KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalPelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku oleh : Tonny Djayalaksana
09-Okt-2019, 05:21 WIB


 
 
KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 
 
POLITIK

Arah Politik Golkar Pasca Pilpres 2019
Oleh : Adriansyah | 13-Apr-2019, 14:58:29 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Atas inisiasi Aria Wicaksana (Forum Pemuda BMK), Taufan ATS (Ketum PORMAS MKGR), Samsul Hidayat (DPP KOSGORO), Erwin, (Garda Panca Bhakti) diselenggarakan Sharing Discussion dengan tema "Quo Vadis Panca Bhakti? Arah Politik Partai Golkar Pasca Pilpres 2019?" pada hari Sabtu, 13 April 2019, di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat.

Hadir selaku nrasumber diskusi yakni: M. Syamsul Rizal (Wakil Direktur Lembaga Kajian Hukum & Demokrasi), Mirwan B.Z. Vauly ( Generasi Muda Partai Golkar-GMPG), Khalid Zabidi (Ketua DPP AMPI) dan Haris Rusli (Pengamat Politik Koord. Petisi 28)

Diskusi merujuk kepada sejarah kelahiran Golkar pada masa lalu persis pada saat situasi seperti ini, anak bangsa mengedepankan identitasnya sendiri-sendiri, mengklaim dirinya yang paling layak dan pantas dan menihilkan yang lain.

"Pada saat itu ideologi Negara, dasar Negara Pancasila menjadi alat pembedaan alih-alih persamaan, Pancasila diklaim dengan tafsir berbeda-beda atas nama kepentingan kelompoknya sendiri sebuah masa krusial datangnya ancaman perpecahan anak bangsa dan rongrongan terhadap dasar negara Indonesia," demikian disampaikan oleh Koordinator Garda Panca Bhakti, Syamsul Rizal dalam uraian diskusinya. 

"Golkar lahir menengahi perseteruan ideologi, Golkar muncul sebagai pembela Pancasila, menjadi Garda terdepan menghalau para perongrong, membabat habis ideologi komunisme," tambahnya. 

Lebih lanjut Syamsul mengungkapkan, kini situasi bangsa hampir mirip suasana itu, sudah merupakan panggilan mulia sejarah buat para kader Golkar menegakkan kembali ideologi Partai sebagai alasan utama untuk berada di tengah perseteruan ideologi sesama anak bangsa. 

Terkait perkembangan Golkar terkini, Syamsul memperhatikan beberapa lembaga survai diantaranya: Lembaga Survey Voxpol menempatkan Golkar diurutan ke-3 dengan presentase 6.1%, Litbang Kompas 9.4%, & Polmark 13.3%. Surveyor menggambarkan turunnya perolehan suara Partai Golkar. Sementara Litbang Kompas menyebutkan 47% pemilih Golkar memutuskan untuk memilih Prabowo. 

"Tentu gambaran dari para lembaga survey memunculkan kegelisahan dari para kader muda partai," pungkas Koordinator Garda Panca Bhakti, Syamsul Rizal.(*)





 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia