KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 
 
POLITIK

Waspadai Penumpang Gelap di Pilpres 2019
Oleh : Zohiri Kadir | 16-Mei-2019, 07:14:18 WIB

KabarIndonesia - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargen menyebut, ada penumpang gelap yang ingin memanfaatkan ketegangan Pemilu 2019 untuk mengacaukan negara. "Saya menduga ini ada  indikasi yang sangat kuat bahwa memang penumpang gelap ingin memanfaatkan ketegangan pemilu ini untuk menghancurkan negara," kata Boni dalam diskusi "Merawat Keindonesiaan" di kawasan Semanggi, Jakarta, Sabtu (10/5/2019).

Menurut Boni Hargens, ketegangan pemilu bukan lagi soal menang atau kalah, bukan perkara ada kecurangan atau tidak, tetapi ada penumpang gelap yang ingin memanfaatkan situasi kegalauan politik yang dapat membahayakan eksistensi negara, ideologi negara, termasuk eksistensi NKRI. "Kepolisian sudah mengungkap ada bukti-bukti teroris JAD, bagian dari ISIS merancang bom untuk mengacaukan saat pengumuman hasil pilpres pada 22 Mei 2019. Saya kira ini indikasi kuatnya," ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, menjelang pengumuman hasil pemilu pada 22 Mei 2019, masyarakat diimbau untuk tetap optimis dan tenang. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terpecah belah. "Kita harus bersatu. Ini bukan lagi urusan Pak Prabowo melawan Pak Jokowi. Ini sudah urusan negara melawan kekuatan yang ingin menghancurkan republik," ungkapnya

 Lebih lanjut, Boni menegaskan agar seluruh rakyat harus bersatu memberikan dukungan dan apresiasi yang kepada aparat keamanan, Polri, TNI, BIN serta KPU dan Bawaslu.

"Mereka sudah bekerja dengan sangat keras dan mereka mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk kebaikan bangsa ini. Jangan sampai permainan satu dua orang kami sebut sebagai bandar politik, mengacaukan seluruh konstruksi demokrasi dan negara kita," tuturnya.

Mari kita hentikan dan tahan diri untuk tidak terprovokasi oleh siapa pun di luar sana yang ingin menggalang massa dan menyerbu KPU. Kita harapkan masyarakat lebih bijaksana dibandingkan para elite politik," tambahnya

Diskusi itu di hadiri oleh Arbi Sanit, Guru Besar Universitas Indonesia,Adji Massardi , Mantas Juru bicara Presiden Abdurrahman wahid dan Indria Samego , Pengamat Politik dari LIPI .(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia