Belajar dari 15 Pemimpin Besar Dunia!
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 18-Nov-2008, 03:05:20 WIB

KabarIndonesia - Di dalam catatan harian Dr. Dino Patti Djalal, "Harus Bisa! Seni Memimpin ala SBY" dapat kita pelajari berbagai kepribadian (personality) unik lima belas pemimpin besar dunia.

Melalui PM Manmohan Singh dari India, kita dapat belajar dari kepribadiannya yang sangat rendah hati, halus, dan santun. Beliau tidak suka dipuji dan lebih suka memuji lawan bicaranya.

Melalui PM Lee Hsien Loong dari Singapura, kita dapat belajar dari beliau yang merupakan sosok intelektual yang pandai berargumentasi dan selalu berbicara dengan logika.

Melalui sekjen PBB Kofi Annan, kita dapat belajar dari beliau yang "business-like" dan jarang berbasa-basi atau berkelakar.
Sifat ini ternyata juga dimiliki oleh kanselir Jerman Angela Merkel, yang cenderung berbicara "to-the-point", tidak suka berbasa-basi, dan tidak sungkan untuk bertanya jika memang belum mengetahui sesuatu hal.

Melalui PM Wen Jia Bao dari Cina, kita belajar untuk hemat dalam berkata, selalu berbicara dengan sistematis, teratur, sehingga mudah diingat.

Melalui PM Badawi dari Malaysia, kita dapat meneladani kepribadian beliau yang sangat kebapakan, bijaksana, selalu tersenyum, senantiasa berbicara secara rasional dan dari hati ke hati. Hebatnya lagi, setiap kali ada masalah, beliau selalu "cool" dan selalu mencari solusi dengan kepala dingin.

Melalui PM John Howard dari Australia, kita dapat mencontoh kepribadian beliau yang easy-going dan rendah hati.

Melalui presiden Vladimir Putin dari Rusia, kita dapat meniru sikapnya yang suka melucu meskipun tatapan matanya tajam dan terkenal dingin.

Melalui Sultan Bolkiah dari Brunei Darussalam, kita dapat mencontoh kepribadian beliau yang kalem dan tidak pernah bersikap konfrontatif.

Melalui presiden Musharraf dari Pakistan, kita dapat belajar dari beliau yang merupakan pribadi lugas, penuh perhitungan, analisisnya selalu tajam, dan tutur katanya persuasif.

Melalui presiden Mahmoud Abbas dari Palestina, kita dapat mencontoh beliau yang cepat akrab, bersahaja, dan lebih suka mendengar sebelum berbicara.

Melalui presiden Ahmadinejad dari Iran, kita dapat meneladani beliau yang merupakan pribadi yang hangat dan selalu berapi-api terutama jika berbicara tentang Barat.

Melalui raja Abdullah dari Yordania, kita dapat belajar tiga hal, yaitu: rileks, enerjik, dan informal.

Melalui presiden Toledo dari Peru, kita dapat belajar dari kebiasannya yang unik, yaitu gemar berbicara panjang lebar, apapun topiknya.

Melalui presiden George Bush, kita dapat belajar dari beliau yang memiliki kepribadian yang menarik dan selalu "upbeat". Ia selalu menggoda pemimpin-pemimpin lain, sering mengejek menterinya sendiri di depan tamu asing, dan paling sering bercanda dengan pelayan serta petugas konferensi.

Nah, sebaiknya mulai saat ini kita belajar dan meneladani mereka. Siapa tahu kita, suatu saat nanti, menjadi pemimpin besar dunia!



Tentang Penulis

Dito Anurogo

- A Student in School of Medicine, Sultan Agung Islamic University (FK UNISSULA), Semarang, Central Java.
- A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA).
- A member of International Federation of Medical Students'
Associations (IFMSA).




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Jangan Salah Menuntun Anak di Jalanoleh : Jumari Haryadi
16-Sep-2014, 14:43 WIB


 
  Jangan Salah Menuntun Anak di Jalan Siapa orang yang tak sayang dengan anaknya? Namun ternyata masih ada saja orang yang tak paham cara menjaga anaknya, misalnya ketika sedang membawanya jalan-jalan. Seperti terlihat dalam foto yang di ambil di Jalan Rajawali, Kota Bandung (14/09/2014). Seorang ibu menuntun anaknya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kumpulan Petapa dari Kanekes 19 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia