KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PariwisataGaruda Indonesia, Penerbangan yang Sangat Diminati di Belanda oleh : Djoko Suryo
28-Okt-2014, 01:32 WIB


 
 
Garuda Indonesia, Penerbangan yang Sangat Diminati di Belanda
KabarIndonesia - Jakarta, Berdasarkan data yang dirilis oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, jumlah kunjungan turis Belanda ke Indonesia pada 2013 meningkat hingga 6,69 persen dari sekitar 147 ribu orang per tahun menjadi 157 ribu. Angka tersebut adalah salah
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 
Kajati Kalteng Kunjungi Katingan 30 Okt 2014 19:41 WIB


 
Dia yang di Tepian Kali 30 Okt 2014 09:32 WIB

Tak Habis Pikir Dia 30 Okt 2014 09:29 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kanker Penis

 
KESEHATAN

Kanker Penis
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 18-Feb-2008, 21:50:51 WIB

Sinonim:

Penile tumor, penile cancer, penile carcinoma, penile malignancies.

Penyebab (Etiology):

Sedikitnya 25-75% pria yang menderita kanker penis disertai phimosis.

Pada wanita yang pasangan seksualnya menderita kanker penis, maka prevalensi untuk menderita kanker serviks meningkat 3-8 kali lipat dibandingkan dengan yang pasangan seksualnya normal.
Peranan infeksi virus terus dipelajari. Baik kanker penis (penile cancer) maupun kanker leher rahim (cervical cancer) berhubungan dengan keberadaan infeksi virus herpes dan human papilloma virus (HPV).

Human papilloma viruses (HPV) tipe 16 dan 18 telah ditemukan pada sepertiga pria yang menderita kanker penis. Apakah virus ini menyebabkan kanker ataukah hanya berperan sebagai saprophytes, belum ditetapkan.

Penile intraepithelial neoplasia dipertimbangkan sebagai precursor, tetapi hanya 5-15% dari lesi ini yang berkembang menjadi invasive squamous cell carcinoma.

Belum ada bukti nyata bahwa smegma merupakan karsinogen (zat penyebab kanker), meskipun hal ini telah dipercaya secara luas.


Tingkatan/Klasifikasi

Pada kanker penis, biasa digunakan sistem klasifikasi Jackson dan TNM sebagai berikut (untuk menghindari salah dalam terjemahan, kami kutip versi bahasa Inggrisnya untuk pembaca):

* The Jackson classification is as follows:

o Stage I (A): The tumor is confined to the glans, prepuce, or both.
o Stage II (B): The tumor extends onto the shaft of the penis.
o Stage III (C): The tumor has inguinal metastasis that is operable.
o Stage IV (D): The tumor involves adjacent structures and is associated with inoperable inguinal metastasis or distant metastasis.


* The TNM classification of the primary tumor (T) is below. Note that the following description is devoid of N (node) and M (metastasis) descriptions. These stages simply relate the presence or absence of nodal and distant metastases.

o TX: Primary tumor cannot be assessed.
o T0: Primary tumor is not evident.
o Tis: CIS is present.
o Ta: Noninvasive verrucous carcinoma is present.
o T1: Tumor invades subepithelial connective tissue.
o T2: Tumor invades corpora spongiosum or cavernosum.
o T3: Tumor invades the urethra or prostate.
o T4: Tumor invades other adjacent structures.


Gejala Klinis:

Pasien datang dengan lesi yang sulit sembuh, disertai “subtle induration” pada kulit, pertumbuhan kecil di kulit (a small excrescence), papula, pustula, tumbuhnya kutil atau veruka (a warty growth), atau pertumbuhan exophytic.

Banyak pria tidak periksa ke dokter sampai kanker meng-erosi (eroded) preputium dan menjadi berbau tidak sedap karena infeksi dan nekrosis.

Adakalanya, kanker penis ditemukan kebetulan pada pemeriksaan histopathology saat khitan (circumcision).

Terkadang ditemukan suatu massa, ulceration, suppuration, atau perdarahan (hemorrhage) di daerah lipat paha (inguinal) karena nodal metastases.

Nyeri jarang timbul bahkan bila telah terjadi kerusakan jaringan setempat (significant local destruction of tissue) yang berarti.
Penderita dengan kanker yang telah menyebar luas (advanced metastatic cancer) dapat mengeluhkan lemah (weakness), penurunan berat badan (weight loss), kelelahan (fatigue), lesi pada penis kemungkinan dapat berdarah.

Adanya lesi (luka) di penis yang tak kunjung sembuh (nonhealing) biasanya membuat pasien memeriksakan diri ke dokter.


Kategori lesi pada penis:

1. Lesi yang jinak (benign lesions)
Misalnya: pearly penile papules, hirsute papillomas, dan coronal papillae.

2. Lesi yang berpotensi menjadi ganas (premalignant)
Ini berhubungan dengan Leukoplakia dan squamous cell carcinoma. Contoh yang paling umum adalah balanitis xerotica obliterans.

3. Lesi yang ganas (malignant neoplasm atau malignant carcinoma)
Ini termasuk variants dari squamous cell carcinoma seperti: carcinoma in situ (CIS), erythroplasia of Queyrat, dan Bowen disease.


Pemeriksaan Laboratorium:

1. Tidak ada pemeriksaan laboratorium khusus (specific) atau petanda tumor (tumor markers) pada kanker penis.

2. Pemeriksaan umum, meliputi: hitung darah lengkap, pemeriksaan kimia dengan tes fungsi hati (a chemistry panel with liver function tests), dan penilaian (assessment) status jantung, paru-paru, dan ginjal, sangat membantu untuk mendeteksi masalah yang tak terduga.

3. Pasien dengan penyakit yang parah dapat anemis, dengan leukocytosis dan hypoalbuminemia.

4. Hypercalcemia ditemukan pada beberapa pasien saat ketiadaan penyebaran (absence of metastases).


Prosedur Diagnostik:

Tes diagnostik yang paling penting adalah biopsi.


Terapi:

Terapi Medis:

Neoplasma intraepitel seperti Bowen disease atau erythroplasia of Queyrat dapat diterapi dengan topical 5-fluorouracil.

Radiation therapy

Macamnya:
1. External beam radiation therapy
2. Brachytherapy

Indikasi terapi radiasi:
1. Pria muda dengan kanker pada glans atau coronal sulcus dengan ukuran kecil (<3 cm), superficial, lesi exophytic, atau noninvasive.

2. Pasien menolak tindakan bedah atau datang dengan metastatic disease dan memerlukan terapi "palliative".
Khitan/sunat (circumcision) direkomendasikan sebelumnya untuk memulai terapi radiasi untuk kanker yang melibatkan/menyertai preputium (kulup zakar).

Terapi radiasi memiliki kekurangan. Squamous cell carcinomas cenderung resistant, dan dosis untuk “high tumor” yaitu 0.6 Gy yang diperlukan untuk merawat tumor dapat menyebabkan urethral fistulae, strictures, penile necrosis, nyeri, dan edema.

Jika kanker terinfeksi, maka efek terapi dapat berkurang, sedangkan risiko terjadinya komplikasi akan meningkat.


Kemoterapi

Obat-obatan yang paling banyak digunakan antara lain: cisplatin, bleomycin, methotrexate, dan fluorouracil.


Terapi Pembedahan (Surgical therapy)

Standar terapi untuk kanker primer adalah pemotongan setempat (local excision) dan partial atau total penectomy.

Pada pasien dengan tumor yang berukuran kecil yang terbatas pada preputium, cukup dengan khitan (circumcision).

Amputasi sebagian (partial amputation) cocok jika kanker meliputi glans penis dan bagian distal penis saat ereksi (distal shaft).

Pada beberapa situasi/keadaan, Local wedge resection dapat dikerjakan dengan mudah (feasible), ini berhubungan dengan rata-rata rekurensi sebesar 50%. Jika surgical resection baik dengan wedge maupun partial penectomy tidak memberikan kebebasan yang cukup (adequate margin), maka strategi total penectomy haruslah dipertimbangkan. Jika sebagian sisa penis (residual penis) dan urethra tidak cukup bagi pasien untuk kencing sambil berdiri, maka dapat dilakukan tindakan perineal urethrostomy.

Teknik bedah lainnya adalah Mohs micrographic surgery (MMS), yang dapat dipakai (applicable) untuk pasien dengan noninvasive disease.


Bedah Laser

Bedah laser (Laser surgery) digunakan pada pasien dengan lesi jinak (benign) dan ganas (malignant) yang ada di permukaan (superficial). Terapi ini telah diterapkan pada kasus-kasus “local and limited invasive disease”. Empat tipe laser yang digunakan dalam bedah laser, yaitu: carbon dioxide, Nd:YAG, argon, dan potassium-titanyl-phosphate (KTP) lasers.


Komplikasi

Sedikit komplikasi bedah yang dijumpai pada eksisi tumor primer, penectomy partial atau complete, misalnya saja:
1. infeksi
2. edema
3. striktura uretra
jika urethral meatus yang baru harus dibuat.

Komplikasi yang berhubungan dengan inguinal node dissections:

1. Komplikasi dini (early complications) misalnya: infeksi luka (wound infection), seroma, skin flap necrosis, phlebitis, dan emboli paru-paru (pulmonary embolus)

2. Komplikasi lanjutan (Late complications) misalnya: lymphedema pada scrotum dan anggota gerak bagian bawah (kaki).


Komplikasi terapi radiasi:

Biasanya terlihat pada tumor yang berukuran lebih besar dari 4 cm.
1. urethral strictures (pada 50% pasien)
2. urethral fistula
3. penile necrosis
4. edema
5. nyeri pada penis

Pembedahan setelah terapi radiasi diperlukan pada 20-60% pasien.


Pencegahan:

Khitan (circumcision) ditetapkan sebagai pencegah (prophylactic) yang efektif untuk kanker penis. Perlu diketahui, kanker penis ditemukan lebih sering ketika khitan/sunat ditunda hingga pubertas. Khitan saat dewasa hanya sedikit bahkan tidak memberikan proteksi dari kanker penis.


Catatan:

1. Penyakit ini jarang terjadi pada pria yang telah disunat (circumcised men), terutama jika disunat saat bayi.

2. Kanker penis cenderung dialami pria dewasa yang berusia kira-kira 60-80 tahun. Pada dewasa muda tidak biasa dijumpai. Suatu penelitian melaporkan bahwa 22% pasien berusia kurang dari 40 tahun, dan hanya 7% yang berusia kurang dari 30 tahun.

3. Jika kanker (carcinoma in situ atau CIS) terjadi di glans penis, disebut erythroplasia of Queyrat. Namun jika terjadi di "follicle-bearing skin of the shaft" disebut Bowen disease.

4. Angka kematian penderita karena kanker penis mencapai 22,4%.

5. Sebanyak 15-50% pasien kanker penis menunda periksa ke dokter selama lebih dari 1 tahun.

6. Sebagian besar kanker penis merupakan "squamous cell carcinomas".

7. Tumor penis dapat ditemukan dimana saja di penis, namun terbanyak ditemukan di glans penis (48%) dan preputium (21%).


Referensi Utama:

http://www.emedicine.com/med/topic3046.htm

Bacaan Lebih Lanjut:

1. Agrawal A, Pai D, Ananthakrishnan N, et al: The histological extent of the local spread of carcinoma of the penis and its therapeutic implications. BJU Int 2000 Feb; 85(3): 299-301.
 
2. Algaba F, Horenblas S, Pizzocaro-Luigi Piva G, et al: EAU guidelines on penile cancer. Eur Urol 2002 Sep; 42(3): 199-203.

3. Bevan-Thomas R, Slaton JW, Pettaway CA: Contemporary morbidity from lymphadenectomy for penile squamous cell carcinoma: the M.D. Anderson Cancer Center Experience. J Urol 2002 Apr; 167(4): 1638-42.

4. Bissada NK: Conservative extirpative treatment of cancer of the penis. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 283-90.

5. Bissada NK, Yakout HH, Fahmy WE, et al: Multi-institutional long-term experience with conservative surgery for invasive penile carcinoma. J Urol 2003 Feb; 169(2): 500-2.

6. Brandes SB, Sengelmann R, Hruza G: Mohs micrographic surgery for penile cancer: management and long term follow-up [abstract 708]. J Urol 2001; 165: 172.

7. Burgers JK, Badalament RA, Drago JR: Penile cancer. Clinical presentation, diagnosis, and staging. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 247-56.

8. Catalona WJ: Modified inguinal lymphadenectomy for carcinoma of the penis with preservation of saphenous veins: technique and preliminary results. J Urol 1988 Aug; 140(2): 306-10.

9. Coblentz TR, Theodorescu D: Morbidity of modified prophylactic inguinal lymphadenectomy for squamous cell carcinoma of the penis. J Urol 2002 Oct; 168(4 Pt 1): 1386-9.

10. Colberg JW, Andriole GL, Catalona WJ: Long-term follow-up of men undergoing modified inguinal lymphadenectomy for carcinoma
of the penis. Br J Urol 1997 Jan; 79(1): 54-7.

11. d'Ancona CA, de Lucena RG, Querne FA, et al: Long-term followup of penile carcinoma treated with penectomy and bilateral modified inguinal lymphadenectomy. J Urol 2004 Aug; 172(2): 498-501; discussion 501.

12. Das S: Penile amputations for the management of primary carcinoma of the penis. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 277-82.

13. Davis JW, Schellhammer PF, Schlossberg SM: Conservative surgical therapy for penile and urethral carcinoma. Urology 1999 Feb; 53(2): 386-92.

14. Dewire D, Lepor H: Anatomic considerations of the penis and its lymphatic drainage. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 211-9.
 
15. Dillner J, von Krogh G, Horenblas S, Meijer CJ: Etiology of squamous cell carcinoma of the penis. Scand J Urol Nephrol Suppl 2000; 189-93.

16. Donat SM: Surgery of penile and urethral carcinoma. Campbell's Urology. 8th ed. 2002:2985-3004.

17. Eisenberger MA: Chemotherapy for carcinomas of the penis and urethra. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 333-8.

18. Emerson RE, Ulbright TM, Eble JN, et al: Predicting cancer progression in patients with penile squamous cell carcinoma: the importance of depth of invasion and vascular invasion. Mod Pathol 2001 Oct; 14(10): 963-8.

19. Fossa SD, Hall KS, Johannessen NB, et al: Cancer of the penis. Experience at the Norwegian Radium Hospital 1974-1985. Eur Urol 1987; 13(6): 372-7.

20. Fraley EE, Zhang G, Manivel C, Niehans GA: The role of ilioinguinal lymphadenectomy and significance of histological differentiation in treatment of carcinoma of the penis. J Urol 1989 Dec; 142(6): 1478-82.

21. Gerbaulet A, Lambin P: Radiation therapy of cancer of the penis. Indications, advantages, and pitfalls. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 325-32.

22. Grossman HB: Premalignant and early carcinomas of the penis and scrotum. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 221-6.

23. Hatzichristou DG, Apostolidis A, Tzortzis V, et al: Glansectomy: an alternative surgical treatment for Buschke-Lowenstein tumors of the penis. Urology 2001 May; 57(5): 966-9.

24. Hoffman MA, Renshaw AA, Loughlin KR: Squamous cell carcinoma of the penis and microscopic pathologic margins: how much margin is needed for local cure? Cancer 1999 Apr 1; 85(7): 1565-8.

25. Horenblas S, van Tinteren H: Squamous cell carcinoma of the penis. IV. Prognostic factors of survival: analysis of tumor, nodes and metastasis classification system. J Urol 1994 May; 151(5): 1239-43.

26. Horenblas S, van Tinteren H, Delemarre JF, et al: Squamous cell carcinoma of the penis. III. Treatment of regional lymph nodes. J Urol 1993 Mar; 149(3): 492-7.

27. Horenblas S, Bex A, Tanis PJ: Sentinel node biopsy in squamous cell carcinoma of the penis [abstract 710]. J Urol 2001; 165: 173.

28. Horenblas S: Lymphadenectomy for squamous cell carcinoma of the penis. Part 1: diagnosis of lymph node metastasis. BJU Int 2001 Sep; 88(5): 467-72.

29. Horenblas S: Lymphadenectomy for squamous cell carcinoma of the penis. Part 2: the role and technique of lymph node dissection. BJU Int 2001 Sep; 88(5): 473-83.

30. Horenblas S, van Tinteren H, Delemarre JF, et al: Squamous cell carcinoma of the penis. II. Treatment of the primary tumor. J Urol 1992 Jun; 147(6): 1533-8.

31. Izawa J, Tamboli P, Ainslie N: Intraoperative lymphatic mapping (IOLM) for squamous penile cancer: The M.D. Anderson experience [abstract 711]. J Urol 2001; 165: 173.

32. Krieg R, Hoffman R: Current management of unusual genitourinary cancers. Part 1: Penile cancer. Oncology (Williston Park) 1999 Oct; 13(10): 1347-52.

33. Kroon BK, Horenblas S, Estourgie SH, et al: How to avoid false-negative dynamic sentinel node procedures in penile carcinoma. J Urol 2004 Jun; 171(6 Pt 1): 2191-4.

34. Kulkarni JN, Kamat MR: Prophylactic bilateral groin node dissection versus prophylactic radiotherapy and surveillance in patients with N0 and N1-2A carcinoma of the penis. Eur Urol 1994; 26(2): 123-8.

35. Lubke WL, Thompson IM: The case for inguinal lymph node dissection in the treatment of T2-T4, N0 penile cancer. Semin Urol 1993 May; 11(2): 80-4.

36. Lynch DF Jr, Pettaway CA: Tumors of the Penis. In: Campbell MR, Walsh PC, Retik AB, eds. Campbell's Urology. 8th ed. . Philadelphia, Pa: WB Saunders; 2002:2945-82.

37. McCance DJ, Kopan R, Fuchs E, Laimins LA.: Human papillomavirus type 16 alters human epithelial cell differentiation in vitro. Proc Natl Acad Sci U S A 1988 Oct; 85(19): 7169-73.

38. McDougal WS: Carcinoma of the penis: improved survival by early regional lymphadenectomy based on the histological grade and depth of invasion of the primary lesion. J Urol 1995 Oct; 154(4): 1364-6.

39. McLean M, Akl AM, Warde P, et al: The results of primary radiation therapy in the management of squamous cell carcinoma of the penis. Int J Radiat Oncol Biol Phys 1993 Mar 15; 25(4): 623-8.

40. Micali G, Nasca MR, Tedeschi A: Topical treatment of intraepithelial penile carcinoma with imiquimod. Clin Exp Dermatol 2003 Nov; 28 Suppl 1: 4-6.

41. Misra S, Chaturvedi A, Misra NC: Penile carcinoma: a challenge for the developing world. Lancet Oncol 2004 Apr; 5(4): 240-7.

42. Mohs FE, Snow SN, Larson PO: Mohs micrographic surgery for penile tumors. Urol Clin North Am 1992 May; 19(2): 291-304.

43. Mukamel E, deKernion JB: Early versus delayed lymph-node dissection versus no lymph-node dissection in carcinoma of the penis. Urol Clin North Am 1987 Nov; 14(4): 707-11.

44. Nelson BA, Cookson MS, Smith JA, Chang SS: Complications of inguinal and pelvic lymphadenectomy for squamous cell carcinoma of the penis: a contemporary series. J Urol 2004 Aug; 172(2): 494-7.

45. Novak JA, Dvoaeek J: Interstitial brachytherapy for penile carcinoma [abstract 709]. J Urol 2001; 165: 173.

46. Opjordsmoen S, Fossa SD: Quality of life in patients treated for penile cancer. A follow-up study. Br J Urol 1994 Nov; 74(5): 652-7.

47. Ornellas AA, Seixas AL, Marota A, et al: Surgical treatment of invasive squamous cell carcinoma of the penis: retrospective analysis of 350 cases. J Urol 1994 May; 151(5): 1244-9.

48. Pietrzak P, Corbishley C, Watkin N: Organ-sparing surgery for invasive penile cancer: early follow-up data. BJU Int 2004 Dec; 94(9): 1253-7.

49. Poblet E, Alfaro L, Fernander-Segoviano P, et al: Human papillomavirus-associated penile squamous cell carcinoma in HIV-positive patients. Am J Surg Pathol 1999 Sep; 23(9): 1119-23.

50. Rippentrop JM, Joslyn SA, Konety BR: Squamous cell carcinoma of the penis: evaluation of data from the surveillance, epidemiology, and end results program. Cancer 2004 Sep 15; 101(6): 1357-63.

51. Sarin R, Norman AR, Steel GG, Horwich A: Treatment results and prognostic factors in 101 men treated for squamous carcinoma of the penis. Int J Radiat Oncol Biol Phys 1997 Jul 1; 38(4): 713-22.

52. Seixas AL, Ornellas AA, Marota A, et al: Verrucous carcinoma of the penis: retrospective analysis of 32 cases. J Urol 1994 Nov; 152(5 Pt 1): 1476-8; discussion 1478-9.

53. Slaton JW, Huang SF, Levy DA: Lymph node-positive squamous penile carcinoma: Extent of nodal involvement predicts 3-year disease-free survival [abstract 712]. J Urol 2001; 165: 173.

54. Slaton JW, Morgenstern N, Levy DA, et al: Tumor stage, vascular invasion and the percentage of poorly differentiated cancer: independent prognosticators for inguinal lymph node metastasis in penile squamous cancer. J Urol 2001 Apr; 165(4): 1138-42.

55. Srinivas V, Morse MJ, Herr HW, et al: Penile cancer: relation of extent of nodal metastasis to survival. J Urol 1987 May; 137(5): 880-2.

56. Tabatabaei S, Harisinghani M, McDougal WS: Regional lymph node staging using lymphotropic nanoparticle enhanced magnetic resonance imaging with ferumoxtran-10 in patients with penile cancer. J Urol 2005 Sep; 174(3): 923-7; discussion 927.

57. Tanis PJ, Lont AP, Meinhardt W, et al: Dynamic sentinel node biopsy for penile cancer: reliability of a staging technique. J Urol 2002 Jul; 168(1): 76-80.

58. Theodorescu D, Russo P, Zhang ZF, et al: Outcomes of initial surveillance of invasive squamous cell carcinoma of the penis and negative nodes. J Urol 1996 May; 155(5): 1626-31.

59. Tietjen DN, Malek RS: Laser therapy of squamous cell dysplasia and carcinoma of the penis. Urology 1998 Oct; 52(4): 559-65.

60. von Krogh G, Horenblas S: The management and prevention of premalignant penile lesions. Scand J Urol Nephrol Suppl 2000; 220-9.


Keterangan Gambar:

Cancerous necrosis of the penis with urethral infiltration.


Sumber Gambar:

The Internet Journal of Urology. 2006. Volume 3 Number 2.
cited from:
http://www.ispub.com/ostia/index.php?xmlFilePath=journals/iju/vol3n2/penile.xml




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Penjual Pisang Bertelanjang Kakioleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:21 WIB


 
  Penjual Pisang Bertelanjang Kaki Mencari nafkah adalah kewajiban seorang pria terhadap keluarganya. Selain bekerja di sektor formal seperti menjadi PNS dan pegawai swasta, bisa juga dilakukan dengan cara berdagang. Tampak seorang pria tengah membawa pisang yang baru diambil dari kebunnya (16/10/14). Dengan bertelanjang kaki, pria
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 
We Do What We Can Do 30 Okt 2014 09:35 WIB

 
Liga Mahasiswa Kian Bergengsi 29 Okt 2014 23:13 WIB


 

 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB

 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia