KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA PEMILU LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Jadi Target, Partai Golkar dalam Skenario Operasi Intelijen Orba

 
PEMILU

Jadi Target, Partai Golkar dalam Skenario Operasi Intelijen Orba
Oleh : Tony Mardianto | 22-Feb-2009, 11:04:53 WIB

KabarIndonesia - Dalam hitungan hari menjelang Pemilu 2009 Golkar membuat langkah gebrakan yang menyebabkan perubahan drastis peta kekuatan serta peta koalisi partai peserta Pemilu 2009. Putusnya koalisi Golkar dengan PD, pencalonan Jusuf Kalla sebagai Capres Golkar, penjaring Capres dari Partai Golkar menimbulkan spekulasi baru di kalangan Partai Politik peserta Pemilu.

Analisa terbaru yang sempat penulis tangkap adalah adanya gerakan terorganisir yang dilakukan oleh kader Golkar (asal bukan agen Parpol lain) untuk menjatuhkan Jusuf Kalla secara pribadi dan Golkar sebagai suatu organisasi dari kancah perpolitikan nasional. Adakah campur tangan eks Orde Baru dalam masalah ini ?

Orde Baru sebagai suatu era kepemimpinan telah berakhir di tahun 1998 yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan di Republik ini. Tetapi rentang waktu 30 berkuasa tentu saja telah membuat Orde Baru memiliki kader yang cukup tangguh dan tersebar luas di berbagai elemen yang ada di negeri ini. Salah satu warisan yang masih dapat dilihat dengan mata telanjang adalah Partai Golkar.

Fakta yang tak dapat dipungkiri adalah Partai Golkar dapat tumbuh dan berkembang berkat fasilitas istimewa dari pemerintah Orde Baru. Tujuan utama Orde Baru adalah akan menjadikan Golkar sebagai pilar kekuasaan Orde Baru disamping ABRI.

Gerakan Reformasi pada tahun 1998 membuat kekecewaan yang dalam bagi seluruh elemen Orde Baru terhadap Golkar. Pada kenyataannya Golkar sebagai organisasi besar dianggap tidak mampu membendung arus gelombang Reformasi. Slogan Golkar untuk membersihkan kadernya dari unsur Orde Baru semakin mempertajam konflik antara Golkar dan Orde Baru.

Di mata Orde Baru Golkar dianggap pengkhianat laksana  “kacang lupa pada kulitnya”  Rasa dendam di hati unsure Orde baru jelas ada. Untuk melampiaskan dendam ini  maka langkah pertama yang diambil oleh Orde Baru adalah mengumpulkan kadernya yang masih memiliki kesetiaan dan loyalitas yang tinggi untuk menyusup kedalam tubuh Partai Golkar.

Di sinilah operasi intelijen (ciri khas Orde Baru) mulai dilakukan. Misi utamanya adalah menimbulkan perpecahan didalam tubuh Golkar yang akan berujung pada kehancuran Partai Golkar. Sistim penjaringan Capres yang dilakukan oleh Golkar merupakan bentuk konkrit operasi intelijen guna memecah belah persatuan kader Partai Golkar dan memudahkan pihak Orde Baru memasukkan kader setianya untuk menjadi kandidat capres Partai Golkar.

Guna lebih meyakinkan permasalahan ini mari kita coba tengok ke belakang siapa saja yang mengikuti penjaringan Partai Golkar ditahun 2004 dan siapa mereka saat Orde Baru masih berkuasa. Semua akan nampak jelas.Terjadinya koalisi antara Golkar dan Partai Demokrat merupakan sesuatu yang di luar prediksi operasi intelijen Orde Baru. Orde Baru menganggap koalisi Golkar dengan Partai Demokrat sebagai koalisi terkuat dan stabil. Namun demikian, pengalaman selama 30 tahun memainkan peta politik nasional membuat Orde Baru begitu dinamis dalam melaksanakan operasi intelijennya.

Tahapan Operasi Intelijen:

Pertama, penghancuran koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar. Operasi dijalankan dengan sistim adu domba antara SBY kontra JK. Dihembuskanlah angin yang mengabarkan bahwa Partai Demokrat banyak melakukan tekanan dan penghinaan terhadap Partai Golkar yang ada di daerah. Isu yang berhembus tersebut membuat kemarahan Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Partai Golkar. Hal ini diperparah dengan dorongan moril kepada Jusuf Kalla untuk tampil sebagai pesaing SBY dalam Pilpres 2009. Operasi intelijen berhasil. Secara resmi Partai Golkar mengumumkan untuk memilih Capres dari Partai Golkar, yang berarti berakhir pula koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Kedua, penghancuran Partai Golkar sebagai sebuah Partai Politik. Secara fatsoen seorang Ketua Umum Partai Politik secara otomatis akan menjadi Capres yang diusung partai tersebut. Aturan yang demikian tidak berlaku untuk Partai Golkar. Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar masih harus bersaing ketat dengan para calon hasil penjaringan. Hal ini sangat membuka peluang untuk timbulnya perpecahan di dalam tubuh partai.

Secara alami nurani manusia sulit untuk menerima sebuah kekalahan dengan hati yang tulus. Demikian juga para tokoh hasil penjaringan Capres Partai Golkar. Pihak yang gagal dalam penjaringan tidak menutup kemungkinan untuk menjegal rekannya yang terpilih sebagai Capres yang diusung Partai Golkar. Perpecahan di antara para kader yang berdampak pada melemahnya kekuatan partai Golkar tidak dapat dihindarkan. Golkar akan mengalami kondisi yang lebih buruk pada Pemilu 2009 dibanding Pemilu 2004. Sekali lagi operasi intelijen telah berhasil.

Pertanyaan yang harus terjawab oleh Partai Golkar adalah, siapakah pelaku operasi intelijen di tubuh Partai Golkar. Untuk menjawab ini semua maka kewajiban kader Partai Golkar untuk merenung kembali siapa yang paling keras menyuarakan pemutusan koalisi dengan Partai Demokrat serta dari mana inspirasi untuk menggunakan sistim penjaringan Capres Partai Golkar. Dalam hal ini hanya Partai Golkar  yang dapat
menjawabnya sendiri. (*)



Blog:http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia