KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Koriokarsinoma

 
KESEHATAN

Koriokarsinoma
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 06-Jun-2008, 13:26:00 WIB

Koriokarsinoma

Sinonim
Choriocarcinoma, koriokarsinoma, chorioepithelioma, choriocarcinoma non-Villosum.

Definisi
1. Tumor ganas yang berasal dari jaringan yang mengandung trofoblas, seperti: lapisan trofoblas ovum yang sedang tumbuh, vili dari plasenta, gelembung mola, dan emboli sel-sel trofoblas dimanapun di dalam tubuh.

2. Keganasan yang terjadi paskakehamilan mola atau non mola, ditandai dengan adanya sel sito dan sel sinsitiotrofoblas yang atipik, tanpa vili korialis di uterus atau jaringan lain.

3. Malignant tumour of trophoblast which may follow molar pregnancy (rarely normal pregnancy). Usually presents with vaginal bleeding.

4. A pure epithelial tumor composed of syncytiotrophoblastic and cytotrophoblastic cells. It may accompany or follow any type of pregnancy. It usually presents as late vaginal bleeding in the postpartum period. An enlarged uterus, enlarged ovaries, and vaginal lesions may be noted during the physical exam.

Epidemiologi
Masa laten rata-ratanya: di atas 4 bulan. Ini sesuai dengan pendapat Hertig yang mengatakan bahwa masa laten koriokarsinoma antara satu minggu sampai sembilan tahun.

Koriokarsinoma banyak ditemukan pada wanita muda dengan paritas (kelahiran) rendah atau bahkan nullipara (istilah untuk wanita yang belum pernah melahirkan bayi).

Gambaran Klinis
1. Tentang perdarahan:
    a. Selalu terjadi perdarahan, bisa berupa perdarahan sedikit-
        sedikit, kadang-kadang berulang, bisa juga sekaligus  
        banyak hingga terjadi syok hipovolemik. Ini terjadi bila
        massa tumor berada di cavum uteri, serviks, vulva,
        atau vagina.
    b. Tidak akan terjadi perdarahan bila massa tumor berada di
        miometrium.
    c. Bahaya perdarahan bisa juga terjadi saat melakukan operasi 
       (durante operationum), yaitu saat melepaskan omentum atau 
       usus dari daerah perforasi. Sehingga, sebaiknya omentum
       yang melekat jangan dilepaskan dari daerah perforasi dan
       pemotongan omentum sebaiknya dilakukan di tempat lain.
   d. Perdarahan juga terjadi bila massa tumor melekat pada
       dinding vagina dengan dasar yang luas (tidak merupakan
       tangkai) dan disertai vaskularisasi yang berlebihan.
2. Silent rupture yang tidak memberikan gejala akut.
    Hal ini dikarenakan saat terjadi perforasi durante operationum
    daerah tersebut segera tertutup oleh omentum atau usus
    sehingga proses perdarahan terhenti. Silent rupture dapat juga
    terjadi pada perforasi yang kecil tanpa harus ada penutupan
    oleh jaringan di sekitarnya.
3. Bermetastasis
    a. Kasus dengan metastasis di vulva atau vagina memiliki
        gambaran klinik yang berbeda. Pada metastasis tunggal,
        besar, bertangkai, perdarahan sedikit. Namun ada juga yang
        disertai perdarahan yang banyak pada metastasis multipel
        dan kecil-kecil.
    b. Bila sudah bermetastasis ke organ lain, seperti: usus, hati,
        paru-paru, atau otak, maka gejala nonginekologis akan lebih
        dominan. Misalnya: hematemesis (muntah darah)/melena
        (berak darah), ikterus, dyspnoea (sulit bernafas), hemoptoe
        atau hemoptysis (batuk darah), gangguan fungsi pernafasan,
        atau gangguan neurologis (sistem saraf).
        Karena disertai berbagai gejala nonginekologis tersebut,
        maka koriokarsinoma sering dijuluki "The Great Imitator".

Gambaran Histologis
Pemeriksaan histologis tumor menemukan adanya sheets (lembaran) atau foci (titik pusat/poin) trofoblas dengan background (latar belakang) hemorrhage (perdarahan) dan necrosis (kematian sel) namun tidak disertai villi.

Penegakan Diagnosis
1. Klinis
    Kriteria HBes dari Acosta Sison, yang berarti:
    H = having expelled a product of conception
    B = bleeding
    es = enlargement and softness of the uterus.

Maksud kriteria Acosta Sison di atas adalah: pada semua wanita yang pernah mengeluarkan hasil kehamilan, apapun jenisnya, kemudian mengalami perdarahan pervaginam, yang disertai dengan adanya subinvolusi uterus, maka wanita itu patut dicurigai menderita koriokarsinoma.

2. Laboratoris
    a. Selama follow-up ditemukan distorsi dari kurva regresi
        beta-hCG sebelum minggu ke-12, atau kenaikan lagi setelah
        pernah mencapai kadar normal. Singkatnya, ada peninggian
        kadar beta-hCG.
    b. Hendaknya juga diperiksa kadar T3, T4, dan TSH
        sehubungan dengan penyulit tirotoksikosis.

3. USG
    Tampak massa kompleks disertai neovaskularisasi.
    Terkadang gambaran USG dapat menunjukkan adanya 
    ancaman perforasi atau perforasi pada uterus.

4. Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA)
    Gambaran PA menunjukkan adanya sel-sel trofoblas yang
    atipik, tanpa vili korialis, disertai hemoragi dan nekrosis.

Penatalaksanaan
1. Kemoterapi
    Kemoterapi diberikan atas indikasi:
    a. besar uterus di bawah 14 minggu
    b. tidak ada tanda-tanda perforasi atau ancaman perforasi.
    c. wanita muda dengan paritas (kelahiran) rendah, atau
        yang masih menginginkan anak
    d. protokol terapi disesuaikan menurut skor faktor risiko FIGO
        (dapat dilihat di bagian "Tahukah Anda?" artikel ini).

    Contoh obat-obat yang termasuk kemoterapi:
    methotrexate, actinomycin D, etoposid, oncovin, dsb.

2. Operasi
Operasi bukanlah terapi utama koriokarsinoma, melainkan hanya sebagai tindakan adjuvant. Pada prinsipnya, fungsi reproduksi haruslah dipertahankan. Namun bila bersifat life saving, maka operasi tidak bisa dihindari.

a. Histerektomi
Dibagi oleh Soper menjadi histerektomi primer (bila dilakukan sebelum pemberian kemoterapi) dan histerektomi sekunder (bila kemoterapi pertama dianggap gagal).

Histerektomi dilakukan berdasarkan:
1. indikasi absolut
a. perdarahan per vagina yang tidak terkontrol dengan obat
b. perforasi uterus, terutama jika disertai acute abdomen.

2. indikasi relatif
a. kegagalan kemoterapi
b. ancaman perforasi uterus, berdasarkan gambaran USG
c. uterus lebih besar dari 14 minggu
d. jumlah anak cukup

b. Reseksi parsial uterus
Dilakukan jika massa tumor di uterus tidak terlalu besar, soliter, jelas berkapsul dan penderita masih menginginkan fungsi reproduksinya.

c. Ekstirpasi pada metastasis vulva atau vagina
Teknik yang umum dilakukan adalah dengan membuat pullstring ligation pada dasar tangkai, lalu memotong tangkai di atas ikatan tadi. Teknik ini efektif pada tangkai yang tidak terlalu besar namun sukar dilakukan pada metastasis vagina yang berdasar lebar.
d. Lobektomi atau kraniotomi, dilakukan jika telah bermetastasis ke paru-paru dan otak yang resisten terhadap kemoterapi.

3. Radiasi
    Setelah diagnosis ditegakkan, whole brain irradiation dengan
    dosis 3000 cGy haruslah segera diberikan, dalam 10 kali fraksi.

Prognosis
1. Tiga sampai empat dekade yang lalu, wanita dengan
    koriokarsinoma hampir selalu diikuti dengan kematian, apalagi
    jika disertai metastasis jauh dan multipel, seperti ke otak
    dan hepar.
2. Saat ini, di negara-negara maju, 90% kasus koriokarsinoma
    dapat diobati secara tuntas.
3. Di RS Hasan Sadikin Bandung, jumlah kematian kasus 
    koriokarsinoma selama dirawat (case fatality rate) pada
    tahun 2000 adalah sebesar 20,7%.

Mutiara Diagnostik Koriokarsinoma
1. Terdapat "Trias Acosta Sison".
2. Beta hCG plateau atau meningkat.
3. Terdapat metastasis lokal atau jauh.
    a. Lokal di sekitar pelvis.
    b. Metastasis jauh pada:
        - Paru karena sel trofoblas tersangkut pada kapiler.
        - Liver/hepar (hati) atau tulang.
        - Jaringan otak.
4. Terdapat korpus luteum persisten.
5. Asal koriokarsinoma dapat:
    a. Mola hidatidosa (50-60%)
    b. Postpartum (25%)
    c. Postabortus (22,5%)
    d. Kehamilan ektopik (2,5%)

Tahukah Anda?
1. Wanita dengan koriokarsinoma sering mempertanyakan dapatkah dirinya hamil lagi setelah mendapat kemoterapi. Pertanyaan ini tidak perlu dicemaskan, karena menurut Prof. Dr. Djamhoer Martaadisoebrata, dr.SpOG(K), MSPH. (2005), sebagian besar bisa segera hamil. Pendapat ini diperkuat oleh Chantal Simon, dkk. (2005) yang menyatakan bahwa dimungkinkan terjadi kehamilan setelah 2 tahun bebas dari koriokarsinoma.

2. Setelah melakukan tindakan operasi atau radiasi, penderita masih harus diberi kemoterapi sesuai dengan kebutuhan.

3. Penatalaksanaan utama (prior treatment) untuk poor prognosis/high-risk gestational trophoblastic disease:
a. MAC: methotrexate, dactinomycin, dan chlorambucil atau cyclophosphamide.
b. Protokol Bagshawe yang telah dimodifikasi, CHAMOCA: cyclophosphamide, hydroxyurea, methotrexate, vincristine, cyclophosphamide, dan dactinomycin.
c. EMACO: etoposide, methotrexate, actinomycin D, cyclophosphamide dan vincristine. Kemoterapi EMACO ini menunjukkan rerata respon terbaik dengan profil efek samping yang terendah (sekitar 80%). Terapi salvage untuk disease yang tidak responsif terhadap EMACO adalah dengan cisplatin dan etoposide (EP-EMA) sebagai pengganti cyclophosphamide dan vincristine (CO).
d. Taxanes (paclitaxel dan docetaxel) dan camptothecins (topotecan dan irinotecan) dapt digunakan sebagai pilihan/alternatif lain (other options).
e. Kemoterapi dosis tinggi dengan autologous bone marrow transplantation juga dapat sebagai other option.

5. FIGO anatomic staging
Stage I: Disease confined to the uterus
Stage II: GTN (gestational trophoblastic neoplasia) extends outside of the uterus, but is limited to the genital structures (adnexa, vagina, broad ligament)
Stage
III: GTN extends to the lungs, with or without known genital tract involvement
Stage
IV: All other metastatic sites

6. FIGO Risk Factor Scores (Skor Faktor Risiko FIGO) diukur sbb:
a. Age
    - < 40 years: score 0
    - > 40 years: score 1
b. Antecedent pregnancy
    - mole: score 0
    - Abortion: score 1
    - Term: score 2
c. Interval months from index pregnancy
    - <4: score 0
    - 4-6: score 1
    - 7-12: score 2
    - > 13: score 4
d. Pretreatment serum hCG (lU/mL)
    - < 1000: score 0
    - 1000-10.000: score 1
    - > 10.000-100.000: score 2
    - > 100.000: score 4
e. Largest tumour size (including uterus)
   - 3-4 cm: score 1
   - > 5 cm: score 2
f. Site of metastases
   - Lung: score 0
   - spleen/kidney: score 1
   - gastrointestinal tract: score 2
   - Brain/liver: score 4
g. Number of metastases (identified)
   - 0: score 0
   - 1-4: score 1
   - 5-8: score 2
   - > 8: score 4
h. Previous failed chemotherapy
   - single drug: score 2
   - two or more drugs: score 4

Skor di jumlahkan (total scores).

Interpretasi:
0-6: low risk (risiko rendah)
> 7: high risk (risiko tinggi)

FIGO: International Federation on Gynecology and Obstetrics


Bacaan Lebih Lanjut

1. Baergen RN et al: Placental site trophoblastic tumor: A study of 55 cases and review of the literature emphasizing factors of prognostic significance. Gynecol Oncol 2006;100(3):511.

2. Berek J: Staging and treatment of gestational trophoblastic disease.www.uptodate.com. Version 13.3; August 2005.

3. DeCherney AH et al: Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology. 10th Edition. New York: McGraw-Hill. 2007;53:885-895.

4. Dorigo O, Berek J: Pathology of gestational trophoblastic disease. www.uptodate.com. Version 13.3; August 2005.

5. FIGO Committee Report: FIGO staging for gestational trophoblastic neoplasia 2000. Int J Gynecol Obstet 2002;77;286.

6. Manuaba IBG.: Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. Edisi 2. Jakarta: Penerbit EGC. 2004:260.

7. Martaadisoebrata D.: Buku Pedoman Pengelolaan Penyakit Trofoblas Gestasional. Jakarta: Penerbit EGC. 2005:62-81.

8. Martaadisoebrata D. Clinical Profile and Prognosis of Invasive Mole (IM) and Choriocarcinoma (ChCa) Complicated with Uterine Perforation. MOGI;25-4:240-3, Oktober 2001.

9. Prawirohardjo S., Kun S. Martiono, Tjokronegoro S. Hydatidiform Mole and Choriocarcinoma in Indonesia. Asiatic Congress of Obstet. Gynecol. Tokyo. 1959.

10. Sarnadi N., Martaadisoebrata D. Perbedaan Perjalanan Penyakit Penderita Mola Invasif dan Koriokarsinoma pasca Mola Hodatidosa di RSHS. Bandung KOGI XI, Bali 31 Juni-3 Juli, 2000.

11. Simon C, et.al. Oxford Handbook of General Practice. Second Edition. Oxford University Press. 2005: 739.

12. Smith HO et al: Choriocarcinoma and gestational trophoblastic disease. Obstet Gynecol Clin North Am 2005;32:661.

13. Song HZ., Wu PC., Wang Y., Yang X., Dong S. Pregnancy outcome after successful chemotherapy for choriocarcinoma and invasive mole. Long term follow up. Am. J. Obstet. Gynecol. 1988;158:538-45.

14. http://www.hmole-chorio.org.uk

15. http://library.usu.ac.id/download/fk/patologi-soekimin3.pdf

16. http://www.cancer.gov/Templates/db_alpha.aspx?CdrID=46753

17. http://en.wikipedia.org/wiki/Choriocarcinoma

18. http://www.nature.com/labinvest/journal/v83/n12/pdf/3780771a.pdf

19. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001496.htm

20. http://www.healthatoz.com/healthatoz/Atoz/common/standard/transform.jsp?requestURI=/healthatoz/Atoz/ency/choriocarcinoma.jsp

For Your Information

Resources

Books


Baker, Vicki V. "Gestational Trophoblastic Disease." In Clinical Oncology, edited by Martin D. Abeloff, et al., 2nd ed. Philadelphia: Churchhill Livingstone, 2000.

Cotran, Ramzi S., Vinay Kumar, and Tucker Collins, editors. "The Male Genital Tract." In Robbins Pathologic Basis of Disease. 6th ed. Philadelphia: W.B. Saunders, 1999.

Crum, Christopher P. "The Female Genital Tract." In Robbins Pathologic Basis of Disease, edited by Ramzi S. Cotran, Vinay Kumar, and Tucker Collins, 6th ed. Philadelphia: W.B. Saunders, 1999.

Small, Eric J., and Frank M. Torti. "The Testes." In Clinical Oncology, edited by Martin D. Abeloff, et al., 2nd ed. Philadelphia: Churchhill Livingstone, 2000.

Smithson, William A. "Gonadal and Germ Cell Neoplasms." In Nelson Textbook of Pediatrics, edited by Richard E. Behrman, et al., 16th ed. Philadelphia: W.B. Saunders, 2000.

Thigpen, James Tate. "Ovaries and Fallopian Tubes." In Clinical Oncology, edited by Martin D. Abeloff, et al., 2nd ed. Philadelphia: Churchill Livingstone, 2000.

Periodicals

Newlands, Edward S., Fernando J. Paradinas, and Rosemary A. Fisher. "Current Therapeutic Issues in Gynecologic Cancer. Recent Advances in Gestational Trophoblastic Disease."

Hematology/Oncology Clinics of North America 13, no. 1 (February 1999): 225-44.

Other

"Chemotherapy and You: A Guide to Self-help During Cancer Treatment." CancerNet. June 1999. [cited April 5, 2001].

"Extragonadal Germ Cell Tumors." CancerNet.

"Ovarian Germ Cell Tumor." CancerNet. Feb. 2001. [cited April 27, 2001].

Sumber gambar:
http://www.pathconsultddx.com/pathCon/diagnosis?pii=S1559-8675(06)70156-5
 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menuju Pulauku Nol Sampaholeh : Rohmah S
20-Jul-2018, 07:18 WIB


 
  Menuju Pulauku Nol Sampah Sejumlah karyawan Astra sedang membuat ecobrick dengan memasukkan sampah plastik ke dalam botol plastik bekas pada kegiatan sukarela karyawan di Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia