KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 
 
KESEHATAN

Dinas Kesehatan Sosialisasikan Stunting di Kabupaten Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Jun-2018, 16:00:56 WIB

KabarIndonesia - Bertempat di hotel Dainang, Pangururan, pada hari Kamis (7/6), Dinas Kesehatan kabupaten Samosir menyelenggarakan sosialisasi stunting yang dibuka oleh Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga.

Turut hadir pada sosialisasi ini Staf Ahli Bupati Samosir, Kadis Kesehatan dr Nimpan Karokaro, Kadis PP dan KB, Kakan Kemenag Samosir Tawar Tua Simbolon, Wakil Ketua TP. PKK Ny. Juang boru Panjaitan, Sekcam Pangururan Ronalven Sidabariba., serta narasumber Kasi Kesga dan gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Rosida Berutu.

Sebagaimana dilansir berbagai media, bahwa istilah 'stunting' kelihatan belum akrab ditelinga masyarakat, padahal menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Menurut WHO, di seluruh dunia, diperkirakan ada 178 juta anak di bawah usia lima tahun pertumbuhannya terhambat karena stunting.

Salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting tertinggi adalah kabupaten Ogan Komering ilir. Angka stunting kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menurut Riskesdas mencapai 40,5% atau hampir setengah balita di OKI mengalami stunting. Bahkan, angka ini di atas angka stunting nasional 37%.

Wakil Bupati Samosir dalam sambutannya menjelaskan bahwa "Stunting" sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan kekurangan gizi kronis yang menimbulkan anak tumbuh terlalu pendek pada usianya.
Sedangkan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Gagal tumbuh anak dalam jangka panjang berakibat pada penurunan tingkat kecerdasan pada anak yang akan berlanjut hingga dewasa dan akan mengakibatkan kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas serta pada jangka panjang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan.

Lebih lanjut Juang Sinaga mengharapkan agar masalah stunting harus ditangani secara multi sektor, melalui program perbaikan gizi ibu dan anak.

"Melaksanakan pendekatan yaitu perbaikan gizi sensitif (non kesehatan) melalui ketersediaan air bersih, ketahanan pangan dan gizi, KB, jaminan kesehatan masyarakat, intervensi untuk remaja perempuan dan pengentasan kemiskinan serta perbaikan gizi spesifik yaitu perbaikan gizi pada remaja putri (usia reproduktif) ibu hamil dan persalinan, ibu menyusui dan bayi umur 0-23 bulan. Semua ini harus dilakukan secara terpadu" jelas Wabup.

Diakhir arahannya, Wabup juga menghimbau para kepala puskesmas dan jajaran intansi kesehatan agar dapat dan segera menyosialisasikan "stunting" serta membuat brosur atau spanduk sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami seluk beluk 'stunting" ini.

Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) provinsi Sumatera Utara tahun 2009 menyebutkan status gizi anak balita menurut berat badan terhadap tinggi badan (BB/U) yang dikategorikan gizi buruk menurut kabupaten/kota berkisar antara 2,3% - 19,5%.

Prevalensi tertinggi di Kabupaten Tapanuli Utara dan terendah di Kabupaten Karo. Sedangkan yang tergolong gizi kurang prevalensinya berkisar antara 7,2% yaitu Kabupaten Samosir dan tertinggi di Kabupaten Nias 21,1%.

Ada delapan kabupaten/ kota yang mempunyai prevalensi gizi buruk dan kurang sudah di bawah 20 persen, yaitu Kabupaten Toba Samosir, Dairi, Karo, Langkat, Samosir, dan Kota Pematang Siantar, Medan, dan Padang Sidempuan.

Status gizi anak balita menurut tinggi badan terhadap umur (TB/U) yang
dikategorikan sangat pendek menurut kabupaten/kota berkisar antara 12,8% - 45,2%. Jika prevalensi sangat pendek dan pendek dijumlahkan maka hanya terdapat 5 kabupaten/kota yang mempunyai prevalensi kependekan lebih rendah dari angka nasional, yaitu Tapanuli Selatan, Samosir, kota Pematang Siantar dan Sibolga.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Samosir dr Nimpan Karokaro yang dihubungi media menyatakan akan menyampaikan hasil pencatatan/pendataan pihaknya atas jumlah warga yang mengalami stunting (gizi buruk kronis) di Samosir.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia