KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
Universitas Negeri Papua Batalkan Ujian Tertulis Calon Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa
KabarIndonesia - Universitas Negeri  Papua  membatalkan pelaksanaan ujian tertulis bagi calon tenaga pendamping profesional  Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi (Kemendesa) di Propinsi Papua Barat, Melalui suratnya yang ditandatangani oleh Rektor UNIPA, DR.Ir.Jacob Manusawai, MH, Jumat (27/05/2016).

Dalam
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cinta Indonesia 18 Mei 2016 10:49 WIB

Bawa Aku 02 Mei 2016 09:24 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
KESEHATAN

Sistem Pelayanan Kesehatan Indonesia Terburuk di ASEAN
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 24-Mar-2007, 07:26:01 WIB

KabarIndonesia - Usia harapan hidup penduduk Indonesia menurut WHO berkisar rata-rata 66,4 tahun. Angka ini jauh berada lebih rendah daripada angka harapan hidup Negara Vietnam rata-rata 69,6 tahun, Filipina rata-rata 68,3 tahun, Malaysia rata-rata 72 tahun, dan Singapura rata-rata 79,6 tahun. Sedangkan angka kematian ibu di Indonesia berjumlah 230 per 100 ribu kelahiran hidup, Vietnam 130, Filipina 200, Malaysia 41, Singapura 15. Sedangkan angka kematian bayi di Indonesia berjumlah 39 per 1000 kelahiran hidup, Vietnam 31, Filipina 28, Malaysia 8, Singapura 3.

Rendahnya angka harapan hidup ini menurut dr. Nugroho Wiyadi, MPH disebabkan ketidakjelasan arah reformasi sistem pelayanan kesehatan primer.

“Data kesehatan global menunjukkan bahwa semakin baik sistem pelayanan kesehatan primer (pertama) semakin baik status kesehatan masyarakatnya serta semakin efisien pelayanannya,” ujar Nugroho Wiyadi, Jumat (23/3) di Ruang PBL, Gedung Radiputro FK UGM dalam sosialisasi kegiatan Konferensi dan Pertemuan Ilmiah Nasional yang membahas Refinement Arah Reformasi Sistem Pelayanan Kesehatan Primer dan Pengembangan Profesi Dokter Praktek Umum, Dokter Layanan Primer dan Dokter Keluarga, dilaksanakan pada 29-30 Maret 2007.

Kata Nugroho, ada pelaku pelayanan primer yang secara profesi tidak memiliki kompetensi dan kewenangan yang memadai, sehingga penanganan penyakit tidak sesuai standar, dan sering terjadi pemakaian berbagai obat secara tidak tepat yang pada akhirnya mengakibatkan ketidakefektifan biaya, dan juga masalah-masalah lain seperti resistensi obat akibat pemakaian obat antibiotik.

Pemahaman masyarakat yang lemah tentang sistem pelayanan kesehatan primer (puskesmas/Dokter Praktek Umum) dan sekunder (Rumah Sakit), mengakibatkan mereka tidak mengikuti sistem rujukan yang ada. “Masyarakat pada kelas ekonomi lemah cenderung memilih pelayanan kesehatan yang paling dekat dan murah, tidak peduli apakah petugas yang dia mintai pertolongan tersebut memiliki kewenangan dan kompetensi yang memadai. Sedangkan masyarakat pada kelas ekonomi menengah ke atas cenderung langsung memeriksa diri ke dokter spesialis dengan berbagai risiko ketidaktepatan pemilihan jenis dokter spesialis yang dipilihnya,” papar Nugroho.

Nugroho menambahkan, untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui penyediaan pelayanan yang bermutu, “Sejak tahun 2001 Indonesia telah menerapkan kebijakan desentralisasi kesehatan. Fokus dari kebijakan desentralisasi kesehatan tersebut lebih ke arah perubahan kewenangan dan kelembagaan, yang dalam sistem pelayanan kesehatan primer dimanisfestasikan adanya semi otonomi pengelolaan puskesmas, yang sayangnya belum menyentuh reformasi sistem pelayanan primernya itu sendiri,” kata Nugroho.

Sumber : www.ugm.ac.id

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUBoleh : Muhammad Zakaria
25-Apr-2016, 23:45 WIB


 
  Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUB Puluhan Wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah di bawah Koordinasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah mengelar Aksi Damai di Bundaran Simpang 5 Takengon (25/04/2016) terkait larangan liputan yang dilakukan oleh oknum Kabid Kominfo, Dinas Perhungan Aceh Tengah terhadap
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 

 

 

 

 
The Executive Meriahkan IFW 2016 14 Apr 2016 12:20 WIB

 

 
Pasar Tanpa Musolah 18 Mei 2016 10:47 WIB


 

 
Tuhannya Para Nabi Tidak Jelas 30 Mei 2016 18:01 WIB


 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia