KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 
 
POLITIK

Arah Politik Golkar Pasca Pilpres 2019
Oleh : Adriansyah | 13-Apr-2019, 14:58:29 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Atas inisiasi Aria Wicaksana (Forum Pemuda BMK), Taufan ATS (Ketum PORMAS MKGR), Samsul Hidayat (DPP KOSGORO), Erwin, (Garda Panca Bhakti) diselenggarakan Sharing Discussion dengan tema "Quo Vadis Panca Bhakti? Arah Politik Partai Golkar Pasca Pilpres 2019?" pada hari Sabtu, 13 April 2019, di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat.

Hadir selaku nrasumber diskusi yakni: M. Syamsul Rizal (Wakil Direktur Lembaga Kajian Hukum & Demokrasi), Mirwan B.Z. Vauly ( Generasi Muda Partai Golkar-GMPG), Khalid Zabidi (Ketua DPP AMPI) dan Haris Rusli (Pengamat Politik Koord. Petisi 28)

Diskusi merujuk kepada sejarah kelahiran Golkar pada masa lalu persis pada saat situasi seperti ini, anak bangsa mengedepankan identitasnya sendiri-sendiri, mengklaim dirinya yang paling layak dan pantas dan menihilkan yang lain.

"Pada saat itu ideologi Negara, dasar Negara Pancasila menjadi alat pembedaan alih-alih persamaan, Pancasila diklaim dengan tafsir berbeda-beda atas nama kepentingan kelompoknya sendiri sebuah masa krusial datangnya ancaman perpecahan anak bangsa dan rongrongan terhadap dasar negara Indonesia," demikian disampaikan oleh Koordinator Garda Panca Bhakti, Syamsul Rizal dalam uraian diskusinya. 

"Golkar lahir menengahi perseteruan ideologi, Golkar muncul sebagai pembela Pancasila, menjadi Garda terdepan menghalau para perongrong, membabat habis ideologi komunisme," tambahnya. 

Lebih lanjut Syamsul mengungkapkan, kini situasi bangsa hampir mirip suasana itu, sudah merupakan panggilan mulia sejarah buat para kader Golkar menegakkan kembali ideologi Partai sebagai alasan utama untuk berada di tengah perseteruan ideologi sesama anak bangsa. 

Terkait perkembangan Golkar terkini, Syamsul memperhatikan beberapa lembaga survai diantaranya: Lembaga Survey Voxpol menempatkan Golkar diurutan ke-3 dengan presentase 6.1%, Litbang Kompas 9.4%, & Polmark 13.3%. Surveyor menggambarkan turunnya perolehan suara Partai Golkar. Sementara Litbang Kompas menyebutkan 47% pemilih Golkar memutuskan untuk memilih Prabowo. 

"Tentu gambaran dari para lembaga survey memunculkan kegelisahan dari para kader muda partai," pungkas Koordinator Garda Panca Bhakti, Syamsul Rizal.(*)





 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia