KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahRandiman Pantau Drainase Medan Tetap Banjir oleh : Jenda Bangun
08-Feb-2016, 17:38 WIB


 
 
Randiman Pantau Drainase Medan Tetap Banjir
KabarIndonesia - Medan,Meski beberapa waktu belakangan ini Penjabat (Pj) Wali Kota Medan Drs H Randiman Tarigan MAP sering
memantau sarana dainase, namun tampaknya bukan solusi kebanjiran.Hujan yang mengguyur wilayah Sumatera Utara beberapa hari ini membuat sejumlah air sungai di
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Kasus RJ Lino Hukum atau Politik 17 Jan 2016 02:38 WIB

 
Nelayan 02 Feb 2016 18:04 WIB

Bunga 02 Feb 2016 17:59 WIB

 
Sister City Larantuka - Fatima 26 Jan 2016 09:14 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
 

Tips Praktis Memahami Pinguecula dan Pterygium

 
KESEHATAN

Tips Praktis Memahami Pinguecula dan Pterygium
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 02-Des-2007, 02:06:51 WIB

KabarIndonesia - Keduanya merupakan bentuk kelainan/degenerasi pada konjungtiva (membran/selaput transparan yang melapisi bola mata).

Gejala:
Biasanya tanpa gejala (asymptomatic).
Dalam banyak kasus menjadi masalah kosmetika.
Penurunan penglihatan (decreased vision) terjadi jika pterygium dekat dengan visual axis.

Tanda:
Pinguecula sangat umum terjadi, tidak berbahaya, biasanya bilateral (mengenai kedua mata).

Pinguecula biasanya tampak pada konjungtiva bulbar berdekatan dengan limbus nasal (di tepi/pinggir hidung) atau limbus temporal. Terdapat lapisan berwarna kuning-putih (yellow-white deposits), tak berbentuk (amorphous).

Pterygium merupakan lipatan konjungtiva dan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga (triangular-shaped fold) yang maju sampai ke permukaan kornea, hampir selalu didahului oleh pinguecula.

Pterygium khas terjadi pada mereka yang lama tinggal di iklim (berhawa) panas dan menunjukkan respon terhadap kekeringan kronis (lama) dan pemaparan sinar ultraviolet.

Klasifikasi Pterygium:

Tipe 1: meluas kurang dari 2 mm di atas kornea. Timbunan besi (ditunjukkan dengan Stocker line) dapat terlihat di epitel kornea bagian anterior/depan pterygium. Lesi/jejas ini asimtomatis, meskipun sebentar-sebentar dapat meradang (intermittently inflamed). Jika memakai soft contact lense, gejala dapat timbul lebih awal karena diameter lensa yang luas bersandar pada ujung kepala pterygium yang sedikit naik/terangkat dan ini dapat menyebabkan iritasi.

Tipe 2: melebar hingga 4 mm dari kornea, dapat kambuh (recurrent) sehingga perlu tindakan pembedahan. Dapat mengganggu precorneal tear film dan menyebabkan astigmatisme.

Tipe 3: meluas hingga lebih dari 4 mm dan melibatkan daerah penglihatan (visual axis). Lesi/jejas yang luas (extensive), jika kambuh, dapat berhubungan dengan fibrosis subkonjungtiva dan meluas hingga ke fornix yang terkadang dapat menyebabkan keterbatasan pergerakan mata.

Histologi:
Pterygium terdiri dari perubahan degeneratif kolagen pada stroma subepitel yang tervaskularisasi.

Penyebab:
Berhubungan dengan paparan sinar matahari, debu, angin (iritasi kronis).

Epidemiologi:
Umum terjadi pada usia 20-30 tahun dan di daerah yang beriklim tropis.

Pencegahan Pinguecula dan Pterygium:
Secara umum, lindungi mata dari paparan langsung sinar matahari, debu, dan angin, misalnya dengan memakai kacamata hitam.

Pengobatan (Treatment):
Pinguecula
Biasanya tidak diperlukan. Jika terjadi inflamasi/radang akut yang disebut pingueculitis, maka diberikan steroid lemah, seperti: fluorometholone.

Pterygium
Tetes air mata buatan (artificial tears), mild topical vasocontrictor, atau steroid topikal ringan jika terjadi inflamasi/peradangan. Sangat dianjurkan memakai kacamata untuk mengurangi paparan ultraviolet.

Tindakan bedah diindikasikan pada pterygium tipe 2 dan 3.

Diagnosis banding (Differential diagnosis) Pinguecula dan Pterygium:

1.Conjunctival intraepithelial neoplasia
2.Dermoid
3.Pannus

Komplikasi Pinguecula dan Pterygium:

1.Cataract
2.Buta (Visual loss)
3.Scleral necrosis
4.Persistent epitheliel defect
5.Pingueculitis
6.Dellen formation adjacent to pingueculae
7.Corneal scaring: with pterygium

Referensi:
1.Kanski JJ. Clinical Ophthalmology: A Systemic Approach. 6th Edition. Elsevier. 2006. p. 242-4.

2.Yanoff M. Ophthalmic Diagnosis and Treatment. Current Medicine. 1998. p.58-9.

Sumber Gambar:
Clinical Ophthalmology: A Systemic Approach. 6th Edition by: Jack J Kanski. Elsevier. 2006. p. 242-3.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Banjiroleh : Jenda Bangun
09-Feb-2016, 19:24 WIB


 
  Banjir Meski air meluap namun warga tetap beraktivitas di pinggir Sungai Babura Padang Bulan Medan, Sumatera Utara, kemarin. Hujan deras yang terjadi menyebabkan sejumlah rumah di kota Medan terendam banjir luapan Sungai Deli, sungai Babura dan Sungai Sei Mencirim.(*)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
Desa Wure dan Wisata Tuan Senhor 02 Feb 2016 17:57 WIB

 

 

 

 
Yuk, Kita Jadi Penulis! 29 Jan 2016 14:28 WIB


 

 

 

 
Confreria Reinha Rosari Larantuka 26 Jan 2016 09:33 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia