KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter Bulan Oktober 2014 Kategori Berita Foto oleh : Redaksi-kabarindonesia
14-Okt-2014, 01:33 WIB


 
 
Top Reporter Bulan Oktober 2014 Kategori Berita Foto
KabarIndonesia - Pada bulan Oktober 2014, Redaksi KabarIndonesia telah memilih Sdr. Jumari Haryadi sebagai Top Reporter untuk kategori berita foto.

Segenap Dewan Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) mengucapkan
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Polsek Rappocini Tangkap Buronan 19 Okt 2014 00:16 WIB


 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 
Tigi Menuju Perubahan! 25 Sep 2014 13:11 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Dilarang di Jerman, Beredar di Indonesia

 
KESEHATAN

Dilarang di Jerman, Beredar di Indonesia
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 11-Jul-2007, 20:21:26 WIB

KabarIndonesia - Sejumlah obat yang dilarang beredar di Jerman, ternyata masih dijual di Indonesia. Ini dilaporkan BUKO Pharma-Kampagne, LSM Jerman yang mengawasi penyebaran obat produksi Jerman di negara miskin. Obat apa sajakah itu? Apakah obat-obat itu berbahaya bagi manusia?

Buscopan
Membeli obat di Jakarta, bisa semudah membeli permen. Kadang cukup di warung pinggir jalan, tak selalu harus ke apotik. Tapi tahukah Anda obat-obat yang dengan mudah dibeli itu banyak yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh manusia?

Sebuah LSM Jerman, BUKO Pharma-Kampagne, khusus mengawasi peredaran obat Jerman di negara-negara miskin.

BUKO menyebut, ada kandungan dipyrone dalam obat penyembuh nyeri perut Buscopan compositum. Zat dipyrone ini sudah sejak tahun 1970an dilarang di Eropa karena efek samping yang cukup berbahaya bagi manusia. Dipyrone punya nama lain metamizole. Zat ini adalah zat pengurang rasa sakit dan pereda demam.

Efek samping yang berbahaya

Pakar farmasi Universitas Indonesia Retnosari Andrajati mengatakan, efek samping dipyrone adalah justru berkurangnya jumlah sel darah putih yang diperlukan untuk melawan penyakit.Retnosari Andrajati: 'Jadi memang efek sampingnya cukup berbahaya. Agranolositosis artinya sel-sel darah putih yang ada granulenya... Sel darah putih yang punya granule ada tiga macam. Netrofil adalah jenis yang paling utama dalam hal untuk pertahanan tubuh terhadap adanya infeksi. Kalau netrofil rendah maka kemungkinan tubuh untuk terserang infeksi jadi lebih besar. Tentunya ini berbahaya.'Karena efek samping inilah, dipyrone lantas dibatasi betul penggunaannya di sejumlah negara, terutama di Eropa. Dipyrone baru digunakan sebagai pereda rasa sakit jika tidak tersedia obat lain.

Tonikum

Obat lain yang menjadi sorotan BUKO adalah Tonikum produksi perusahaan Bayer. Tonikum termasuk obat bebas yang bisa dijual tanpa resep dokter, dan digunakan sebagai suplemen kesehatan. BUKO mencatat, kandungan alkohol dalam Tonikum Bayer mencapai 10 persen. Dokter Christiane Fischer dari BUKO mengatakan jika orang yang menderita kelaparan meminum setiap harinya satu sendok makan, itu tak beda seperti dia meminum satu sloki minuman keras.

Efeknya adalah pengerutan hati, terutama dirasakan oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Buscopan dan Tonikum Bayer, dua obat yang disebut berbahaya oleh BUKO Pharma-Kampagne ternyata beredar di Indonesia.

Salah satu konsumen yang sering mengkonsumsi obat Buscopan ini adalah Suharti. Warga Jakarta ini mengaku sering disarankan minum Buscopan oleh dokternya bila menderita nyeri perut.Suharti: 'Kalo Buscopan itu untuk perut. Ibu sembuh minum Buscopan. Di Jerman dilarang, tapi di sini masih dikasih. Ibu dikasih internis. Kalau ibu sakit perut dikasih. Kalau enggak mules-mules, enggak dikasih.'

Bantahan produsen

Lalu bagaimana dengan produsen obat-obatan yang dituduh berbahaya itu? Mereka membantah semua tuduhan BUKO Pharma-Kampagne. Manajer Produk Tonikum Bayer dari PT Bayer Indonesia Yuda Oktavinanda, menjamin Tonikum aman bagi manusia.

Yuda mengatakan kadar alkohol yang dimiliki hanya setengah persen. Jauh dari tuduhan Buko yang menyebut kandungan alkohol Tonikum 10 persen. Selain itu, Yuda mengatakan Tonikum adalah obat lokal Indonesia. Di negara lain obat itu tidak dijual. Sehingga ia heran jika BUKO mengeluarkan informasi Tonikum dilarang dijual di negara lain.

Yuda Oktavinanda: 'Oh nggak dong...kan gini kandungan alkoholnya cuma 0,5 persen.  Jadi gini kita anjurannya minum Tonikum Bayer 1 sendok teh sehari. Jadi kalau satu sendok teh sehari 0,5 persen berapa banyak alkoholnya? Sangat kecil banget gitu loh Dan tidak hanya Tonikum Bayer, semua vitamin berbentuk liquid itu mengandung ethanol. Jadi alkoholnya dalam bentuk ethanol. Jadi kalau bapak lihat Durol yang sama dengan kita etanolnya lebih tinggi, Sakatonik juga lebih tinggi.'

Etanol yang disebut Yuda adalah salah satu jenis alkohol, aman bagi manusia. Tapi, ini tergantung orang yang menggunakannya, karena bisa saja ada efek samping. Pakar farmasi Universitas Indonesia, Retnosari Andrajati.

Retnosari Andarjati: 'Kalau pada anak memang cenderung efek hypoglicemi, kadar gula menjadi rendah, itu memang bisa sering terjadi. Efek samping bisa terjadi tanpa tergantung dosis. Mabuk saja kan tiap orang beda-beda, ada yang sedikit sudah mabuk, ada yang tidak.'Produsen obat Boehringer Ingelheim juga membantah obat dengan merek dagang Buscopan berbahaya bagi manusia.

Manajer Produk Buscopan Dina Dyah Mumpuni mengatakan Buscopan dibuat dari tumbuh-tumbuhan yang aman bagi manusia. Selain itu Buscopan juga sudah lolos dari pengujian Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Dina Dyah Mumpuni: 'Di Indonesia kita menerbitkan atau memasarkan Buscopan dalam tiga sediaan. Yang pertama Buscopan yang ampul atau injeksi. Itu mengandung 20 miligram hyoscine-n-butylbromide. Kalau yang tablet mengandung 10 miligram hyoscine-n-butylbromide. Ada juga Buscopan plus yang mengandung 10 persen hyoscine-n-butylbromide dan 500 miligram paracetamol. Jadi dari tiga jenis tidak ada yang mengandung dypirone atau metamizole. Jadi tidak ada sama sekali. Apalalagi sudah disetujui oleh Dirjen POM.'

Dina juga mengatakan obat Buscopan yang dipasarkan di Indonesia dibuat oleh pabrik mereka di Bogor, Jawa Barat. Obat itu hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Badan POM yang bertanggungjawab mengawasi kualitas obat yang beredar di Indonesia menyatakan Buscopan dan Tonikum aman dikonsumsi manusia. Juru bicara Badan POM Azizah Nuraini mengatakan penelitian Badan POM tidak menemukan zat berbahaya pada dua obat itu.

Khusus untuk Buscopan, lanjut Azizah, obat itu tidak mengandung dipyrone. Kalaupun ada dipyronenya, Buscopan tetap aman diminum, asal dengan pengawasan dokter. Apalagi, kata Azizah, obat penghilang nyeri dengan merk Novalgin yang mengandung dipyrone saat ini juga diperbolehkan beredar di Indonesia, dan negara-negara Eropa, termasuk Jerman. Bahkan obat Novalgin diproduksi perusahaan farmasi di Jerman, Afenthis Pharma.

Sempat dilarang

Azizah menjelaskan dipyrone memang sempat tidak boleh beredar pada tahun 1970an karena diduga menyebabkan agranulocytosis atau pengurangan sel darah putih. Tapi penelitian lebih lanjut tidak menemukan bukti itu sehingga dipyrone kembali boleh beredar.

Azizah Nuraini: 'Jadi setelah dinilai dipyrone itu dibutuhkan untuk analgeticnya atau anti sakit. Dia itu daya analgeticnya---- biasanya digunakan dalam sakit yang hebat dan meredakannya harus dengan injeksi---- nah itu yang sebanding dengan dipyrone adalah analgetic narkotik. Padahal kita tahu analgetic narkotik itu efeknya sama dengan narkotik gitu yah. Jadi efek sampingnya lebih jelek dibanding dipyrone.'

Azizah Nuraini meminta masyarakat tidak khawatir dengan obat-obatan yang sudah lolos pengawasan Badan POM. Sebab menurutnya, pengawasan badan POM dilakukan sejak obat itu masih dalam rencana untuk dibuat sampai penulisan label pada kemasan obat. Bahkan ketika obat itu sudah dijual, lanjut Azizah, Badan POM akan rutin membeli obat itu dipasaran dan mengujinya kembali.

Semua ada efek sampingnya

Yang penting memang waspada dalam menggunakan obat, untuk penyakit apa pun. Baca baik-baik kemasan obat, terutama di bagian efek sampingnya. Seperti kembali diwanti-wanti ahli farmasi UI, Retnosari Andrajati.

Retnosari Andarjati: 'Aman dalam arti digunakan sesuai aturan dan kemungkinan tetap timbul efek samping, tetap ada. Tidak ada obat yang tidak ada efek samping. Cuma seberapa banyak efek samping itu bisa timbul.'

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog:    http://www.kuis-bola.blogspot.com/ 

Email:  
redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let
's see here:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Ngabenoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
15-Okt-2014, 15:55 WIB


 
  Upacara Ngaben Jenazah I Ketut Lugra (90 tahun) siap dibakar setelah disucikan oleh pemuka Hindu melalui upacara ngaben. Ngaben terhadap almarhum I Ketut Lugra termasuk dalam ngaben "sawa wedana", yaitu upacara ngaben dengan melibatkan jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 
Valentino Rossi Puji Marc Marquez 18 Okt 2014 23:59 WIB


 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia