KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA PEMILU LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PEMILU

Survei Terkini Prabowo-Sandi Mengejar!
Oleh : Adriansyah | 15-Mar-2019, 10:04:27 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Lembaga Survei & Polling Indonesia, mengadakan relis survei dalam Acara jumpa pers hasil survei nasional bertema, "Survei Nasional Mendongkrak Potensi Suara di Pemilu 2019", pada hari Kamis, 7 Maret 2019 di Bakoel Koffee, Cikini, Menteng, Jakarta.

Dalam relis survei tersebut terungkap: perlahan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi merangkak mengejar Joko Widodo-Maruf Amin dengan selisih 8 persen. Hal ini tercermin dari hasil survei nasional lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN).
"Pasangan nomor urut 01 (Jokowi-Maruf Amin) memang masih unggul dengan tingkat keterpilihan 49% dibandingkan dengan pasangan nomer urut 02 (Prabowo-Sandi) sebesar 41%, dan sisanya 10% belum menjawab," ungkap Tigor Dirgantara, Direktor SPIN. "Namun begitu, dalam periode masa kampanye bulan November 2018 Januari 2019, petahana seperti kehilangan momentum yang membuat kompetitornya bisa menipiskan ketertinggalannya," tambahnya.

Dari survei SPIN, momentum terpenting semakin mengecilnya jarak elektabilitas kedua pasangan calon ini adalah adanya persepsi publik soal ekonomi yang belum membaik dan meningkatnya harga kebutuhan pokok. Dengan pertanyaan tertutup, saat responden ditanya tiga hal yang paling mengkhawatirkan mereka terkait kondisi umum akhir-akhir ini, maka persoalan lapangan kerja dan pengangguran menempati urutan teratas (68%), disusul naiknya harga-harga kebutuhan pokok (64%), serta korupsi (52%).

Sementara untuk dua hal yang paling mengkhawatirkan terkait masalah ekonomi, 73% menjawab naiknya harga-harga kebutuhan pokok, diikuti oleh masalah lapangan kerja dan pengangguran sebanyak 44%. Ada 59% responden yang mengatakan bahwa harga makanan dan kebutuhan pokok lainnya meningkat, sedangkan 37% menjawab sama saja (tidak berubah), dan hanya 4% yang menjawab harga turun.

Kondisi keuangan masyarakat dalam dua tahun belakangan ini bisa dibilang juga tidak membaik. Salah satu contohnya adalah soal uang tambahan yang bisa ditabung. Yang menjawab lebih sedikit ada 44%, sama saja (41%), lebih banyak 13%, dan yang menjawab tidak tahu 2%. Ini artinya, kebijakan dalam bidang ekonomi pemerintahan Jokowi belum meningkatkan kondisi ekonomi individu. Hanya 18% yang menyebutkan bahwa mereka mempunyai lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar menyebutkan bahwa mereka punya lebih sedikit uang atau sama saja dibandingkan dua tahun lalu.

Hasil survei SPIN menunjukkan bahwa akses terhadap peluang ekonomi dan pemberdayaan masih merupakan kendala terbesar bagi rakyat Indonesia. Masyarakat masih belum merasakan kehadiran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan. Walaupun 45% merasa cukup didukung, namun hanya 11% yang merasa sangat didukung, 30% sedikit didukung, 12% merasa sama sekali tidak didukung, dan yang menjawab tidak tahu (2%).

Pembangunan infrastruktur penting, tetapi pemberdayaan masyarakat ternyata jauh Iebih kuat diharapkan. Demikian juga halnya dengan harapan publik dalam masalah perbaikan ekonomi rakyat sehaIi-hari yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah ketimbang pembangunan infrastruktur. Ada pandangan bahwa saat ini, Indonesia tedalu tergantung pada hutang dan investasi asing, dari pada sebaliknya. Hal ini menimbulkan konsekuensi dan persepsi bahwa orang Indonesia memiliki peluang ekonomi Iebih kecil daripada orang asing.

Salah fokus Jokowi dalam memilih prioritas pembangunan, menciptakan peluang dan momentum Prabowo-Sandi mendongkrak potensi elektoralnya. lsu ekonomi adalah fokus utama Prabowo-Sandi dalam visi-misi, program dan kampanye menimbulkan banyak kesan positif serta meningkatkan likeability mereka di mata publik. Ada identifikasi yang sama antara harapan masyarakat dengan apa disuarakan pasangan Prabowo-Sandi, yaitu persoalan ekonomi yang saat ini memang dirasakan oleh masyarakat, seperti sulitnya lapangan pekerjaan, tingginya harga kebutuhan pokok, korupsi dan isu tenaga kerja asing. Diprediksi persaingan head to head antara Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandi berlangsung ketat menjelang hari H pemungutan suara.

Saat ini kesempatan ada pada Prabowo-Sandi.  Survey SPIN dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2018 - 08 Januari 2019 melibatkan 1213 responden dan menggunakan metode Multistage random sampling, Margin of error sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia