KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
KESEHATAN

Tips Praktis Mengenali Fobia Sosial
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 05-Mar-2008, 22:40:13 WIB

Definisi

Gangguan jiwa yang ditandai dengan kecemasan ketika berhadapan dengan situasi sosial atau melakukan performa di hadapan umum.

Penyebab

1. Kadar dopamin prefrontal diduga sebagai penyebab utama penyebab ekspresi kecemasan (ansietas).

2. Ada perubahan biokimia dan fungsional otak pada penderita fobia sosial.

Manifestasi Klinis

Gejala fobia sosial dapat berupa:
1. Takut berbicara di depan umum
2. Takut makan di restoran
3. Takut menulis di depan umum
4. Takut berbicara dengan orang asing atau orang yang baru dikenal
5. Takut bergabung dengan kelompok sosial
6. Takut berhadapan dengan orang yang memiliki otoritas (kekuasaan, jabatan, pengaruh, dan lain-lain)

Fobia sosial biasanya disertai dengan:
1. Harga diri yang rendah
2. Takut dikritik

Keluhan yang umum dirasakan penderita bila berhadapan dengan kelompok sosial atau orang banyak:
1. Rasa malu (wajah memerah)
2. Tangan gemetar
3. Mual
4. Ingin buang air kecil
5. Cenderung menghindari keramaian atau kerumunan

Pada keadaan yang ekstrim dapat terjadi isolasi sosial total.

Perlu diketahui, penderita menyadari bahwa kecemasannya sangatlah berlebihan dan tidak masuk akal.


Kriteria Diagnostik


Adanya ketakutan yang jelas dan menetap terhadap satu atau lebih situasi sosial, misalnya rasa takut muncul saat berhadapan dengan orang yang tidak dikenal atau menjadi pusat perhatian orang lain atau melakukan performa (kegiatan, aktivitas) di depan umum. Individu tersebut takut salah bertindak atau bersikap memalukan.

Bila terjadi di bawah usia 18 tahun, durasi fobia paling sedikit enam bulan.

Instrumen yang dapat digunakan untuk menilai fobia sosial adalah SPIN (Social Phobia Inventory).

Terapi

1. Psikofarmaka

Golongan Monoamine Oxidase Inhibitors (MOIs)

Misalnya: iproniazide, tranylcypromine, phenelzine (ketiga jenis obat ini telah ditarik dari peredaran).

Saat ini tersedia RIMA (Reversible Inhibitor of Monoamine Oxidase A), misalnya: Moclobemide (Aurorix®). Dosisnya 450 mg per hari. Efek sampingnya: nyeri kepala, pusing, mual, insomni, dan mulut kering.

Golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs)

Misalnya:
a. Citalopram (Cipram ®)
Dosisnya 40 mg per hari. Bila sensitif hendaknya dimulai dengan dosis 10 mg dan dinaikkan setelah 4 atau 6 hari.
Efek sampingnya: mual, gatal-gatal dan kemerahan pada kulit, tremor, pusing, mengantuk, dan berkeringat.

b. Fluoxetine (Kalxetin ®)
Dosis awal 10 mg per hari.
Efek sampingnya: mual, diare, anoreksia, gatal-gatal, banyak keringat, ketegangan, insomnia, mengntuk, pusing, tremor, keletihn, dan terkadang mengalami mimpi-mimpi.

c. Fluvoxamine (Luvox ®)
Dosisnya 50 sampai 150 mg per hari. Orang tua dosisnya lebih rendah.
Efek sampingnya: mual, peningkatan keringat, insomnia, mengantuk, mulut kering, kegelisahan, pusing, tremor, dan cemas.
d. Paroxetine (Seroxat ®)

Dosis anjuran: 40-60 mg per hari.
Efek sampingnya: mulut kering, konstipasi (sulit buang air besar), mata kabur, dan gangguan buang air kecil.

e. Sertraline (Zoloft ®)
Dosis awal: 25 mg dan setelah 4-7 hari dosis dapat dinaikkan.
Dosis anjuran: 50-150 mg per hari.
Efek sampingnya: mual, diare, kulit memerah, bnyak keluar keringat, insomnia, mengantuk, tegang, cemas, agitasi (tidak tenang, gelisah), menguap, gangguan konsentrasi, pusing, dan tremor.

Golongan Benzodiazepine

a. Alprazolam ( Xanax ®, Alganax ®, Calmlet ®, Feprax ®, Frixitas ®, Alviz ®, Zyprax ®)
Rata-rata dosis 1 mg per hari, maksimum 3 mg per hari.
Dosis anjuran: 3 X 0,25 – 0,5 mg per hari.
Efek sampingnya: menimbulkan rasa kantuk di siang hari.

b. Clonazepam ( Rivotril ® )
Dosis: tablet 2 mg per hari.

2. Psikoterapi

Misalnya dengan metode Cognitive-Behavioral Therapy (CBT)

3. Terapi Relaksasi

Catatan:

1. Pada penderita fobia sosial, peningkatan denyut jantung saat berbicara di depan umum lebih tinggi daripada orang normal, dan kembali ke keadaan normal juga lebih lama.

2. Ditemukan juga peningkatan TRH (thyrotropin releasing hormone) pada penderita fobia sosial.

3. Pentagastrin dapat menginduksi serangan panik pada penderita fobia sosial, sama dengan penderita gangguan panik.

4. Benzodiazepin lebih dianjurkan untuk mengobati ansietas (kecemasan) berat dalam penggunaan jangka pendek.

5. Hasil terapi lebih baik jika terapi obat digabung dengan psikoterapi.

Peringatan:

Obat-obat di atas tidak dijual bebas, harus dengan resep dokter.

Referensi:

1. Amir N. Diagnosis dan Penggunaan Psikofarmaka pada Fobia Sosial. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran No. 156 Tahun 2007. Hlm 149-157.

2. Maslim R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Edisi Ketiga. FK Unika Atma Jaya. Jakarta. 2002. Hlm. 36, 37, 47.

3. ISO Indonesia

Tentang Penulis:
Dito Anurogo, S.Ked. adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB

 

 

 

 
Studi Banding ke Luar Negeri 25 Apr 2014 02:32 WIB

Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB

 

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia