KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (5) kita telah melihat bagaimana Jokowi-JK yang saya istilahkan sebagai penumpang gelap Pilpres 2014 ternyata bisa mematahkan analisa dan prediksi banyak orang dengan
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sepuluh Alasan Berhenti Merokok

 
KESEHATAN

Sepuluh Alasan Berhenti Merokok
Oleh : Riska Andriana | 24-Aug-2007, 19:07:34 WIB

KabarIndonesia - Merokok sudah dianggap hal biasa dalam kehidupan sehari-hari. Baik sebagai salah satu ritual kegiatan hidup atau hanya untuk sebuah gengsi. Gulungan tembakau itu telah menjadi peran penting dalam pergaulan yang sedikit banyak di antara kita tidak bisa menampiknya. Bahaya kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan pada janin pun tak menyurutkan perilaku merokok. Tak ayal para perokok itu membutuhkan lebih dari dua sampai tiga kali usaha sebelum benar-benar berhenti.

Alih-alih berhenti, perokok aktif itu pun menjadi perokok berat. Lalu, hal apa yang bisa membuat para perokok itu untuk berfikir dua kali sebelum ia menarik dan mengepulkan asap putih ke angkasa?. Dua pertiga dari perokok sebenarnya ingin berhenti merokok. Berikut mari kita urai beberapa alasan untuk berhenti merokok.

Pertama, bukan rahasia besar lagi jika racun yang timbul akibat pembakaran tembakau itu dapat memicu terjadinya kanker. Berdasarkan penelitian WHO, dalam asap rokok terkandung 4.000 zat kimia. Dimana dua di antaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik. Nikotin akan mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan tar akan terbentuk ketika mencapai paru-paru. Dan kedua zat ini lah yang dapat mengakibatkan kanker paru-paru dan bronchitis. Tidak hanya itu, 200 zat kimia lainnya pun dikenal sebagai racun. Jadi tidak hanya nikotin, asap rokok pun juga kaya akan karbon monoksida. Dimana racun tersebut dapat menghambat penyerapan oksigen dalam sel darah merah, sehingga dapat mempercepat proses penuaan, mengurangi aliran oksigen, menghambat absorpsi zat-zat gizi, menggangu kinerja jantung, bahkan paru-paru. Tak heran setengah dari perokok seumur hidup, meninggal karena merokok.

Kedua, selain merugikan diri sendiri, merokok pun turut andil dalam merugikan orang lain. Sejatinya, asap rokok yang dihembuskan oleh perokok adalah lebih beracun daripada asap rokok yang dihisap oleh perokok itu sendiri. Penyakit batuk menahun, keluarnya lendir, sesak napas, kanker paru-paru, dan serangan jantung pun, bisa terjangkit dengan mudah bagi para bukan perokok atau yang lebih dikenal dengan sebutan perokok pasif.

Ketiga, merokok dapat menyulitkan dalam membentuk keluarga. Bagi pria perokok, merokok bisa berakibat menderita lemah syahwat dan mutu mani yang menurun. Sedangkan untuk wanita perokok, butuh waktu lebih lama untuk hamil. Bahkan berpotensi keguguran. Buruknya lagi, bayi yang lahir dari seorang wanita perokok, bisa berbobot lebih ringan 170 gram dan bayi tersebut memiliki kondisi fisik maupun intelektual lebih rendah dibandingkan bayi dari wanita anti rokok.

Bila ketiga alasan ini kurang menguatkan untuk berhenti merokok, kita simak ulasan alasan berhenti merokok berikutnya.

Keempat, nafas bau rokok. Tabiat merokok akan menyebabkan nafas perokok berbau, bahkan seluruh tubuh akan berbau rokok. Sehingga akan menimbulkan rasa tidak senang pada lawan bicara ataupun terhadap masyarakat umum.

Kelima, memberi contoh teladan untuk keluarga. Ini menunjukkan bahwa kita memperhatikan kesehatan keluarga. Karena menjauhkan asap rokok dari rumah sehingga memberi kesempatan kita untuk dekat dengan anak-anak. Dan memberi contoh kepada anak-anak kita nanti.

Keenam, mempunyai badan yang sehat dan bugar. Begitu stop, Dalam tempo 20 menit seusai berhenti merokok, tekanan darah dan denyut nadi bisa normal lagi. Dan setelah 24 jam racun karbon monoksida dalam tubuh pun keluar sehingga kinerja paru-paru membaik. Setelah tiga hari tidak merokok, nikotin tidak akan terdeteksi lagi dalam darah, dan denyut nadi menjadi stabil Bahkan jika berhenti dalam setahun, tekanan darah akan kembali normal.

Ketujuh, usia hidup yang lebih lama dibanding perokok. Berdasarkan penelitian, usia seorang perokok rata-rata berkurang 10 tahun lebih. Dan bagi yang berhenti sebelum berusia 50 tahun, besar kemungkinan lebih lama hidup selama 15 tahun mendatang daripada yang melanjutkan menjadi perokok.

Delapan, jadi diri sendiri. Kesan macco, cool, keren, berani, dan jantan memang selalu diidentikan oleh para pembuat iklan rokok. Gencar-gencarnya para empunya merk rokok yang beriklan di media cetak atau pun elektronik memang menargetkan para remaja agar merefleksikan diri mereka seperti idolanya yang nota bene adalah group-group band. Bahkan Philip Moris (1981), salah satu perusahaan rokok di AS mengatakan, “Remaja hari ini adalah pelanggan tetap yang potensial untuk hari esok. Pola merokok remaja amat penting bagi Philip Morris...”.

Tak pelak anak-anak muda yang sedang mencari jati diri atau sense of identity itu, tersirap dengan mudahnya untuk menjadi salah satu model iklan rokok tersebut. Padahal untuk menjadi seorang yang penuh bertualang, santai, cool dan mudah bergaul, tidak memerlukan teman hidup seperti selinting tembakau itu. Untuk itu janganlah tersugesti dengan apa yang disiratkan oleh jargon-jargon seperti “U are U”, “Apa Obsesimu?”, atau “X-presikan Aksimu”.

Alasan berikutnya dilihat dari sisi financial. Misalkan saja kita menghabiskan Rp 7000 sehari untuk membeli sebungkus rokok kretek filter lokal. Ini berarti, dalam sebulan kita membelanjakan Rp 210.000 untuk rokok, sehingga dalam setahun mencapai Rp 2.520.000. Sekarang kita hitung, berapa jumlah uang yang kita keluarkan selama hidup kita, bila kita terus merokok. Kalau pada saat berusia 20 tahun, dan terus merokok sampai dengan usia 30 tahun, berarti kita menghisap rokok secara terus menerus selama 20 tahun. Dan bila dihitung, budget untuk rokok adalah: Rp 2.520.000 x 20 tahun = 50.400.000. Itu pun dengan asumsi bahwa harga rokok selalu konstan dan tidak pernah naik. Niscayanya, harga rokok pasti naik setiap tahun. Kalau setiap tahun harga rokok naik sebesar 10 persen saja, maka dalam 20 tahun, bila dihitung-hitung, jumlah uang yang kita belanjakan untuk rokok bisa mencapai lebih dari Rp 60 juta.

Sekarang, apa yang terjadi bila kita berhenti merokok dan menabungkan uang jatah rokok tersebut? Kalau misalnya kita menginvestasikan Rp 105 ribu per bulan tadi ke tabungan di bank yang memberikan bunga 10 persen per tahun, maka setelah 20 tahun (240 bulan), saldo tabungan kita akan lebih dari Rp 650 juta.

Terakhir adalah biaya kesehatan. Selain kehilangan uang, kita pun harus ancang-ancang membayar biaya kesehatan yang cukup besar. Ini karena rokok bisa menyebabkan penyakit radang paru-paru, yang biasanya baru akan terasa ketika usia sekitar 50 - 60 tahun di mana daya tahan tubuh sudah jauh lebih rendah dibanding ketika masih berusia 30 tahunan. Pada saat ini, ongkos menginap di Rumah Sakit adalah sekitar Rp 250 ribu per hari. Bila kita dirawat inap selama 10 hari saja, kita sudah akan menghabiskan sekitar Rp 2.500.000 hanya untuk membayar Rumah Sakit. Tapi bila radang paru-paru kita sudah cukup kronis, kita pun akan dirawat dalam waktu yang mungkin sangat lama di Rumah Sakit, sehingga biaya yang harus kita keluarkan untuk Rumah Sakit pun bisa menjadi sangat besar.

Terlihat disini, merokok seperti seperti membakar uang setiap hari dan membunuh diri secara perlahan-lahan bukan?. Terkadang untuk mengambil keputusan yang menguntungkan, ada pengorbanan yang harus Anda lakukan. Dalam hal ini, yang kita korbankan adalah kenikmatan merokok. Tapi kompensasi berhenti merokok adalah tubuh yang lebih sehat, dan uang yang lebih banyak. Sekarang apalagi yang ditunggu untuk berhenti merokok?. Tinggal pilih cara murah dalam mengurangi risiko atau cara mahal dengan mengobati akibat. Ambil peluang itu sekarang atau nanti. Karena terbukti ketimbang manfaat yang didapat, merokok lebih banyak ruginya, mulai dari sisi kesehatan sampai sisi finansial. (Riska Andriana)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Email:
redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let's see here
http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia