KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalBusa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan oleh : Dedi Sugiri
25-Jun-2016, 09:45 WIB


 
 
Busa Anti Api Temuan Korem 044/GAPO, Murah dan Efektif Padamkan Kebakaran Hutan
KabarIndonesia - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat.  Karenanya, Korem 044/Gapo selalu melaksanakan pemantauan secara terus menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran. Dengan begitu, apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi.

Selain melaksanakan
selengkapnya....


 


 
BERITA PEMILU LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Kala Senja di Tanah Gayo 24 Jun 2016 12:58 WIB

Ramdhan Kali Ini 24 Jun 2016 12:58 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 
 
PEMILU

KPP RI Prihatinkan Keterwakilan Perempuan di Parlemen
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 22-Des-2008, 21:16:38 WIB

KabarIndonesia - Kalangan perempuan Indonesia menilai bahwa hingga saat ini laki-laki belum rela memberikan kesempatan yang memadai bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi menjadi anggota perwakilan rakyat di parlemen, terutama di DPR.

Hal ini menjadi kesimpulan peserta diskusi dalam sebuah talkshow bertema “Peningkatan Kapasitas Caleg Perempuan dalam Membangun Jejaring” yang diselenggarakan oleh Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) di Lobby Gedung Nusantara II DPR-RI, kompleks parlemen, Senayan – Jakarta (17/12).

Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-80 tahun ini, KPP-RI melaksanakan serangkaian kegiatan berupa talkshow, diskusi interaktif, dan bazaar yang dipusatkan di Lobby Gedung MPR/DPR dari tanggal 17 s.d 19 Desember 2008.

Talkshow KPP-RI yang dibuka oleh Ketua DPR RI, Agung Laksono, tersebut dihadiri pula oleh beberapa pembicara dari kalangan Anggota DPR, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Peneliti. Terlihat memberikan sambutan pada kesempatan itu, Ibu Dr. Ir . Hj. Andi Yuliani Panis, M.Sc, dan Ibu Mooryati Sudibyo. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPD-RI, Ibu Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. yang diundang secara khusus oleh panita.

Dalam makalahnya, Adriana Venny, seorang aktivis perempuan yang mewakili salah satu LSM mengatakan bahwa jumlah anggota parlemen Indonesia dari kalangan perempuan masih sangat rendah, bahkan saat ini cenderung makin melorot prosentasenya. “Di lembaga legislatif, sejak republik ini terbentuk hingga pemilu 2004 yang lalu, Indonesia belum pernah mencapai bahkan 20 %. Jumlah tertinggi tingkat keterwakilan perempuan di parlemen nasional hanyalah 12 %. Di DPR RI periode terakhir (hasil pemilu 2004) bahkan melorot lagi 11,7 % atau 64 orang dari 550 orang. Di tingkat lokal bahkan lebih rendah lagi yaitu hanya 5-10%,” urai Venny.

Untuk mewujudkan keterwakilan 30 % perempuan di parlemen, lanjut Venny, dibuatlah UU Nomor 7 Tahun 1984 tentang Ratifikasi Konvensi International berkenaan dengan Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita, yang salah satu pasalnya memuat program yang disebut affirmative action atau tindakan khusus sementara. “Penelitian internasional menemukan fakta bahwa jumlah 30% adalah critical number atau jumlah minimal yang dapat dengan signifikan mempengaruhi kebijakan hingga lebih responsif dalam menyerap aspirasi dan kebutuhan perempuan. Jika angka kritis ini kelak tercapai, maka program affirmative action seperti tercantum dalam pasal 4 UU RI Nomor 7 Tahun 1984 tadi dapat dicabut,” jelas Venny di depan peserta diskusi yang didimonasi kaum hawa itu.

Dalam talkshow tersebut, juga terungkap bahwa keterwakilan perempuan di parlemen hasil pemilu mendatang (2009) belum akan naik secara signifikan. Kemungkinannya tidak berbedah jauh dengan hasil pemilu 2004 lalu, hanya berkisar maksimal 15%. Hal itu disebakan antara lain oleh ketidak-patuhan partai-partai politik memenuhi ketentuan 30% minimal anggota dari kalangan perempuan yang dicalonkan. “Diperkirakan, keterwakilan 30% perempuan di parlemen baru akan terpenuhi pada pemilu 2024, dengan prediksi kenaikan bertahap pada pemilu 2014 sebesar 20 %, pemilu 2019 sebesar 25 % dan pemilu 2024 diprediksi akan mencapai 30 %,” kata Venny.

Keengganan partai politik untuk memberikan kesempatan kepada politikus perempuan, juga dibenarkan oleh Wakil Ketua MPR, Mooryati Sudibyo, yang menilai bahwa walaupun sudah ada UU mengenai keterwakilan perempuan 30%, dalam implementasinya ternyata tidak segera dirasakan dampaknya oleh perempuan. “Keduali bahwa realitas calon legislatif perempuan jumlahnya secara kumulatif memang sudah mencapai 30 persen lebih, karena parpol terpaksa mengakomodasi perempuan dalam daftar calon untuk memenuhi persyaratan KPU,” ujar Mooryati.

Adapun partai-partai yang tidak memenuhi angka minimal 30 % caleg perempuan dalam Daftar Calon Tetap (DCT), antara lain: Partai Peduli Rakyat Indonesia, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat Nasional, Parta Republika Nusantara, Partai Persatuan Pembangunan, dan Parta Patriot. Usaha kaum perempuan ternyata masih memerlukan waktu yang panjang.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB


 

 
 

 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia