KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiKapal dan Ratusan Penumpang Tenggelam di Perairan Simanindo-Tigaras, Danau Toba oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Jun-2018, 04:08 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas tenggelamnya kapal penumpang bernama KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba tepatnya 500 meter menuju dermaga Tiga Ras, Simalungun, Senin (18/6) sore sekitar pukul 17.30 wib.
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

Surat Untuk Wakil Rakyat 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Muscab PPP Asahan Kisruh

 
POLITIK

Muscab PPP Asahan Kisruh
Oleh : Aziz Ahmad Ramli Panjaitan | 18-Des-2010, 05:20:42 WIB

KabarIndonesia - Asahan (Sumut), Paripurna yang membahas terkait tentang pertanggungjawaban keuangan DPC. PPP Asahan masa bhakti 2006-2011, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Asahan ke-7 kisruh. Ruang sidang Muscab tersebut di lantai 4 Sabty Garden Hotel, Jalan Diponegoro Kisaran, Kamis Malam (16/12) diwarnai protes para peserta dan sarat keributan.

Bahkan baku hantam nyaris terjadi sebab oknum yang diduga preman, berpakaian preman tanpa atribut panitia dan partai, memasuki ruang sidang ikut melakukan tindakan interfensi dan pengancaman kepada peserta yang protes. Hal ini membuat peserta, diantaranya Syaifuddin Zuhri (Wakil Ketua DPC. PPP Asahan) dan Kamil Sirait (Sekretaris PAC Kecamatan Kisaran Timur) berang dan mengusir preman tersebut keluar dari forum.

"Muscab PPP Asahan kali ini adalah yang terburuk dalam sejarah kepartaian PPP Asahan. Ini kebobrokan panitia dan pimpinan sidang tidak becus. Bahkan kami menyayangkan sikap Ketua DPC PPP Asahan yang mengambil alih pimpinan sidang tanpa melalui mekanisme dan ketentuan persidangan. Ada nuansa diktator dan intimidasi untuk memaksakan kehendak yang terjadi di persidangan," jelas Syaifuddin Zuhri, yang kemudian sekira Pukul 22.00 WIB malam itu, beserta dua orang peserta lainnya, masing-masing Supriadi (Wakil Ketua DPC PPP Asahan) dan M. Shaleh (Wakil Sekretaris DPC PPP Asahan) mengambil langkah keluar dari persidangan.

Langkah ini diambil menurut Zuhri karena pihaknya tidak dapat menerima laporan keuangan partai yang dinilai tidak prosedural dan tidak memakai sistem pelaporan yang lazim sesuai ketentuan akuntansi.

"Saya diminta Ketua DPC PPP Asahan untuk bergabung bersama-sama Pengurus Harian DPC PPP Asahan lainnya maju ke atas panggung pimpinan sidang untuk bersama-sama mempertanggungjawabkan laporan pertanggungjawaban keuangan PPP Asahan, yakni di depan peserta Muscab. Sementara saya, dalam pembahasan-pembahasan laporan keuangan tersebut pada rapat-rapat harian dewan pimpinan cabang terkadang tidak diundang. Ini tidak benar dan saya tidak mau ikut menanggungjawabinya. Maka saya keluar," katanya.

Dikatakannya lagi, dalam perundang-undangan partai politik, untuk sistem pelaporan keuangan partai disyaratkan harus transparan dan akuntabel.

Salah satu laporan keuangan partai yang menjadi sorotan peserta dalam Muscab ini adalah laporan keuangan dan penggunaan uang berasal dari bantuan Calon Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang pada Pemilukada lalu, sebesar Rp 700 juta lebih.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PPP Asahan, Rael Siregar yang ikut menyaksikan jalannya Muscab 7 PPP Asahan itu, sangat terkejut dengan peristiwa yang terjadi di arena musyawarah cabang tahun ini.

"Satu sisi saya nilai positif, dengan sangat tingginya dinamika forum yang terjadi. Seingat saya, dari awal-awal partai ini berdiri di Asahan, baru kali ini terjadi tingginya kesadaran mengkritisi di dalam forum resmi PPP. Meski sempat terjadi insiden yang tidak pantas kita tiru," ungkap sesepuh partai ini mengenang.

Kelompok 9

Dari pengamatan jalannya Muscab dan sebelum Muscab digelar, terlihat ada dua kelompok yang saling "berseteru" mempertahankan keyakinan masing-masing. Kelompok pertama terdiri dari 9 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 25 PAC se-Kabupaten Asahan.

Kelompok ini tanpaknya mendapat dukungan dari 3 orang Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PH. DPC PPP) Kabupaten Asahan, yakni Syaifuddin Zuhri, Supriadi dan M. Shaleh SAg. Dari awal hingga akhir Muscab, kelompok ini terlihat berjuang keras mengkritisi segala penyimpangan yang diyakini mereka dapat merugikan masa depan partai.

Salah satu dari mereka yang tergabung dalam kelompok 9 ini, yang juga Ketua PAC Kecamatan Buntu Pane, Al Ustadz Jalaluddin begitu terlihat semangat melakukan gerakan reformasi untuk perbaikan partai. Bahkan ia terlihat terus melakukan interupsi guna melakukan otokritik (kritik membangun) atas inkonstitusional yang terkesan dipertahankan di dalam furum Muscab yang sedang berlangsung waktu itu.

Harusnya menurut Jalal, arena Muscab tersebut memberikan pendidikan berpolitik dan berorganisasi yang baik dan benar serta islami kepada seluruh kader partai. Namun yang terjadi menurutnya malah sebaliknya. Sifat-sifat otoriterian dari kelompok-kelompok mayoritas yang merasa bangga dengan kemenangan kuantitas atau jumlah banyak telah mencemari demokratisasi yang islami di PPP.

"Padahal Muscab ini bukan sekedar mengumpul suara banyak untuk menang merebut kekuasaan. Tapi ada agenda sangat besar lagi, yaitu bagaimana menyelamatkan partai ini dari ketidakpercayaan ummat dan kepunahan," sebutnya ketus.

Kelompok 16

Penampilan "kelompok 16" ini, yang terdiri dari 16 PAC dari 25 PAC yang ada, sungguh parlente. Lain dengan "kelompok 9" yang menampilkan kesederhanaan.

Keenam belas PAC ini sebelum Muscab digelar, sudah diterpa issu karantina (dikandangkan) oleh oknum-oknum petinggi partai berkepentingan selama beberapa hari di satu hotel ternama di Kota Medan dan juga dibawa bersenang-senang serta berfoya-foya ke tempat wisata alam, Berastagi. Bahkan kabarnya, "kelompok 16" ini baru dipulangkan ketika beberapa jam saja sebelum Muscab digelar.

Memasuki arena Muscab, peserta yang tergabung dalam "kelompok 16" juga terlihat berbeda pakaiannya. Semua peserta yang masuk kelompok ini memakai seragam jas partai baru yang sama. Kesenjangan sosial terlihat dipraktikkan di partai islam ini. Kelompok ini tampaknya terkesan mendapat dukungan serius dari panitia, oknum pimpinan DPW. PPP Sumut dan oknum DPP PPP, serta mayoritas pengurus harian cabang DPC PPP Asahan.

Maka pantas saja, saat sidang penentuan pemilihan formatur digelar, "Kelompok 16" menang dalam voting tertutup yang disepakati. Lalu paripurna di Muscab itu menetapkan 5 nama menjadi formatur. Masing-masing Jamiyus Silalahi, Zaharuddin Ginting, M. Tahir, Amriansyah Putra dan Syahrul Siagian. Dengan rata-rata perolehan suara sebanyak 31 dari 50 suara dukungan yang diperebutkan.

Sedangkan "kelompok 9" dengan susunan formatur Jalaluddin, Ramli Tambunan, Juli Hasan, Supriadi dan Syaifuddin Zuhri, rata-rata mendapatkan 19 suara.

"Kita tidak mencari kalah dan menang dalam Muscab ini. Tapi mencari keadilan dan kebenaran serta berupaya menyelamatkan partai dari jurang kehancuran. Meski suara kami di Muscab relatif minoritas, tapi kami bangga telah berbuat yang baik dan benar di partai ini," jelas Ramli Tambunan, yang juga Ketua PAC Kecamatan Kisaran Timur.

Sementara itu sebelumnya, Ketua DPP PPP, Suryadharma Ali yang juga Menteri Agama RI, yang saat itu berkenan membuka secara resmi Muscab tiga daerah, yakni DPC PPP Asahan, DPC PPP Batubara dan DPC PPP Kota Tanjungbalai, berpesan agar tidak melakukan praktik politik uang.

"Money politic merugikan partai kita sebab akan membentuk kader yang pragmatis dan malas berjuang demi kebaikan serta kemajuan partai di masa mendatang," ujarnya, Kamis (16/12) di Halaman Kantor DPC. PPP Asahan, Jalan Akasia, Kisaran. (**)


Keterangan Photo: Terlihat salah seorang peserta Muscab. PPP Asahan ke-7, Syaifuddin Zuhri melakukan protes keras kepada pimpinan sidang dengan menaiki panggung pimpinan sidang sembari menunjukkan AD/ART Partai politik yang menurutnya telah dilanggar dalam pelaksanaan Muscab tersebut.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Indonesia Idol Guncang Tarutungoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
02-Jun-2018, 13:11 WIB


 
  Indonesia Idol Guncang Tarutung Maria Simorangkir juara Indonesia Idol 2018 mengguncang ribuan massa yang menghadiri kampanye akbar pasangan cabup/cawabup Tapanuli Utara JTP Hutabarat/Frengky Simanjuntak Kamis (31/5). Dua pasangan lainnya Nikson Nababan/Sarlandy Hutabarat dan Chrismanto Tobing/Hotman Hutasoit sudah melaksanakan kampanye akbar sesuai urutan yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Peradaban Barat dan Timur 22 Mei 2018 13:51 WIB

 

 

 

 

 
Jadwal Piala Dunia 2018 13 Jun 2018 04:50 WIB

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia