|
|
|
| |
KabarIndonesia - Tayangan televisi kian tidak ramah anak. Nyaris tidak ada tayangan yang mendidik seperti mengajari anak agar hormat kepada orang tua dan guru, rajin menabung dan hidup berhemat, suka bekerja keras atau hidup berprihatin.
Yang ada adalah selengkapnya....
|
|
|
POLITIK
REFLEKSI AKHIR TAHUN: 2009, Momentum Membangun Kemandirian Bangsa
Oleh : Adi Jaya | 27-Des-2008, 14:37:53 WIB
|
KabarIndonesia - "Krisis global saat ini memungkinkan bangsa kita untuk kembali mengandalkan kekuatan dalam negeri dan memotong ketergantungan yang menghisap dari kekuatan asing," demikian yang diutarakan Wakil Sekjend PKB Daniel Johan saat diwawancarai pers dalam acara pembagian kartu Jamkesmas kepada 16.000 warga Tanah Merah Jumat 27 Desember 2008.
Daniel Johan juga mengatakan bila semua orang warga dunia terkesan menyambut tahun baru dengan penuh gegap gempita dan harapan, namun sesungguhnya tidak demikian dengan mayoritas manusia yang dalam hidupnya senantiasa dihimpit kemiskinan. Tidak ada tahun baru buat mereka. Tidak ada perubahan yang berarti buat hidup mereka. Apalagi tahun baru 2009 merupakan awal dari munculnya dampak yang lebih luas dari krisis keuangan global. Akan banyak pabrik-pabrik tutup, akan banyak pengangguran, akan semakin banyak pula kemiskinan.
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian dan keprihatinan tersebut, bangsa Indonesia juga dalam suasana menyambut pesta demokrasi pemilihan umum. Bila kerusakan bangsa ini berawal dari proses transaksi jual beli kekuasaan yang merugikan masyarakat banyak (dengan ditandai begitu banyaknya Undang-Undang yang dilahirkan justru memiskinan rakyat dan tidak berpihaknya penetapan APBN yang menjamin kesejahteraan rakyat dan penguatan ekonomi industri dalam negeri), maka sangat mengkhawatirkan bila proses transaksi jual beli tersebut diikuti oleh masyarakat di bawah.
"Bila proses jual beli suara terjadi, maka Tahun Baru 2009 dan Pemilu 2009 akan mengulang sejarah kegelapan yang tidak memberi harapan menuju perbaikan hidup yang nyata," tegas Daniel Johan.
Masyarakat harus aktif memotong benang kusut transaksi jual beli suara. Mereka harus benar-benar memilih wakil mereka yang mau bekerja bersama rakyat. Wakil mereka yang benar-benar mereka kenal langsung dengan visi kerakyatan yang jelas. Jangan biarkan suara kita dibeli dengan harga murah dengan mengorbankan jutaan nasib dan masa depan rakyat banyak. Pilih lah dan dukung lah wakil rakyat yang baik yang jumlahnya sekarang ini masih demikian sedikit. Saatnya kita melahirkan wakil rakyat yang menjadi bagian yang utuh dari masyarakat, yang tidak terpisah dari rakyat, yang dilahirkan sendiri dari rakyat, sehingga rakyat pun memiliki kekuasaan penuh untuk mengontrolnya saat dia berhasil duduk sebagai wakil rakyat.
Melalui wakil-wakil rakyat seperti itu, kita berharap akan terbentuk Undang-Undang yang berpihak kepada kesejahteraan sosial rakyat dan penguatan ekonomi dan industri dalam negeri yang berdasarkan kekuatan anak bangsa sendiri. Rakyat harus mendukung begitu banyak perubahan Undang-Undang yang saat ini memiskinkan rakyat dan melemahkan ekonomi nasional. Rakyat juga harus dilibatkan agar terbentuk APBN yang menjamin kesejahteraan sosial rakyat, pembangunan infrastruktur desa, serta keberpihakan kepada mayoritas petani dan nelayan agar menjadi maju dan kuat. Daniel juga mengungkapkan bahwa menjelang akhir tahun 2008, kita menyaksikan begitu gencarnya sejumlah perusahaan asing migas yang menguasai kekayaan migas dunia, melakukan iklan yang begitu indah. Ini sebuah tanda kepanikan mereka atas bangkitnya kesadaran mayoritas masyarakat dunia di negara berkembang untuk tidak tergantung kepada mereka. Kita perlu menyadarkan masyarakat kita bahwa iklan-iklan mereka merupakan sebuah kebohongan besar yang menipu rakyat Indonesia. Kebenaran yang ada adalah bahwa sekian puluh tahun perusahaan-perusahaan migas asing tersebut telah merampok dan merampas kekayaan negara dan rakyat Indonesia. Inilah salah satu sebab utama mengapa Indonesia meskipun kaya raya tetapi rakyatnya tetap miskin dan industri dalam negerinya tetap rapuh.
"Semoga hadirnya Tahun Baru 2009 membawa harapan baru untuk perbaikan yang nyata. Krisis global memang memiliki dampak yang serius bagi kita, namun dia juga menjadi kesempatan yang baik untuk bangsa ini bangkit dari keterpurukan dan ketergantungan yang menghisap dari kekuatan asing. Saatnya kita menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat, yang mampu mengolah dan memanfaatkan segala kekayaan bangsanya secara mandiri dan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat banyak dan kekuatan ekonomi industri dalam negeri," ucap Daniel Johan.
Selamat Hari Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 Selamatkan Ibu Pertiwi, Sejahterakan Anak Bangsa
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
TERBALIK: Sebuah mobil APV BA 805 SR terbalik di kawasan Rimbo datar, Padang( 8/9). Diduga kuat kejadian naas itu terjadi gara-gara sopir mengantuk saat berkendara. Tidak ada korban jiwa dari kejadian yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut, tiga orang selengkapnya.... |
|
|
|
|
|