KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
Universitas Negeri Papua Batalkan Ujian Tertulis Calon Tenaga Pendamping Profesional Kemendesa
KabarIndonesia - Universitas Negeri  Papua  membatalkan pelaksanaan ujian tertulis bagi calon tenaga pendamping profesional  Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi (Kemendesa) di Propinsi Papua Barat, Melalui suratnya yang ditandatangani oleh Rektor UNIPA, DR.Ir.Jacob Manusawai, MH, Jumat (27/05/2016).

Dalam
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cinta Indonesia 18 Mei 2016 10:49 WIB

Bawa Aku 02 Mei 2016 09:24 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tips Praktis Memahami Pinguecula dan Pterygium

 
KESEHATAN

Tips Praktis Memahami Pinguecula dan Pterygium
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 02-Des-2007, 02:06:51 WIB

KabarIndonesia - Keduanya merupakan bentuk kelainan/degenerasi pada konjungtiva (membran/selaput transparan yang melapisi bola mata).

Gejala:
Biasanya tanpa gejala (asymptomatic).
Dalam banyak kasus menjadi masalah kosmetika.
Penurunan penglihatan (decreased vision) terjadi jika pterygium dekat dengan visual axis.

Tanda:
Pinguecula sangat umum terjadi, tidak berbahaya, biasanya bilateral (mengenai kedua mata).

Pinguecula biasanya tampak pada konjungtiva bulbar berdekatan dengan limbus nasal (di tepi/pinggir hidung) atau limbus temporal. Terdapat lapisan berwarna kuning-putih (yellow-white deposits), tak berbentuk (amorphous).

Pterygium merupakan lipatan konjungtiva dan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga (triangular-shaped fold) yang maju sampai ke permukaan kornea, hampir selalu didahului oleh pinguecula.

Pterygium khas terjadi pada mereka yang lama tinggal di iklim (berhawa) panas dan menunjukkan respon terhadap kekeringan kronis (lama) dan pemaparan sinar ultraviolet.

Klasifikasi Pterygium:

Tipe 1: meluas kurang dari 2 mm di atas kornea. Timbunan besi (ditunjukkan dengan Stocker line) dapat terlihat di epitel kornea bagian anterior/depan pterygium. Lesi/jejas ini asimtomatis, meskipun sebentar-sebentar dapat meradang (intermittently inflamed). Jika memakai soft contact lense, gejala dapat timbul lebih awal karena diameter lensa yang luas bersandar pada ujung kepala pterygium yang sedikit naik/terangkat dan ini dapat menyebabkan iritasi.

Tipe 2: melebar hingga 4 mm dari kornea, dapat kambuh (recurrent) sehingga perlu tindakan pembedahan. Dapat mengganggu precorneal tear film dan menyebabkan astigmatisme.

Tipe 3: meluas hingga lebih dari 4 mm dan melibatkan daerah penglihatan (visual axis). Lesi/jejas yang luas (extensive), jika kambuh, dapat berhubungan dengan fibrosis subkonjungtiva dan meluas hingga ke fornix yang terkadang dapat menyebabkan keterbatasan pergerakan mata.

Histologi:
Pterygium terdiri dari perubahan degeneratif kolagen pada stroma subepitel yang tervaskularisasi.

Penyebab:
Berhubungan dengan paparan sinar matahari, debu, angin (iritasi kronis).

Epidemiologi:
Umum terjadi pada usia 20-30 tahun dan di daerah yang beriklim tropis.

Pencegahan Pinguecula dan Pterygium:
Secara umum, lindungi mata dari paparan langsung sinar matahari, debu, dan angin, misalnya dengan memakai kacamata hitam.

Pengobatan (Treatment):
Pinguecula
Biasanya tidak diperlukan. Jika terjadi inflamasi/radang akut yang disebut pingueculitis, maka diberikan steroid lemah, seperti: fluorometholone.

Pterygium
Tetes air mata buatan (artificial tears), mild topical vasocontrictor, atau steroid topikal ringan jika terjadi inflamasi/peradangan. Sangat dianjurkan memakai kacamata untuk mengurangi paparan ultraviolet.

Tindakan bedah diindikasikan pada pterygium tipe 2 dan 3.

Diagnosis banding (Differential diagnosis) Pinguecula dan Pterygium:

1.Conjunctival intraepithelial neoplasia
2.Dermoid
3.Pannus

Komplikasi Pinguecula dan Pterygium:

1.Cataract
2.Buta (Visual loss)
3.Scleral necrosis
4.Persistent epitheliel defect
5.Pingueculitis
6.Dellen formation adjacent to pingueculae
7.Corneal scaring: with pterygium

Referensi:
1.Kanski JJ. Clinical Ophthalmology: A Systemic Approach. 6th Edition. Elsevier. 2006. p. 242-4.

2.Yanoff M. Ophthalmic Diagnosis and Treatment. Current Medicine. 1998. p.58-9.

Sumber Gambar:
Clinical Ophthalmology: A Systemic Approach. 6th Edition by: Jack J Kanski. Elsevier. 2006. p. 242-3.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUBoleh : Muhammad Zakaria
25-Apr-2016, 23:45 WIB


 
  Aksi Damai Terkait Pelarangan Liputan Oknum DISHUB Puluhan Wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah di bawah Koordinasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah mengelar Aksi Damai di Bundaran Simpang 5 Takengon (25/04/2016) terkait larangan liputan yang dilakukan oleh oknum Kabid Kominfo, Dinas Perhungan Aceh Tengah terhadap
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 

 

 

 

 
The Executive Meriahkan IFW 2016 14 Apr 2016 12:20 WIB

 

 
Pasar Tanpa Musolah 18 Mei 2016 10:47 WIB


 

 
Sekali Yesus Tetap Yesus 22 Apr 2016 15:02 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia