KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter Bulan Juli 2014 Kategori Berita Artikel oleh : Redaksi-kabarindonesia
23-Jul-2014, 06:01 WIB


 
 
Top Reporter Bulan Juli 2014 Kategori Berita Artikel
KabarIndonesia - Pada bulan Juli 2014, Redaksi KabarIndonesia telah memilih Sdr. Rio Anggoro sebagai Top
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Keniscayaan 23 Jul 2014 05:12 WIB

Kenangan 15 Jul 2014 22:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Resep Pribadi Plecing Kangkung 15 Mei 2014 00:19 WIB


 

Tips Praktis Mengenali Tinea Corporis

 
KESEHATAN

Tips Praktis Mengenali Tinea Corporis
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 15-Aug-2008, 22:27:51 WIB

Sinonim
Tinea corporis atau tinea korporis memiliki beberapa nama lain, yaitu:
1. Tinea sirsinata
2. Tinea glabrosa
3. Scherende Flechte
4. Herpes sircine trichophytique
5. Kadas
6. Kurap

Definisi
1. Infeksi jamur dermatofita pada kulit halus (glabrous skin) di daerah muka, leher, badan, lengan, dan pantat (glutea).

2. Tinea corporis is a superficial dermatophyte infection characterized by either inflammatory or noninflammatory lesions on the glabrous skin (ie, skin regions except the scalp, groin, palms, and soles).

3. Dermatophyte infections of the trunk, legs, arms, and/or neck, excluding the feet, hands, and groin.

Penyebab
1. Trichophyton rubrum
2. Trichophyton mentagrophytes
3. Trichophyton tonsurans
4. Trichophyton interdigitale
5. Trichophyton verrucosum
6. Microsporum canis
7. Microsporum gypseum


Manifestasi Klinis
- Bisa datang tanpa gejala (asymptomatic).
- Mengenai kulit tidak berambut.
- Keluhan gatal terutama bila berkeringat. Oleh karena gatal dan digaruk, lesi semakin meluas, terutama di daerah kulit yang lembab.
- Secara klinis tampak: lesi berbatas tegas, polisiklis, dengan tepi aktif, karena tanda radang lebih jelas. Polimorf (banyak bentuk), terdiri atas eritema, skuama, dan kadang dengan papul dan vesikel di tepi, penyembuhan di tengah (central healing).

Khas: central healing, yaitu: di bagian tepi meradang dan bagian tengah bersih.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan kerokan kulit dengan mikroskop langsung dengan larutan KOH 10-20% untuk melihat hifa atau spora jamur.

Pemeriksaan Histologis
1. Tampak neutrofil di stratum corneum, ini merupakan petunjuk diagnostik yang penting.
2. Biopsi kulit dengan pewarnaan hematoxylin dan eosin pada tinea corporis menunjukkan spongiosis, parakeratosis, dan infiltrat inflamasi superfisial (rembesan sel radang ke permukaan)

Diagnosis Banding
1. Pitiriasis Rosea Gilbert (Pityriasis Rosea)
2. Lues II makulopapuler (Syphilis/Sifilis)
3. Dermatitis kontak
4. Morbus Hansen tipe tuberkuloid
5. Atopic Dermatitis
6. Candidiasis, Cutaneous
7. Erythema Annulare Centrifugum
8. Erythema Multiforme
9. Erythrasma
10. Granuloma Annulare
11. Granuloma Faciale
12. Impetigo
13. Lupus Erythematosus, Subacute Cutaneous
14. Lymphocytic Skin Infiltration
15. Nummular Dermatitis
16. Parapsoriasis
17. Psoriasis, Annular
18. Psoriasis, Plaque
19. Seborrheic Dermatitis
20. Tinea Versicolor

Penatalaksanaan
A. Umum
1. Menjaga kebersihan badan.
2. Memakai pakaian yang menyerap keringat.

B. Khusus
B.1. Sistemik
   a. Antihistamin
   b. Griseofulvin,
        dosis anak-anak: 15-20 mg/Kg berat badan/hari.
        dosis dewasa: 500-1000 mg per hari selama 3-4 minggu.
   c. Itrakonazol 100 mg/hari selama 2 minggu.
   d. Ketokonazol 200 mg/hari selama 3 minggu.
   e. Terbinafin 250 mg/hari selama 2 minggu.
B.2 Topikal
   a. Salep Whitfield
   b. Campuran asam salisilat 5%, asam benzoat 10%,
       dan resorsinol 5% dalam spiritus.
   c. Castellani's paint
   d. Tolnaftat
   e. Tolsiklat
   f. Imidazol
   g. Piroksolamin siklik
   h. Haloprogin
   i. Derivat azol
   j. Naftifin HCl

Sedangkan rekomendasi dari Mary Elizabeth Rushing Lott (2008) dari Miami Children's Hospital:

Untuk tinea corporis, beberapa pilihan obat (beserta nama dagang di Amerika) yang dapat digunakan adalah sbb:

A. Golongan topical allylamines
1. Naftifine 1% cream atau gel (Naftin)
2. Terbinafine 1% cream (Lamisil)

B. Golongan topical pyridones
1. Ciclopirox olamine 1% cream (Loprox)

C. Golongan topical benzylamines
1. Butenafine 1% cream (Mentax)

D. Golongan systemic azoles
1. Fluconazole (Diflucan)
2. Itraconazole (Sporanox)
3. Ketoconazole (Nizoral)

E. Golongan systemic allylamines
1. Terbinafine (Lamisil, Daskil)

F. Golongan antijamur sistemik lainnya
1. Griseofulvin (Fulvicin)

G. Golongan topical azoles
1. Clotrimazole 1% cream (Mycelex, Lotrimin)
2. Ketoconazole 2% cream (Nizoral)
3. Miconazole 2% cream atau lotion (Monistat)
4. Oxiconazole 1% cream (Oxistat)
5. Sertaconazole 2% cream (Ertaczo)
6. Sulconazole 1% cream atau solution (Exelderm)

Prognosis
Baik (excellent).


Tahukah Anda?

Beberapa varian klinis tinea korporis

1. Majocchi granuloma
Disebabkan oleh Trichophyton rubrum, merupakan infeksi jamur di rambut, folikel rambut, dan seringkali disekitar dermis disertai associated granulomatous reaction. Majocchi granuloma seringkali terjadi pad wanita yang mencukur rambut kakinya.

Majocchi granuloma bermanifes sebagai nodul granulomatosa perifolikuler di dua pertiga kaki bagian bawah pada wanita.

2. Tinea corporis gladiatorum
Merupakan infeksi dermatofita yang ditularkan melalui kontak kulit ke kulit di antara pegulat (wrestlers).

Tinea corporis gladiatorum seringkali dijumpai di kepala, leher, lengan, dimana distribusinya konsisten dengan area kontak kulit ke kulit pada pegulat.

3. Tinea imbricata
Bentuk khas tinea corporis yang disebabkan oleh Trichophyton concentricum, dapat dijumpai terutama di Asia Tenggara, Pasifik Selatan, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Di Indonesia terdapat di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian Barat, Kepulauan Aru dan Kei, dan Sulawesi Tengah.

Tinea imbricata dikenal secara klinis oleh karena
plak bersisiknya (scaly plaques) yang berbeda, tersusun dalam concentric rings.

4. Tinea incognito
Tinea corporis dengan presentasi klinis nonklasik yang berubah karena pemberian kortikosteroid.

5. Tinea corporis purpurica
Merupakan bentuk tinea corporis yang jarang, memiliki ruam kulit khas, yaitu purpuric macules.

Beberapa istilah dalam dermatologi:

Makula
Perubahan warna kulit tanpa perubahan bentuk.

Eritema
Makula yang berwarna merah.

Skuama (sisik)
Pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kulit.

Papula
Penonjolan padat di atas permukaan kulit, berbatas tegas, berukuran kurang dari 1 cm.

Vesikel/vesikula
Gelembung yang berisi cairan serosa, berdiameter kurang dari 1 cm.

Purpura
Perdarahan di dalam atau di bawah kulit yang tampak kemerahan, dan tidak hilang jika ditekan.


Tentang Penulis
Dito Anurogo, S.Ked.
- A Student in School of Medicine, Sultan Agung Islamic University (UNISSULA), Semarang, Central Java.
- A member of International Federation of Medical Students' Associations (IFMSA).
- A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA).


Bacaan Lanjutan

Adi S, Menaldi SL, Boediardja SA, dkk. Standar Pelayanan Medik Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). 2004:86-7.

Djuanda A., Hamzah M., Aisah S., (ed.). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Keempat. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Jakarta. 2005:94-5.

Fitzpatrick JE., Morelli JG., Dermatology Secrets In Color. Third Edition. Mosby Elsevier.Philadelphia, USA. 2007.

Harahap M (Ed.). Ilmu Penyakit Kulit. Hipokrates. Jakarta. 2000:77.

Lott MER. Tinea Corporis. Cited from:
http://www.emedicine.com/derm/topic421.htm
Article Last Updated: Jun 5, 2008.

Placzek M, van den Heuvel ME, Flaig MJ, Korting HC. Perniosis-like tinea corporis caused by Trichophyton verrucosum in cold-exposed individuals. Mycoses. Nov 2006;49(6):476-9.

Sánchez-Castellanos ME, Mayorga-Rodríguez JA, Sandoval-Tress C, Hernández-Torres M. Tinea incognito due to Trichophyton mentagrophytes. Mycoses. Jan 2007;50(1):85-7.

Shiraki Y, Hiruma M, Matsuba Y, Kano R, Makimura K, Ikeda S, et al. A case of tinea corporis caused by Arthroderma benhamiae (teleomorph of Tinea mentagrophytes) in a pet shop employee. J Am Acad Dermatol. Jul 2006;55(1):153-4.

Siregar RS. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2005:17-20.

Sun PL, Ho HT. Concentric rings: an unusual presentation of tinea corporis caused by Microsporum gypseum. Mycoses. Mar 2006;49(2):150-1.

Wolff K., Johnson RA., Suurmond D. Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 5th Edition. McGraw-Hill. USA. 2007.

Keterangan Gambar
Tinea corporis
Inflammatory annular plaques, becoming confluent on the medial thigh. This type of inflammatory lesion is seen with zoophilic dermatophytic infection and with topical glucocorticoid use.

Sumber Gambar
Wolff K., Johnson RA., Suurmond D. Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 5th Edition. McGraw-Hill. USA. 2007.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com  
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pasmar-2 Marinir Gelar Latihan Pengendalian Demonstrasi Massaoleh : Dispen Kormar
18-Jul-2014, 21:20 WIB


 
  Pasmar-2 Marinir Gelar Latihan Pengendalian Demonstrasi Massa Dalam rangka memelihara kesiapsiagaan pasukan yang akan diterjunkan dalam proses pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang pada 22 Juli mendatang memasuki tahap rekapitulasi suara di KPU, satu Satuan Setingkat Batalyon (SSY) pasukan siaga Pam Pilpers Pasmar-2 Marinir menggelar Latihan penanggulangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Tak Selamanya Teknologi Mahal 03 Jun 2014 09:05 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia