KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
POLITIK

Wacana Referendum DIY, Isu Sensitif
Oleh : Mashudi | 02-Des-2010, 02:14:20 WIB

KabarIndonesia - Pacitan, Munculnya isu referendum yang berkaitan dengan Rencana Undang-undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta ditanggapi anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Ramadhan Pohan. Menurutnya, hal itu cukup sensitif dan terlalu jauh dari pokok permasalahannya.

“Referendum itu jauh sekali. Itu isu yang terlalu sensitif saya kira. Kalau referendum seluruh Indonesia. Nanti kalau tidak, Pacitan bisa minta referendum keistimewaan juga,” ujar dia saat berada di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Selasa (30/11) malam kemarin.

Dikatakannya, ada upaya politisasi permasalahan itu dari segelintir politisi. Salah satu satunya dengan munculnya anggapan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seolah-olah tidak menghargai peran Yogyakarta dalam revolusi merebut kemerdekaan melawan Belanda.

“Penghargaan (atas Yogyakarta, red) itu tinggi. Kan itu wacana terbuka. Monarki dan konstitusi sejalan bareng, kok,” katanya.

Jika pemilihan langsung yang disorot, jelas Ramadhan juga tidak masalah. SBY tidak menghendaki pemilihan langsung. Tetapi pemilihan yang demokratis.

“Itu wujudnya bisa macam-macam. Bisa lewat DPRD maupun pemilihan langsung. Saya kira RUU Keistimewaan Yogyakarta dipikirkan secara dingin dan jernih. Dan saya yakin Pak SBY menghargai Yogja,” jelasnya.

RUU itu sendiri tergantung pada DPR dan pemerintah. Karena harus digodok dan mendapatkan persetujuan legislatif sehingga tidak serta merta Presiden yang disalahkan. Ramadhan khawatir jika politisi yang bersuara malah tidak memahami esensi dari permasalahan tersebut.

“Kok serta merta bola ini ke Presiden, salah. Makanya ujug-ujug ada dari Hanura teriak ini begini begitu. Atau politisi yang bersangkutan tidak mengerti persoalannya. Dan kita harapkan ada ketenangan di Yogyakarta. Jangan ada politisasi di sana. Mari, maunya rakyat ini apa,” tegasnya.

Ramadhan kemudian mencontohkan. Ketika permasalahan nuklir Iran misalnya, saat itu Indonesia sepaham dengan PBB. Langsung muncul anggapan Presiden telah ditekan Josh W. Bush, Presiden Amerika saat itu. Sebaliknya, ketika negara ini mengambil sikap netral, juga disalahkan.

“Elemen-elemen tertentu dan beberapa politisi terlalu menghambur-hamburkan energi untuk sesuatu hal yang tidak faktual. Tapi saya yakin media massa kita cukup cerdas untuk mengambil porsi yang seimbang terhadap perdebatan yang ada,” pungkasnya. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia